Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Rabu, 02 November 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 02 NOVEMBER - 08 NOVEMBER 2022
Reportase

Apa Itu Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean?

A+
A-
3
A+
A-
3
Apa Itu Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean?

PENGAJUAN dokumen pemberitahuan pabean bersifat self assessment. Penerapan sistem self assessment tersebut memberikan kepercayaan kepada importir untuk memberitahukan sendiri tarif dan nilai pabeannya.

Namun, pejabat bea dan cukai berwenang untuk melakukan penelitian serta menetapkan tarif dan nilai pabean barang impor untuk penghitungan bea masuk. Penetapan tarif dan nilai pabean dituangkan dalam Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP). Lantas, apa itu SPTNP?

Definisi
KETENTUAN mengenai SPTNP tertuang dalam PMK 51/2008 s.t.d.t.d PMK 61/2018. Kendati beleid tersebut tidak menjabarkan secara eksplisit pengertian dari SPTNP, definisi SPTNP dapat disimak dalam Pasal 5 ayat (1) PMK 51/2008 s.t.d.t.d PMK 61/2018.

Baca Juga: Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Berdasarkan pasal tersebut, SPTNP adalah surat yang memuat hasil penetapan tarif dan/atau nilai pabean yang mengakibatkan kekurangan atau kelebihan pembayaran bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor.

SPTNP tersebut diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai dan berfungsi sebagai: penetapan pejabat bea dan cukai; pemberitahuan; dan penagihan atau dasar pengembalian atas kelebihan pembayaran kepada importir.

Berdasarkan penjabaran tersebut, SPTNP bisa memuat tagihan atas kekurangan pembayaran bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI). SPTNP juga dapat mengakibatkan timbulnya restitusi dalam hal terdapat kelebihan pembayaran bea masuk dan/atau PDRI.

Baca Juga: Apa Itu Permukaan Bumi Onshore dan Offshore dalam PBB Pertambangan?

Seperti diketahui, terdapat dua aspek paling penting dalam pemberitahuan pabean yaitu tarif dan nilai pabean. Kedua aspek tersebut menjadi dasar untuk menentukan besarnya kewajiban pabean dalam sebuah kegiatan importasi barang.

Penentuan nilai pabean itu dilakukan secara mandiri oleh importir, tetapi harus sesuai dengan metode dan ketentuan yang telah ditetapkan. Guna mengontrol kemungkinan kesalahan dalam penyampaian pemberitahuan pabean, DJBC memiliki alat kontrol berupa SPTNP.

Dalam hal terbitnya SPTNP mengakibatkan kekurangan pembayaran bea masuk atau PDRI, importir wajib melunasi bea masuk atau PDRI yang kurang dibayar sesuai dengan penetapan. Namun, apabila importir tidak menyepakati SPTNP yang telah ditetapkan maka importir dapat mengajukan keberatan.

Baca Juga: Ketentuan Rules of Origin dalam Peraturan Domestik

Simpulan
SECARA ringkas, SPTNP surat berisi penetapan tarif dan/atau nilai pabean yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai. SPTNP ini menjadi dokumen tagihan apabila ditemukan kesalahan dalam penyampaian pemberitahuan pabean atau kewajiban pabean yang disampaikan kepada DJBC oleh importir.

Materi SPTNP bukan hanya mengenai besarnya tarif dan harga barang (nilai pabean) untuk perhitungan pungutan impor, tetapi meliputi semua hal yang berkaitan dengan pemberitahuan. Misal: jumlah, jenis barang, pembebanan, dan lain sebagainya.

Untuk itu, SPTNP tidak hanya berisi penetapan atas kekurangan bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor, serta sanksi administrasi. Lebih luas dari itu, SPTNP bisa juga merupakan penetapan atas adanya kelebihan pembayaran pungutan impor. (rig)

Baca Juga: Apa Itu User Specific Duty Free Scheme?

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kamus kepabeanan, kamus, kepabeanan, SPTNP, tarif pabean, nilai pabean

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 15 November 2022 | 09:30 WIB
PER-10/BC/2022

DJBC Revisi Aturan Pemotongan Kuota Barang Impor yang Dapat Keringanan

Senin, 14 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Barang Identik dalam Penghitungan Nilai Pabean dan Bea Masuk?

Minggu, 13 November 2022 | 10:30 WIB
FASILITAS KEPABEANAN

Ada Fasilitas Impor, DJBC Harapkan Ini dari Ajang World Superbike 2022

Sabtu, 12 November 2022 | 12:30 WIB
LAYANAN KEPABEANAN

Ada Layanan e-CD, Bisa Sekalian Daftar IMEI untuk Gadget yang Dibeli

berita pilihan

Sabtu, 26 November 2022 | 15:00 WIB
PP 23/2018

Pakai PPh Final UMKM, Perhatikan Status Perpajakan Suami Istri PH-MT

Sabtu, 26 November 2022 | 14:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Ingatkan Lagi, Nama NPWP Cabang Harus Sama Dengan Pusat

Sabtu, 26 November 2022 | 13:00 WIB
PMK 54/2021

Ingat! Jika Sudah Pakai Pembukuan, Tak Bisa Kembali Gunakan Pencatatan

Sabtu, 26 November 2022 | 12:30 WIB
PENGAWASAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Tarif CHT 2023 Naik, DJBC Antisipasi Industri Rokok Borong Pita Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 11:30 WIB
PAJAK DAERAH

Biar Orang Mau Balik Nama, Provinsi Diminta Hapus BBNKB Mobil Bekas

Sabtu, 26 November 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tata Cara Pengajuan Permohonan Penetapan Tarif Bea Masuk USDFS

Sabtu, 26 November 2022 | 10:30 WIB
PER-04/PJ/2020

Data Alamat NPWP Berubah, Masih Perlu Cetak SPPKP? Ini Penjelasan DJP

Sabtu, 26 November 2022 | 10:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh! Libatkan 14 Perusahaan, Bos Tekstil Bikin Faktur Pajak Fiktif

Sabtu, 26 November 2022 | 09:30 WIB
SELEBRITAS

Tak Cuma Soleh, Ini Sederet Kucing yang 'Diangkat' Jadi Pegawai DJP