VIETNAM

Adopsi Pajak Minimum Global, Negara Tetangga Ini Siapkan Dana Khusus

Dian Kurniati | Rabu, 06 Desember 2023 | 17:30 WIB
Adopsi Pajak Minimum Global, Negara Tetangga Ini Siapkan Dana Khusus

Ilustrasi.

HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam tengah mengembangkan inovasi dana dukungan atau support fund untuk menjaga daya saing investasi negara tersebut di tengah rencana penerapan pajak minimum global pada 2024.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan penerapan Pilar 2: Global Anti Base Erosion (GloBE) akan berdampak pada kebijakan insentif pajak yang selama ini diberikan untuk investor. Menurutnya, inisiatif support fund diharapkan mampu menjaga aliran modal yang masuk ke Vietnam.

"Pemerintah terus mencermati dan belajar dari pengalaman negara-negara lain untuk merancang skenario kebijakan yang sesuai dengan pajak perusahaan minimum global agar tetap menguntungkan investor asing," katanya, dikutip pada Rabu (6/12/2023).

Baca Juga:
Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Menguat Atas Seluruh Mata Uang Negara Mitra

Minh Chinh menuturkan pemerintah telah memikirkan sejumlah langkah untuk memastikan iklim usaha tetap kondusif setelah penerapan pajak minimum global. Meski tanpa insentif pajak, pemerintah menginginkan investor tetap memilih Vietnam sebagai negara tujuan investasi.

Support fund dirancang untuk menarik investor strategis dan kelompok perusahaan multinasional. Sebab, Vietnam selama ini termasuk negara yang mengandalkan insentif pajak untuk menarik investasi.

Majelis Nasional atau parlemen Vietnam telah menyetujui usulan pemerintah mengadopsi Pilar 2 mulai 2024. Parlemen juga menyetujui rencana pembentukan, pengelolaan dan penggunaan fund untuk menstabilkan iklim investasi sekaligus menarik investor strategis dan perusahaan multinasional.

Baca Juga:
Serah Terima Rumah pada Semester I, PPN Ditanggung Pemerintah 100%

Pada Pilar 2, negara-negara Inclusive Framework telah menyepakati pajak minimum global sebesar 15%. Pajak minimum global ini akan berlaku atas perusahaan multinasional dengan pendapatan di atas €750 juta.

Pemerintah mendata akan ada lebih dari 120 perusahaan multinasional di Vietnam yang berpotensi terdampak pajak minimum global. Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan paket insentif untuk menarik investor.

"Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan Majelis Nasional akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menarik kepercayaan investor asing," tutur Minh Chinh seperti dilansir vietnamplus.vn. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:00 WIB KURS PAJAK 21 FEBRUARI - 27 FEBRUARI 2024

Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Menguat Atas Seluruh Mata Uang Negara Mitra

Rabu, 21 Februari 2024 | 08:45 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Serah Terima Rumah pada Semester I, PPN Ditanggung Pemerintah 100%

Selasa, 20 Februari 2024 | 19:00 WIB RESENSI BUKU

Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

BERITA PILIHAN
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:00 WIB KURS PAJAK 21 FEBRUARI - 27 FEBRUARI 2024

Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Menguat Atas Seluruh Mata Uang Negara Mitra

Rabu, 21 Februari 2024 | 08:45 WIB BERITA PAJAK HARI INI

Serah Terima Rumah pada Semester I, PPN Ditanggung Pemerintah 100%

Selasa, 20 Februari 2024 | 19:00 WIB RESENSI BUKU

Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

Selasa, 20 Februari 2024 | 18:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dapat Kiriman Hadiah dari Luar Negeri, Tetap Harus Bayar Bea Masuk?

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:30 WIB PENGAWASAN CUKAI

Desak Mobil ke Rest Area Tol, Bea Cukai Amankan 300.000 Rokok Ilegal

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Koreksi Harga Transfer Tak Serta Merta Berujung Penyesuaian PPN

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:45 WIB PMK 9/2024

Pemerintah Beri Insentif PPnBM DTP atas Mobil Listrik CBU dan CKD

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:36 WIB PMK 172/2023

Indikator Harga Transaksi Independen, Data Pembanding Bisa Tahun Jamak