Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Usaha Online dan Konvensional Punya Kewajiban Pajak yang Sama

0
0

SURABAYA, DDTCNews – Usaha berbasis virtual tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke belakang. Polemik pun terjadi bahwa usaha berbasis virtual alias online mendapat keuntungan, salah satunya dalam urusan perpajakan.

Namun, John Hutagaol selaku Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak menegaskan segala bentuk usaha punya kewajiban yang sama. Hal tersebut berlaku bagi usaha konvensional maupun yang berbasis digital.

“Perlakuan perpajakan atas transaksi e-commerce dengan transaksi konvensional adalah sama, dan hal tersebut sudah ditegaskan melalui penerbitan Surat Edaran Dirjen Pajak No. 62/PJ/2013,” katanya dalam diskusi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, Sabtu (16/12).

Baca Juga: Institut STIAMI Gelar Talkshow & Kompetisi Pajak, Tertarik?

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Surat Edaran Dirjen Pajak ini diperlukan untuk menegaskan bahwa tidak ada jenis objek pajak baru yang timbul dari transaksi e-commerce. Dengan demikian, perlakuan PPh dan PPN atas transaksi di ranah virtual, iklan digital dan penjualan online ritel tunduk pada pengaturan umum dibidang PPh maupun PPN.

Selain itu, dibahas juga terkait usaha rintisan atau populer disapa dengan startup yang tengah tumbuh berkembang saat ini. John menjelaskan bahwa pelaku usaha rintisan dibidang e-commerce dapat memanfaatkan fasilitas pajak yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, sepanjang peredaran usaha setahun tidak lebih dari Rp4,8 miliar.

Diskusi interaktif ini mengupas tuntas perkembangan e-commerce dan permasalahan perpajakan. Hal-hal yang ditanyakan pun beragam. Antara lain mencakup permasalahan NPWP, insentif pajak, administrasi kepatuhan PPh dan PPN, tarif PPh serta kesadaran atas kewajiban pajak khususnya bagi pelaku usaha start up.

Baca Juga: Masuk ke Era 4.0, Akuntan akan Ketinggalan Zaman?

Acara yang mengangkat tema “Aspek Perpajakan atas eCommerce dan Potensinya” ini diwarnai dengan banyaknya pertanyaan dan klarifikasi dari peserta. Hal yang membuat suasana sesi tanya jawab semakin menarik dan hidup.

Acara I-Talk yang merupakan kolaborasi antara Ikatan Akuntan Pajak (IAI) Muda Wilayah Jawa Timur dan FEB Universitas Airlangga ini ditutup dengan pemberian cendera mata oleh panitia kepada para panelis dan moderator. (Amu)

Baca Juga: 11 Mahasiswa UI & UB Ikuti 'DDTC Internship Batch 2'

“Perlakuan perpajakan atas transaksi e-commerce dengan transaksi konvensional adalah sama, dan hal tersebut sudah ditegaskan melalui penerbitan Surat Edaran Dirjen Pajak No. 62/PJ/2013,” katanya dalam diskusi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, Sabtu (16/12).

Baca Juga: Institut STIAMI Gelar Talkshow & Kompetisi Pajak, Tertarik?

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Surat Edaran Dirjen Pajak ini diperlukan untuk menegaskan bahwa tidak ada jenis objek pajak baru yang timbul dari transaksi e-commerce. Dengan demikian, perlakuan PPh dan PPN atas transaksi di ranah virtual, iklan digital dan penjualan online ritel tunduk pada pengaturan umum dibidang PPh maupun PPN.

Selain itu, dibahas juga terkait usaha rintisan atau populer disapa dengan startup yang tengah tumbuh berkembang saat ini. John menjelaskan bahwa pelaku usaha rintisan dibidang e-commerce dapat memanfaatkan fasilitas pajak yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, sepanjang peredaran usaha setahun tidak lebih dari Rp4,8 miliar.

Diskusi interaktif ini mengupas tuntas perkembangan e-commerce dan permasalahan perpajakan. Hal-hal yang ditanyakan pun beragam. Antara lain mencakup permasalahan NPWP, insentif pajak, administrasi kepatuhan PPh dan PPN, tarif PPh serta kesadaran atas kewajiban pajak khususnya bagi pelaku usaha start up.

Baca Juga: Masuk ke Era 4.0, Akuntan akan Ketinggalan Zaman?

Acara yang mengangkat tema “Aspek Perpajakan atas eCommerce dan Potensinya” ini diwarnai dengan banyaknya pertanyaan dan klarifikasi dari peserta. Hal yang membuat suasana sesi tanya jawab semakin menarik dan hidup.

Acara I-Talk yang merupakan kolaborasi antara Ikatan Akuntan Pajak (IAI) Muda Wilayah Jawa Timur dan FEB Universitas Airlangga ini ditutup dengan pemberian cendera mata oleh panitia kepada para panelis dan moderator. (Amu)

Baca Juga: 11 Mahasiswa UI & UB Ikuti 'DDTC Internship Batch 2'
Topik : kampus, pajak ekonomi gital, feb unair
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 27 September 2016 | 12:08 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Rabu, 19 April 2017 | 18:40 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:35 WIB
WISUDA PKN STAN
Selasa, 07 November 2017 | 15:25 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
berita pilihan
Kamis, 07 Desember 2017 | 13:47 WIB
PENDIDIKAN PAJAK
Kamis, 30 Maret 2017 | 13:36 WIB
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
Senin, 17 Juli 2017 | 10:07 WIB
SEMINAR NASIONAL
Minggu, 02 April 2017 | 11:53 WIB
PRPN STAN 2017
Senin, 03 April 2017 | 11:39 WIB
SEMINAR PAJAK-PKN STAN
Rabu, 08 Maret 2017 | 12:01 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jum'at, 12 Mei 2017 | 16:45 WIB
FEB UNIVERSITAS INDONESIA
Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:01 WIB
KONFERENSI AKUNTANSI
Rabu, 17 Mei 2017 | 17:55 WIB
FEB UNIVERSITAS INDONESIA
Senin, 09 Oktober 2017 | 12:01 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA