Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Sri Mulyani: Reformasi Sistem Kesehatan Jadi Salah Satu Tema APBN 2021

A+
A-
4
A+
A-
4
Sri Mulyani: Reformasi Sistem Kesehatan Jadi Salah Satu Tema APBN 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (tangkapan layar di Youtube Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut salah satu agenda yang akan didanai lewat APBN 2021 adalah reformasi sistem kesehatan setelah pandemi virus Corona (Covid-19).

Sri Mulyani mengatakan pandemi telah menunjukkan ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam sistem kesehatan di Indonesia. Hal itu terutama mengenai ketersediaan fasilitas layanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat.

"Adanya Covid-19 ini memberi sinyal jelas bahwa reformasi di bidang kesehatan nasional menjadi sangat penting," katanya melalui konferensi video, Jumat (8/5/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Ubah PMK Subsidi Bunga UMKM, Peran BPKP Diperluas

Sri Mulyani mengatakan tahun ini pemerintah telah menambah belanja di sektor kesehatan senilai Rp75 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya, dana tersebut sebagian digunakan untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan agar bisa merawat pasien Covid-19.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan rencana reformasi sistem kesehatan akan masuk dalam APBN 2021. Salah satu agendanya adalah memperbaiki fasilitas di Puskesmas serta meningkatkan jumlah tenaga kesehatan.

“Menghubungkan supply side dan demand side masyarakat yang terjangkau oleh akses pelayanan di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu tema APBN di 2021," ujarnya.

Baca Juga: Wow, Penerimaan Cukai Etil Alkohol Tumbuh 205,4%

Sri Mulyani mengatakan hingga saat ini pemerintah telah realokasi dana cadangan Kementerian Kesehatan untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 senilai Rp3,14 triliun. Dana tersebut telah disalurkan pada dua tahap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Ketua Gugus Tugas.

Pada tahap pertama, Kemenkes telah menyalurkan dana Rp336,1 miliar yang digunakan untuk penyaluran alat pelindung diri (APD) senilai Rp250 miliar, penyediaan alat kesehatan Rp51 miliar, dukungan operasional petugas kekarantinaan dan penyelidikan epidemiologi Rp15 miliar, serta penyediaan bahan medis habis Rp20 miliar.

Adapun penyaluran pada tahap kedua senilai Rp2,78 triliun. Seperti tahap pertama, dana tersebut juga digunakan untuk menyediakan alat kesehatan dan APD. Dana itu juga digunakan untuk penggantian klaim perawatan pasien di rumah sakit. Kemenkes akan mentransfer Rp975 miliar untuk 95 rumah sakit yang merawat 1.389 pasien. (kaw)

Baca Juga: Jokowi Rilis Perpres Baru, Bantuan Kartu Prakerja Bisa Diminta Kembali
Topik : Sri Mulyani, APBN 2021, kebijakan fiskal, reformasi sistem kesehatan, virus Corona
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:47 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 Juli 2020 | 10:08 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 Juli 2020 | 09:26 WIB
PMK 75/2020
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK