KEBIJAKAN PAJAK

Airlangga Sebut Kenaikan Penjualan Mobil Didorong PPnBM DTP

Muhamad Wildan | Jumat, 12 November 2021 | 13:30 WIB
Airlangga Sebut Kenaikan Penjualan Mobil Didorong PPnBM DTP

Ilustrasi kendaraan mobil.

JAKARTA, DDTCNews - Kinerja penjualan mobil baru sejak Maret hingga September 2021 terus mengalami penguatan. Pemerintah mencatat, penjualan mobil pada September 2021 mencapai 84.110 unit. Angka tersebut 41,5% lebih tinggi bila dibandingkan dengan penjualan pada Februari 2021.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan penjualan mobil dan membaiknya industri otomotif tak terlepas dari kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) yang berlaku hingga akhir tahun.

"Untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi, serta peningkatan utilitas industri otomotif, pemerintah melanjutkan perluasan kebijakan relaksasi PPnBM-DTP sebagai tindak lanjut dari keberhasilan penjualan kendaraan bermotor roda 4 hingga hampir 150%," ujar Airlangga, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga:
Ada Banyak Insentif, Pemerintah Harap Investor Ramai Investasi di IKN

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 100% atas mobil dengan kapasitas silinder mesin sebesar 1.500 cc atau lebih rendah hingga Desember 2021.

PPnBM DTP sebesar 25% hingga 50% diberikan atas mobil berkapasitas silinder mesin lebih dari 1.500 cc hingga 2.500 cc.

Untuk mendukung industri otomotif ke depan, khususnya dalam mengembangkan mobil listrik, pemerintah juga telah menerbitkan PP 74/2021 yang merevisi PP sebelumnya yakni PP 73/2019. Dengan PP ini, tarif PPnBM atas mobil dikenakan berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

Airlangga berharap Indonesia dapat menjadi negara yang swasembada kendaraan bermotor beserta teknologinya. Kualitas produk industri otomotif diharapkan meningkat sehingga bisa mendorong nilai ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. (sap)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 23 Mei 2024 | 13:00 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Ada Banyak Insentif, Pemerintah Harap Investor Ramai Investasi di IKN

Kamis, 23 Mei 2024 | 11:30 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Ditjen Pajak akan Awasi Realisasi Pemindahan Kantor ke IKN

BERITA PILIHAN
Kamis, 23 Mei 2024 | 15:00 WIB KABUPATEN CIAMIS

Pemkab Tetapkan Tarif Pajak Jasa Hiburan 40%

Kamis, 23 Mei 2024 | 15:00 WIB KPP PRATAMA TANJUNG REDEB

Pengusaha Konstruksi Masuk Daftar Sasaran, Petugas Pajak Adakan Visit

Kamis, 23 Mei 2024 | 14:30 WIB TIPS PAJAK

Cara Sampaikan Pengaduan Pajak dan Bea Cukai ke Komwasjak

Kamis, 23 Mei 2024 | 13:00 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Ada Banyak Insentif, Pemerintah Harap Investor Ramai Investasi di IKN

Kamis, 23 Mei 2024 | 12:30 WIB INFOGRAFIS PAJAK

Fasilitas Pajak atas Pendirian atau Pemindahan Kantor Pusat ke IKN

Kamis, 23 Mei 2024 | 12:00 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Apakah BUMDes Perlu Bikin NPWP Terpisah dari Pemerintah Desa?

Kamis, 23 Mei 2024 | 11:30 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Ditjen Pajak akan Awasi Realisasi Pemindahan Kantor ke IKN

Kamis, 23 Mei 2024 | 10:30 WIB PER-6/PJ/2011

Zakat Tak Bisa Jadi Pengurang Pajak Jika Hal Ini Terjadi