Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Tak Semua PNS Bisa Digantikan Robot, Begini Penjelasan Korpri

A+
A-
1
A+
A-
1
Tak Semua PNS Bisa Digantikan Robot, Begini Penjelasan Korpri

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Korps Pegawai RI (Korpri) menanggapi hangatnya perbincangan mengenai rencana penggantian posisi pegawai negeri sipil (PNS) oleh artificial intelligence (AI) alias robot. Ide ini sebenarnya sempat beberapa kali diungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuannya, menyederhanakan birokrasi yang selama ini terkesan berbelit.

Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrullah menjelaskan penggantian tugas PNS nantinya tetap perlu melihat postur kebutuhan. Menurutnya, ada pekerjaan yang memang potensial digantikan oleh AI dan mesin. Namun, ada juga posisi PNS yang tidak bisa dijalankan oleh kecerdasan buatan.

"Contoh [pekerjaan] yang sudah banyak tergantikan itu adalah penjaga tol. Kemudian nanti yang mengawasi kayak di penjawab mesin itu operator. Untuk hal-hal yang bersifat mekanistik, hal-hal yang bersifat terus menerus itu nanti fungsi itu bisa digantikan oleh mesin," kata Zudan kepada awak media, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Pekerjaan lain yang juga berpotensi dikerjakan oleh AI dan mesin adalah pengawas jalan raya dan patroli. Keduanya bisa digantikan oleh kamera pengawas alias CCTV dengan spesifikasi yang lebih canggih.

"Dalam hal-hal tertentu bisa digantikan. Tapi dalam banyak hal, banyak yang tidak bisa tergantikan. Karena yang terkait dengan empati, terkait dengan kerja sama, terkait dengan kemanusiaan itu sampai saat ini belum bisa tergantikan oleh robot," kata Zudan.

Tugas seorang PNS yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, pengelolaan keuangan, atau tugas lain yang berhubungan dengan empati dan ketegasan, menurut Zudan, tentu tidak bisa digantikan oleh mesin. Artinya, wacana penggantian sejumlah posisi PNS oleh AI dan mesin pada dasarnya tidak akan mengancam eksistensi PNS.

Baca Juga: Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Zudan sendiri mengakui bahwa proses digitalisasi yang sudah dan masih berlangsung memang membuat postur PNS lebih ramping. Ia memberi contoh, adanya fasilitas Anjungan Dukcapil Mandiri yang disediakan Kemendagri. Fasilitas ini tentu mengurangi jumlah PNS yang bertugas di lapangan.

"Itulah merupakan bagian dari digital government atau pemerintahan berbasis digital," kata Zudan.

Kepada PNS, Zudan meminta agar tidak khawatir. Menurutnya, banyak tugas dan pekerjaan PNS yang tidak bisa tergantikan oleh kecerdasan buatan dan mesin. Kendati begitu, ia meminta PNS untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitasnya agar ritme kerjanya bisa lebih baik dan tak tergantikan oleh mesin.

Baca Juga: Core Tax System DJP Bakal Bisa Nyambung ke Blockchain

"PNS yang berkualitas tidak akan tergantikan oleh robot ataupun mesin. Tetapi kalau PNS yang enggak berkualitas ya pastilah tergantikan. Ini untuk memotivasi dan memacu para ASN agar menjadi ASN yang berkualitas," kata Zudan.

Seperti diketahui, isu tentang penggantian PNS oleh kecerdasan buatan kembali hangat. Sebenarnya, rencana ini sudah disinggung Presiden Jokowi sejak November 2019. "Saya sudah perintahkan juga ke Menteri PAN (Pendayagunaan Aparatur Negara) agar birokrasi diganti dengan artificial intelligence, kalau diganti artificial intelligence birokrasi kita lebih cepat saya yakin itu," kata Jokowi saat itu. (sap)

Baca Juga: Jokowi Setujui Perpanjangan Pemberian Insentif Pajak Mobil dan Rumah
Topik : PNS, ASN, robot, artificial intelligence, digitalisasi, kecerdasan buatan, Jokowi, Korpri

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 23 Desember 2021 | 14:00 WIB
KOTA SEMARANG

Target PAD Belum Tercapai, Pemkot Jamin Gaji ASN Aman

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:09 WIB
PERPRES 110/2021

Jokowi Siapkan Kursi Wakil Menteri untuk Dampingi Risma

Senin, 20 Desember 2021 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kucurkan Rp400 T untuk Dana Desa, Jokowi: Hati-hati Pengelolaannya

Sabtu, 18 Desember 2021 | 16:00 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

KSP Pastikan Bali Siap Sambut Delegasi Negara Anggota G-20

berita pilihan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Tanpa Harus ke Kantor Pajak, Ini Solusi Lupa EFIN dari DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:49 WIB
KP2KP BANAWA

Petugas Pajak Datangi Kantor Kecamatan, Ingatkan ASN Lapor SPT

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

WP Jangan Lupa! Dividen Bebas Pajak Perlu Dilaporkan di SPT Tahunan

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
THAILAND

Mantan Kepala SEC Beberkan Kelemahan Kebijakan Pajak Cryptocurreny