Berita
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020
Review
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Tingkatkan Sektor Litbang, Thailand Rilis Aturan Baru Soal Tax Holiday

A+
A-
0
A+
A-
0
Tingkatkan Sektor Litbang, Thailand Rilis Aturan Baru Soal Tax Holiday

Ilustrasi.

BANGKOK, DDTCNews – Guna meningkatkan daya saing global, Pemerintah Thailand merilis insentif baru untuk investasi penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Sekjen Dewan Investasi Thailand Duangjai Asawachintachit mengatakan pemerintah berupaya memanfaatkan lonjakan permintaan global di sektor tersebut karena terganggunya rantai pasokan yang disebabkan oleh kondisi pandemi Covid-19.

“Kami melihat R&D dan pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor paling penting dalam memperkuat daya saing negara,” katanya dikutip dari bangkokpost.com, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK

Insentif untuk R&D dan pengembangan SDM diberikan khusus untuk perusahaan yang melakukan investasi besar dalam kegiatan inovasi. Perusahaan yang memenuhi syarat akan memperoleh tax holiday hingga 13 tahun.

Dengan adanya tax holiday, perusahaan memperoleh pembebasan pajak penghasilan badan. Adapun, tarif pajak penghasilan badan yang berlaku umum adalah sebesar 20%. Tentunya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi.

Persyaratan yang harus dipenuhi adalah perusahaan harus menginvestasikan minimal senilai US$6,1 juta atau 1% dari total penjualan perusahaan dalam tiga tahun pertama untuk kegiatan R&D. Lama waktu tax holiday yang diberikan akan bergantung pada jumlah dana yang dialokasikan.

Baca Juga: Penerimaan Pajak dari Bukper Tembus Rp2 Triliun, Ini Strategi DJP

Kemudian, perusahaan yang mengadopsi program magang atau berinvestasi dalam teknologi canggih akan memenuhi syarat untuk insentif serupa. Misal, proyek semikonduktor dengan investasi tambahan dalam R&D dapat memenuhi syarat pembebasan hingga 5 tahun.

Perusahaan yang merekrut pekerja lokal Thailand untuk mengembangkan perangkat lunak, platform digital, atau konten digital dapat memenuhi syarat memperoleh tax holiday selama 8 tahun. Jangka waktu pemberian insentif bergantung pada jumlah pekerja lokal yang direkrut, jumlah biaya terkait R&D, dan sertifikasi internasional yang diperoleh. (vallen/rig)

Baca Juga: Pencabutan Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Pajak
Topik : thailand, sektor litbang, tax holiday, fasilitas pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Pemprov Klaim Setoran Pajak Kendaraan dari e-Samsat Terus Melonjak

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:00 WIB
PMK 141/2021

PMK Baru! Kemenkeu Revisi Aturan Jenis Kendaraan yang Dikenai PPnBM

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Bikin Kode Billing PPh Pasal 21 Lewat M-Pajak

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK

Wujud Keadilan Beban Pajak dalam UU HPP

berita pilihan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kasus Melandai, Dana Covid di Daerah Boleh Dibelanjakan untuk Hal Lain

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terealisasi 57,5%

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

Penerimaan Pajak dari Bukper Tembus Rp2 Triliun, Ini Strategi DJP

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)

Pencabutan Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Pajak

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK

Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ada Stiker Hologram Road Tax, Kendaraan Tak Taat Pajak Bakal Ketahuan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:00 WIB
BELGIA

Mitigasi Perubahan Iklim, Penerbangan Jarak Pendek Bakal Dipajaki

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

1,49 Juta Wajib Pajak Terima SP2DK pada 2020, Anda Dapat?

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Pinjaman Tanpa Bunga yang Dipungut PPh Pasal 23