Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Warung Kecil Tetap Kena Pajak

0
0

TANJUNG SELOR, DDTCNews — Kendati ramai menuai protes, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara tetap pada sikapnya untuk memungut pajak restoran kepada seluruh kategori warung, termasuk warung-warung kecil, di wilayahnya.

Kepala Dispenda Bulungan P. Tumanggor menyatakan para pemilik warung memang keberatan atas beban pajak yang harus mereka bayar setiap bulan. Mereka juga merasa warungnya hanya warung berskala kecil, dan tidak seharusnya disamakan dengan restoran.

“Kadang pemilik warung itu salah mengerti. Anggapan mereka, mereka-lah yang disuruh membayar pajak. Padahal bukan. Yang bayar pajak ini pengunjung yang makan di warung itu. Jadi mereka dikenakan 10% dari harga makanan yang dibayar,” tuturnya, pekan lalu.

Baca Juga: Dua Sektor Ini Topang PAD Sitaro

Tumanggor menegaskan pemungutan pajak restoran itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pajak-Pajak Daerah.

Dia mengklaim, setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap para pemilik warung, pembayaran pajak dari sektor ini berjalan lancar. Hal ini dapat tercapai berkat kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bulungan.

“Sebenarnya kalau pembayaran pajak itu, wajib pajaknya yang membayar sendiri ke Dispenda. Tapi untuk memudahkan, kami ‘jemput bola’. Ada empat petugas khusus yang kami siapkan untuk menarik pajak restoran tiap bulan,” katanya.

Baca Juga: Target Pajak Restoran Tercapai 143%, Begini Caranya

Menurut Tumanggor, sejak 2 tahun terakhir pajak hotel dan restoran menjadi sektor andalan penerimaan daerah Pemkab Bulungan. Setoran pajak hotel dan restoran tahun 2015 misalnya, mencapai Rp1 miliar. Jumlah ini melesat jauh lebih dari 1.000% dari target yang ditetapkan, Rp89 juta.

“Mulai 2015, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang biasanya memesan makanan untuk kegiatan-kegiatannya dikenakan pajak. Itu salah satu faktor kenapa pendapatan pajak di sektor hotel dan restoran ini melonjak tinggi,” jelasnya.

Berbekal pengalaman tahun 2015, target penerimaan pajak hotel dan restoran yang ditetapkan Dispenda tahun ini lebih dari Rp690 juta. Sampai kuartal I/ 2016, seperti dilansir bulungan.prokal.co, realisasi pajak hotel dan restoran telah mencapai Rp216 juta setara dengan 31% dari target. (Bsi)

Baca Juga: Konsumen Dipajaki, Restoran Minim Setor Pajak

“Kadang pemilik warung itu salah mengerti. Anggapan mereka, mereka-lah yang disuruh membayar pajak. Padahal bukan. Yang bayar pajak ini pengunjung yang makan di warung itu. Jadi mereka dikenakan 10% dari harga makanan yang dibayar,” tuturnya, pekan lalu.

Baca Juga: Dua Sektor Ini Topang PAD Sitaro

Tumanggor menegaskan pemungutan pajak restoran itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pajak-Pajak Daerah.

Dia mengklaim, setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap para pemilik warung, pembayaran pajak dari sektor ini berjalan lancar. Hal ini dapat tercapai berkat kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bulungan.

“Sebenarnya kalau pembayaran pajak itu, wajib pajaknya yang membayar sendiri ke Dispenda. Tapi untuk memudahkan, kami ‘jemput bola’. Ada empat petugas khusus yang kami siapkan untuk menarik pajak restoran tiap bulan,” katanya.

Baca Juga: Target Pajak Restoran Tercapai 143%, Begini Caranya

Menurut Tumanggor, sejak 2 tahun terakhir pajak hotel dan restoran menjadi sektor andalan penerimaan daerah Pemkab Bulungan. Setoran pajak hotel dan restoran tahun 2015 misalnya, mencapai Rp1 miliar. Jumlah ini melesat jauh lebih dari 1.000% dari target yang ditetapkan, Rp89 juta.

“Mulai 2015, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang biasanya memesan makanan untuk kegiatan-kegiatannya dikenakan pajak. Itu salah satu faktor kenapa pendapatan pajak di sektor hotel dan restoran ini melonjak tinggi,” jelasnya.

Berbekal pengalaman tahun 2015, target penerimaan pajak hotel dan restoran yang ditetapkan Dispenda tahun ini lebih dari Rp690 juta. Sampai kuartal I/ 2016, seperti dilansir bulungan.prokal.co, realisasi pajak hotel dan restoran telah mencapai Rp216 juta setara dengan 31% dari target. (Bsi)

Baca Juga: Konsumen Dipajaki, Restoran Minim Setor Pajak
Topik : pajak restoran, bulungan
artikel terkait
Rabu, 27 Juli 2016 | 13:25 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 10 Agustus 2016 | 17:26 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
berita pilihan
Senin, 24 Oktober 2016 | 09:59 WIB
YOGYAKARTA
Jum'at, 23 November 2018 | 14:32 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 15:03 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 15:29 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 16:15 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 17:04 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 17:54 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 27 April 2018 | 14:40 WIB
TANGERANG SELATAN
Rabu, 07 September 2016 | 21:01 WIB
SUMATERA UTARA
Senin, 05 September 2016 | 06:02 WIB
SUMATERA SELATAN