Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Reportase
Perpajakan.id

Beda CEPA dan FTA

A+
A-
2
A+
A-
2
Beda CEPA dan FTA

MELALUI Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 pemerintah meratifikasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA).

Adapun persetujuan IA-CEPA tersebut telah diinisiasi sejak April 2005. Kendati sempat terhenti selama 3 tahun, pada 31 Agustus 2018 kedua negara berhasil menyelesaikan perundingan secara substantial setelah melalui 12 putaran perundingan dan 5 pertemuan tingkat Ketua Perunding.

Selanjutnya, pada 4 Maret 2019 IA-CEPA ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Penanaman Modal Australia. Akhirnya, IA-CEPA resmi berlaku sejak 5 Juli 2020 setelah melalui 10 bulan proses ratifikasi.

Baca Juga: Apa Itu Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi?

Berlakunya IA-CEPA membuat produk asal Indonesia yang masuk ke Australia dapat menikmati tarif bea masuk sebesar 0%. Fasilitas tarif tersebut hanya sebagian dari keuntungan yang dapat diperoleh dari IA-CEPA. Lantas, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan CEPA dan IA-CEPA?

Definisi
MELANSIR dari publikasi Direktorat Perundingan Bilateral Ditjen. Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, CEPA adalah skema kerja sama ekonomi yang lebih luas dari sekadar isu perdagangan.

CEPA umumnya memiliki rancangan yang saling terhubung antara akses pasar, pengembangan kapasitas dan fasilitasi perdagangan dan investasi. Kerja sama dalam CEPA dapat dilakukan secara bilateral maupun dilakukan dalam lingkup blok kerja sama ekonomi.

Baca Juga: Apa Itu Mesin Teraan Meterai dan Meterai Teraan?

Merujuk Pasal 2 ayat (2) PMK 109/2019, Indonesia telah menjalin CEPA dengan Asean dan Jepang dalam Asean-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP). Indonesia juga menjalin CEPA bersama Chili dalam Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Ratifikasi UU No.1/2020 membuat daftar CEPA yang dimiliki Indonesia bertambah dengan terjalinnya IA-CEPA. Adapun secara definitif IA-CEPA berarti sebuah kemitraan komprehensif di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.

Secara lebih luas, IA-CEPA didefinisikan sebagai persetujuan kemitraan ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dan Australia. Kemitraan tersebut dijalin dengan prinsip saling menguntungkan dan diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga: Revisi Daftar Negatif Investasi, Pemerintah Rilis Draf Perpres Terbaru

Sebelumnya Indonesia dan Australia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dalam ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA). AANZFTA tersebut melibatkan 12 negara dan berlaku sejak 2012.

Namun, karena melibatkan banyak negara, AANZFTA belum sepenuhnya menampung kepentingan khusus Indonesia. Kepentingan tersebut seperti perdagangan produk otomotif, tekstil dan furnitur yang belum dikomitmenkan oleh Australia dalam AANZFTA.

Selain itu, AANZFTA juga belum mengakomodasi kerja sama di bidang sumber daya manusia (SDM) dan aturan yang mendukung transformasi ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia menjalin CEPA dengan Australia.

Baca Juga: DJP Sebut Realisasi Restitusi Dipercepat Tumbuh Paling Tinggi

Adanya CEPA diharapkan dapat membantu Indonesia dalam melakukan transformasi ekonomi, meningkatkan kinerja ekspor barang dan jasa, membuka keran masuknya penanaman modal, dan mengembangkan sumber daya manusia.

Beda CEPA dengan FTA
KENDATI CEPA dan FTA merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pakta ekonomi antarnegara terdapat perbedaan antara keduanya. Secara sederhana, dapat dikatakan CEPA memiliki cakupan yang lebih luas daripada FTA. (Simak pula Kamus ‘Apa Itu FTA’)

Pasalnya, CEPA tidak hanya bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan barang, jasa dan investasi saja. Lebih luas dari itu, CEPA juga mencakup area kerja sama yang jauh lebih luas seperti bantuan ekonomi, kerja sama teknologi, energi terbarukan, dan hal-hal spesifik lainnya. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu Konsinyasi?

Topik : CEPA, FTA, kamus pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 14 Desember 2020 | 17:45 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Jum'at, 11 Desember 2020 | 18:50 WIB
KAMUS PAJAK
Kamis, 10 Desember 2020 | 17:48 WIB
BARBADOS
Kamis, 10 Desember 2020 | 12:01 WIB
LAPORAN OECD
berita pilihan
Minggu, 17 Januari 2021 | 12:01 WIB
KENYA
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:30 WIB
PODTAX
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 17 Januari 2021 | 06:01 WIB
DISTRIBUSI VAKSIN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:01 WIB
PORTUGAL