Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Upayakan Akselerasi Ekonomi, Ini 2 Fokus Pemerintah

0
0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA, DDTCNews – Akselerasi pertumbuhan ekonomi masih berisiko terhambah oleh faktor eksternal maupun internal. Ada dua pekerjaan rumah pemerintah yang masih menanti untuk diselesaikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan tantangan dari sisi internal tidak kalah pelik dengan tantangan eksternal, seperti dinamika perang dagang dan perlambatan ekonomi. Pemerataan pembangunan fisik dan manusia manjadi tantangan nyata dari dalam negeri.

“Kapasitas ekonomi Indonesia untuk tumbuh tinggi mengalami kendala karena keterbatasan output potensialnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senin (20/5/2019).

Baca Juga: Ditjen Pajak Ambil Porsi 17,8% dari Total Pagu Anggaran Kemenkeu

Sri Mulyani menjelaskan potensi sumber pertumbuhan ekonomi tersebar di seluruh Indonesia. Namun, infrastruktur pendukung belum terdistribusi secara merata. Akibatnya, kegiatan ekonomi hanya terkonsentrasi pada satu kawasan yakni Pulau Jawa.

Industri pengolahan yang menjadi salah satu motor pertumbuhan akhirnya hanya terkonsentrasi di Jawa. Hal tersebut pada gilirannya membuat pertumbuhan sektor usaha ini menjadi terhambat karena berkutat pada lokasi yang sama. 

Adapun tantangan selanjutnya adalah perubahan demografi. Besarnya penduduk usia produktif selama ini tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Alhasil, potensi dari penduduk berusia muda belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Sejumlah Asumsi Makro Dasar Pengajuan RAPBN 2020 Disepakati

“Belum optimalnya pemanfaatan penduduk usia muda disebabkan kualitas pendidikan yang rendah dan mismatch ketenagakerjaan,” jelas Sri Mulyani.

Oleh karena itu, fokus anggaran pada 2020 nanti akan ditujukan untuk mengatasi dua hal tersebut. Pasalnya, kedua aspek tersebut merupakan kunci untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju pada 2045 mendatang.

“Kita dituntut untuk mampu mengakselerasi transformasi struktural. Jika tidak melakukan upaya serius, Indonesia menghadapi risikomiddle income trap,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Ditanya Soal Tax Ratio, Sri Mulyani Beberkan 3 Metode Perhitungannya

“Kapasitas ekonomi Indonesia untuk tumbuh tinggi mengalami kendala karena keterbatasan output potensialnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senin (20/5/2019).

Baca Juga: Ditjen Pajak Ambil Porsi 17,8% dari Total Pagu Anggaran Kemenkeu

Sri Mulyani menjelaskan potensi sumber pertumbuhan ekonomi tersebar di seluruh Indonesia. Namun, infrastruktur pendukung belum terdistribusi secara merata. Akibatnya, kegiatan ekonomi hanya terkonsentrasi pada satu kawasan yakni Pulau Jawa.

Industri pengolahan yang menjadi salah satu motor pertumbuhan akhirnya hanya terkonsentrasi di Jawa. Hal tersebut pada gilirannya membuat pertumbuhan sektor usaha ini menjadi terhambat karena berkutat pada lokasi yang sama. 

Adapun tantangan selanjutnya adalah perubahan demografi. Besarnya penduduk usia produktif selama ini tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Alhasil, potensi dari penduduk berusia muda belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Sejumlah Asumsi Makro Dasar Pengajuan RAPBN 2020 Disepakati

“Belum optimalnya pemanfaatan penduduk usia muda disebabkan kualitas pendidikan yang rendah dan mismatch ketenagakerjaan,” jelas Sri Mulyani.

Oleh karena itu, fokus anggaran pada 2020 nanti akan ditujukan untuk mengatasi dua hal tersebut. Pasalnya, kedua aspek tersebut merupakan kunci untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju pada 2045 mendatang.

“Kita dituntut untuk mampu mengakselerasi transformasi struktural. Jika tidak melakukan upaya serius, Indonesia menghadapi risikomiddle income trap,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Ditanya Soal Tax Ratio, Sri Mulyani Beberkan 3 Metode Perhitungannya
Topik : pertumbuhan ekonomi, PDB, Sri Mulyani
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL
Kamis, 16 Juni 2016 | 13:18 WIB
CEGAH ILLEGAL FISHING
Rabu, 10 April 2019 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI