Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Beda CEPA dan FTA

A+
A-
2
A+
A-
2
Beda CEPA dan FTA

MELALUI Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 pemerintah meratifikasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA).

Adapun persetujuan IA-CEPA tersebut telah diinisiasi sejak April 2005. Kendati sempat terhenti selama 3 tahun, pada 31 Agustus 2018 kedua negara berhasil menyelesaikan perundingan secara substantial setelah melalui 12 putaran perundingan dan 5 pertemuan tingkat Ketua Perunding.

Selanjutnya, pada 4 Maret 2019 IA-CEPA ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Penanaman Modal Australia. Akhirnya, IA-CEPA resmi berlaku sejak 5 Juli 2020 setelah melalui 10 bulan proses ratifikasi.

Baca Juga: Kemenkeu Rilis Daftar Barang yang Dilarang Ekspor, Salah Satunya CPO

Berlakunya IA-CEPA membuat produk asal Indonesia yang masuk ke Australia dapat menikmati tarif bea masuk sebesar 0%. Fasilitas tarif tersebut hanya sebagian dari keuntungan yang dapat diperoleh dari IA-CEPA. Lantas, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan CEPA dan IA-CEPA?

Definisi
MELANSIR dari publikasi Direktorat Perundingan Bilateral Ditjen. Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, CEPA adalah skema kerja sama ekonomi yang lebih luas dari sekadar isu perdagangan.

CEPA umumnya memiliki rancangan yang saling terhubung antara akses pasar, pengembangan kapasitas dan fasilitasi perdagangan dan investasi. Kerja sama dalam CEPA dapat dilakukan secara bilateral maupun dilakukan dalam lingkup blok kerja sama ekonomi.

Baca Juga: Apa Itu Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Pajak?

Merujuk Pasal 2 ayat (2) PMK 109/2019, Indonesia telah menjalin CEPA dengan Asean dan Jepang dalam Asean-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP). Indonesia juga menjalin CEPA bersama Chili dalam Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Ratifikasi UU No.1/2020 membuat daftar CEPA yang dimiliki Indonesia bertambah dengan terjalinnya IA-CEPA. Adapun secara definitif IA-CEPA berarti sebuah kemitraan komprehensif di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.

Secara lebih luas, IA-CEPA didefinisikan sebagai persetujuan kemitraan ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dan Australia. Kemitraan tersebut dijalin dengan prinsip saling menguntungkan dan diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Apa Itu Pajak Perapian atau Hearth Tax?

Sebelumnya Indonesia dan Australia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dalam ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA). AANZFTA tersebut melibatkan 12 negara dan berlaku sejak 2012.

Namun, karena melibatkan banyak negara, AANZFTA belum sepenuhnya menampung kepentingan khusus Indonesia. Kepentingan tersebut seperti perdagangan produk otomotif, tekstil dan furnitur yang belum dikomitmenkan oleh Australia dalam AANZFTA.

Selain itu, AANZFTA juga belum mengakomodasi kerja sama di bidang sumber daya manusia (SDM) dan aturan yang mendukung transformasi ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia menjalin CEPA dengan Australia.

Baca Juga: Apa Itu Laporan Keuangan Berbasis XBRL?

Adanya CEPA diharapkan dapat membantu Indonesia dalam melakukan transformasi ekonomi, meningkatkan kinerja ekspor barang dan jasa, membuka keran masuknya penanaman modal, dan mengembangkan sumber daya manusia.

Beda CEPA dengan FTA
KENDATI CEPA dan FTA merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pakta ekonomi antarnegara terdapat perbedaan antara keduanya. Secara sederhana, dapat dikatakan CEPA memiliki cakupan yang lebih luas daripada FTA. (Simak pula Kamus ‘Apa Itu FTA’)

Pasalnya, CEPA tidak hanya bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan barang, jasa dan investasi saja. Lebih luas dari itu, CEPA juga mencakup area kerja sama yang jauh lebih luas seperti bantuan ekonomi, kerja sama teknologi, energi terbarukan, dan hal-hal spesifik lainnya. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu Pajak Jendela?

Topik : CEPA, FTA, kamus pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 18 Maret 2022 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Jasa Pengurusan Ekspor dan Bagaimana Perlakuan PPN-nya?

Rabu, 16 Maret 2022 | 13:45 WIB
KAMUS PAJAK

Mudahkan Wajib Pajak, Apa Itu Pre-Populated Tax Return?

Senin, 14 Maret 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Yurisdiksi Partisipan dan Yurisdiksi Tujuan Pelaporan?

Senin, 07 Maret 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa itu Penelitian Kepatuhan Formal Wajib Pajak?

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2