Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Wow, Tarif Pajak Kapal Singgah Naik Hingga 400%

0
0

ZAGREB, DDTCNews – Para pelayar yang menempatkan kapal-kapal di Kroasia akan menghadapi kenaikan tarif pajak yang sangat besar menyusul adanya peraturan baru yang diterbitkan oleh Pemerintah Kroasia.

Anggota Asosiasi Pelayar (Cruising Association/CA) Peter Naish mengatakan adanya aturan tersebut akan berdapak pada ratusan bahkan ribuan pemilik kapal lebih memilih untuk meninggalkan Kroasia daripada harus membayar pajak dengan kenaikan hingga mencapai lebih dari 400%.

“Kami telah meminta agar semua pemilik kapal yang sedang menempatkan kapalnya di Kroasia untuk memahami aturan dan tarif baru tersebut,” ungkapnya, Senin (9/10).

Baca Juga: Bongkar Kasus Perdagangan Ilegal Anak Anjing, HMRC Kantongi £5 Juta

Tarif baru yang disebut pajak perhentian diterbitkan dalam Lembaran Negara Kroasia bulan lalu dan akan mulai berlaku efektif pada Januari 2018. Dalam aturan tersebut dijelaskan perubahan tarif pajak yang harus dibayar antara lain:

  1. Kapal dengan panjang antara 9 – 12 meter:
  • Berlayar hingga 8 hari dikenakan tarif Kn400
  • 15 hari dikenakan tarif Kn700
  • 30 hari dikenakan tarif Kn1.200
  • 90 hari dikenakan tarif Kn2.900
  • Sampai satu tahun dikenakan tarif Kn5.800
  1. Kapal dengan panjang antara 12 – 15 meter:
  • Berlayar hingga 8 hari dikenakan tarif Kn500
  • 15 hari dikenakan tarif Kn950
  • 30 hari dikenakan tarif Kn1.600
  • 90 hari dikenakan tarif Kn3.850
  • Sampai satu tahun dikenakan tarif Kn7.700

Adapun, dilansir dalam theca.org.uk, Pemerintah Kroasia mengatakan penghasilan yang diterima dari kenaikan tarif pajak tersebut akan digunakan untuk membangun proyek wisata di Kroasia. Namun, Naish frustrasi mengkritik bahwa proyek tersebut tidak banyak berguna bagi para pelayar.

“Kami telah membayar biaya yang digunakan untuk menutup biaya infrastruktur kelautan, membayar biaya pelabuhan dan sekarang kami juga diminta untuk membayar pajak dalam jumlah yang sangat tinggi untuk proyek wisata lain yang tidak kami gunakan,” pungkasnya.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Naish menambahkan dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi perubahan peraturan jelajah baik di negara Yunani maupun Turki, sehingga menyebabkan beberapa pemilik kapal harus bergerak ke tempat lain.

“Kami telah meminta agar semua pemilik kapal yang sedang menempatkan kapalnya di Kroasia untuk memahami aturan dan tarif baru tersebut,” ungkapnya, Senin (9/10).

Baca Juga: Bongkar Kasus Perdagangan Ilegal Anak Anjing, HMRC Kantongi £5 Juta

Tarif baru yang disebut pajak perhentian diterbitkan dalam Lembaran Negara Kroasia bulan lalu dan akan mulai berlaku efektif pada Januari 2018. Dalam aturan tersebut dijelaskan perubahan tarif pajak yang harus dibayar antara lain:

  1. Kapal dengan panjang antara 9 – 12 meter:
  • Berlayar hingga 8 hari dikenakan tarif Kn400
  • 15 hari dikenakan tarif Kn700
  • 30 hari dikenakan tarif Kn1.200
  • 90 hari dikenakan tarif Kn2.900
  • Sampai satu tahun dikenakan tarif Kn5.800
  1. Kapal dengan panjang antara 12 – 15 meter:
  • Berlayar hingga 8 hari dikenakan tarif Kn500
  • 15 hari dikenakan tarif Kn950
  • 30 hari dikenakan tarif Kn1.600
  • 90 hari dikenakan tarif Kn3.850
  • Sampai satu tahun dikenakan tarif Kn7.700

Adapun, dilansir dalam theca.org.uk, Pemerintah Kroasia mengatakan penghasilan yang diterima dari kenaikan tarif pajak tersebut akan digunakan untuk membangun proyek wisata di Kroasia. Namun, Naish frustrasi mengkritik bahwa proyek tersebut tidak banyak berguna bagi para pelayar.

“Kami telah membayar biaya yang digunakan untuk menutup biaya infrastruktur kelautan, membayar biaya pelabuhan dan sekarang kami juga diminta untuk membayar pajak dalam jumlah yang sangat tinggi untuk proyek wisata lain yang tidak kami gunakan,” pungkasnya.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Naish menambahkan dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi perubahan peraturan jelajah baik di negara Yunani maupun Turki, sehingga menyebabkan beberapa pemilik kapal harus bergerak ke tempat lain.

Topik : berita pajak internasional, pajak kapal singgah, kroasia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA