JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah meyakini perekonomian Indonesia berpeluang untuk tumbuh lebih baik tahun depan, dan dapat memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% sebagaimana tercantum dalam APBN 2026.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomian berpotensi tumbuh lebih baik, seiring dengan perbaikan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini, serta identifikasi risiko atau upside risk.
"Untuk tahun 2026 yang kita lihat adalah upside risk, dengan baseline [pertumbuhan ekonomi] di 5,4% sesuai dengan APBN. Jadi kita berharap dan optimis tahun depan akan lebih baik dari tahun ini," katanya, dikutip pada Sabtu (30/11/2025).
Airlangga menyampaikan ada beberapa kebijakan yang bakal memengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Contoh, percepatan belanja pemerintah, peningkatan konsumsi masyarakat, pemberian insentif fiskal.
Lalu, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), penurunan bunga kredit, pertumbuhan investasi, serta terjaganya ekspektasi inflasi.
"Jadi, risiko yang akan muncul seluruhnya sudah price-in, sudah masuk di dalam tingkat suku bunga dan harga-harga termasuk rupiah di tahun ini," tutur Airlangga.
Airlangga memandang tren pertumbuhan ekonomi bakal menguat pada tahun depan karena didukung koordinasi dan sinergi antar kementerian/lembaga, pemda, serta stakeholder lainnya.
"Dengan indikator-indikator tersebut, hampir seluruh risiko pertumbuhan di tahun 2026 sudah dikelola dan diserap di tahun ini," ujarnya. (rig)
