Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Waduh! Radamel Falcao Terjerat Kasus Pajak

0
0
Striker AS Monaco Radamel Falcao (Foto: Metro.co.uk)

MADRID, DDTCNews – Pesepak bola internasional kembali menjadi incaran jaksa Spanyol atas dugaan kasus penghindaran pajak. Kali ini, tuntutan hukum dijatuhkan kepada Radamel Falcao dari klub Atletico Madrid dan Fabio Coentrao dari klub Real Madrid.

Jaksa Spanyol telah meminta seorang hakim untuk menuntut Radamel Falcao, yang kini bermain di klub AS Monaco, karena menipu otoritas pajak Spanyol sebesar €5,66 juta atau sekitar Rp 83,2 miliar dari tahun 2012 sampai 2013.

Sementara itu, jaksa juga menuduh Fabio Coentrao menipu hampir €1,29 juta atau Rp18,9 miliar pada 2011. Hingga kini Fabio masih bermain untuk klub berjuluk Los Galasticos itu.

“Kedua pemain tersebut mencoba menyembunyikan uang dengan membentuk sebuah perusahaan offshore di negara lain,” ungkap jaksa penuntut, Selasa (16/5).

Falcao dituduh secara illegal menyembunyikan pendapatan pribadinya dan menghindari pajak atas hak citranya setelah menandatangani kontrak dengan Atletico Madrid pada 2011.

Striker Monaco ini juga diduga telah mendirikan dua perusahaan yang terletak di Kolombia yang bernama Business Tiger dan di British Virgin Island yang bernama Fardey Overseas yang bertujuan untuk menyembunyikan pendapatan dari hak citranya.

Adapun Fabio Coentrao dituding telah mendirikan perusahaan yang berlokasi di Irlandia dan Panama yang juga bertujuan untuk menghindari pajak atas penghasilan dari hak citranya.

Kedua klub asal pesepak bola tersebut, yakni Real Madrid dan Atletico Madrid seperti dilansir dalam espnfc.com, menolak berkomentar atas masalah yang tengah dihadapi oleh para pemainnya.

Selain Falcao dan Coentrao, pemain sepak bola lainnya yang lebih dulu tersandung kasus pajak yakni Lionel Messi ,Neymar, Samuel Eto’o dan Kapten tim Portugal Christiano Ronaldo.

Hingga saat ini, penyelesaian atas sengketa pajak yang dilakukan oleh para pemain sepak bola tersebut masih berlanjut dan belum menemui titik akhir. (Gfa/Amu)

Sementara itu, jaksa juga menuduh Fabio Coentrao menipu hampir €1,29 juta atau Rp18,9 miliar pada 2011. Hingga kini Fabio masih bermain untuk klub berjuluk Los Galasticos itu.

“Kedua pemain tersebut mencoba menyembunyikan uang dengan membentuk sebuah perusahaan offshore di negara lain,” ungkap jaksa penuntut, Selasa (16/5).

Falcao dituduh secara illegal menyembunyikan pendapatan pribadinya dan menghindari pajak atas hak citranya setelah menandatangani kontrak dengan Atletico Madrid pada 2011.

Striker Monaco ini juga diduga telah mendirikan dua perusahaan yang terletak di Kolombia yang bernama Business Tiger dan di British Virgin Island yang bernama Fardey Overseas yang bertujuan untuk menyembunyikan pendapatan dari hak citranya.

Adapun Fabio Coentrao dituding telah mendirikan perusahaan yang berlokasi di Irlandia dan Panama yang juga bertujuan untuk menghindari pajak atas penghasilan dari hak citranya.

Kedua klub asal pesepak bola tersebut, yakni Real Madrid dan Atletico Madrid seperti dilansir dalam espnfc.com, menolak berkomentar atas masalah yang tengah dihadapi oleh para pemainnya.

Selain Falcao dan Coentrao, pemain sepak bola lainnya yang lebih dulu tersandung kasus pajak yakni Lionel Messi ,Neymar, Samuel Eto’o dan Kapten tim Portugal Christiano Ronaldo.

Hingga saat ini, penyelesaian atas sengketa pajak yang dilakukan oleh para pemain sepak bola tersebut masih berlanjut dan belum menemui titik akhir. (Gfa/Amu)

artikel terkait
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG