Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Soal Kewajiban Perpajakan, Ini Kata Pelaku Jastip

A+
A-
1
A+
A-
1
Soal Kewajiban Perpajakan, Ini Kata Pelaku Jastip

Ilustrasi tampilan utama laman marketplace Jastip Hello Bly.

JAKARTA, DDTCNews – Maraknya fenomena jasa titipan (Jastip) barang dari luar negeri menyisakan masalah terkait kepatuhan dalam ranah perpajakan. Pelaku usaha mengklaim akan patuh atas aturan perpajakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh pelaku usaha Jastip Nita Widodo. Perempuan yang juga bekerja di bagian pemasaran marketplace Jastip Hello Bly ini memastikan kepatuhan penyedia jasa dalam ranah perpajakan.

“Misal tadi ada pajak 10% yang bisa dikalkulasi dalam harga. Jadi, si pengguna Jastip masih dapat untung meski dengan pajak 10% dan Jastipnya masih dapat fee. Jadi kita pikirkan bagaimana cara mendistribusikan risiko dan keuntungan bersama,” katanya di kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) akhir pekan lalu.

Baca Juga: Apa Kabar Wacana Penggantian PPnBM dengan Cukai Karbon? Ini Kata DJBC

Nita tidak memungkiri menjamurnya Jastip terutama atas belanja di luar negeri karena faktor harga yang lebih murah. Selain itu, barang yang masuk kategori baru di Indonesia, kerap kali sudah menjadi barang diskon terutama di Eropa.

Dengan demikian, keuntungan penyedia Jastip di luar negeri dapat berlipat ganda. Namun, dia memastikan pelaku usaha Kastip akan taat atas aturan perpajakan yang berlaku.

Kepala Subdit Impor, Direktorat Teknis Kepabeanan DJBC Djanurindro Wibowo mengatakan aktivitas Jastip sejatinya dapat dimonitor oleh aparat kepabeanan. Oleh karena itu, dia mengimbau pelaku usaha dapat secara sukarela patuh atas aturan perpajakan.

Baca Juga: Tax Ratio Rendah, Pemerintah: Indikasi Ada Gap Kebijakan & Kepatuhan

Menurutnya, saluran bagi wajib pajak untuk bisa patuh akan terus diperbarui oleh otoritas. Pembaruan dibutuhkan agar pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

“Bea Cukai tidak sendiri, sharing data itu sekarang dilakukan dengan baik dengan negara lain. Ketika Anda melakukan tax refund di Belanda misalnya, kami bisa tahu aktivitas tersebut,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: DJBC: Pembukaan Kawasan Industri Rokok Terpadu di Sulsel Belum Pasti
Topik : jastip, bea cukai, DJBC
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 30 April 2020 | 12:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 28 April 2020 | 16:21 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN
Selasa, 28 April 2020 | 14:00 WIB
PENANGANAN VIRUS COVID-19
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 19:30 WIB
AUDIT BPK
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:53 WIB
AUDIT
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:06 WIB
CUKAI EMISI KARBON
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:17 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:11 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:41 WIB
KOTA SUKABUMI
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:27 WIB
KABUPATEN BULUNGAN
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:14 WIB
FILIPINA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:01 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:00 WIB
KONSULTASI