Berita
Senin, 28 September 2020 | 13:10 WIB
PMK 134/2020
Senin, 28 September 2020 | 12:06 WIB
KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Senin, 28 September 2020 | 11:30 WIB
PMK 134/2020
Senin, 28 September 2020 | 11:15 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand

A+
A-
2
A+
A-
2
Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Kesepakatan perdagangan bebas yang diteken pejabat Uni Eropa dan Vietnam berpotensi mengubah keseimbangan manufaktur di Kawasan tersebut. Kesepakatan itu memunculkan kekhawatiran di Thailand.

Perjanjian perdagangan bebas (The EU-Vietnam Free Trade Agreement) dan perjanjian perlindungan investasi (EU-Vietnam Investment Protection Agreement) akan mengurangi tarif dan memfasilitasi perdagangan kedua pihak.

“FTA ini adalah yang paling ambisius dan komprehensif yang dibuat UE dengan negara berkembang,” kata Pimchanok Vonkorpon, Direktur Jenderal Kebijakan dan Strategi Perdagangan Thailand, seperti dikutip pada Jumat (12/7/2019).

Baca Juga: PMK Baru Perpanjangan Masa Insentif Pajak Bakal Terbit Minggu Ini

Vietnam akan menurunkan tarif bea impor 65% dari UE akhir tahun ini. Penguranfan tarif mencakup 99% produk UE dalam 10 tahun. UE akan melakukan penurunan tarif bea impor 71% dari Vietnam, mencakup hampir semua produk Vietnam dalam 7 tahun.

Di sisi lain, kesepakatan itu berisiko memengaruhi ekspor mobil, komputer, dan sirkuit Thailand. Hal ini karena produsen pindah ke Vietnam untuk memanfaatkan perdagangan bebas dengan blok tersebut. Sektor garmen, beras, dan pengolah makanan laut juga bisa mengalami kerugian karena kesepakatan baru membuat produk Vietnam lebih kompetitif.

Menurutnya, pemasok otomotif di Thailand harus bersiap karena akan banyak perusahaan perakit mobil akan memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam. Industri lokal Thailand harus meningkatkan efisiensi dan mempercepat produksi kendaraan generasi terbaru agar kompetitif.

Baca Juga: Komisi Eropa Cari Celah Hukum Lawan Perencanaan Pajak Agresif

Sampai saat ini, Thailand mengekspor sekitar 10% mobil dan 11% produksi suku cadang mobil ke UE. Thailand, sambung Vonkorpon, perlu mengembangkan tenaga kerja terampil dan mengadopsi teknologi dan inovasi yang lebih tinggi.

“Ini untuk menambah nilai pada produk dan mempertahankan daya saing,” imbuh Pimchanok.

Jika banyak fasilitas produksi UE berimigrasi ke Vietnam, Thailand dapat fokus meningkatkan ikatan manufaktur dengan mitra lain. Jepang tetap menjadi sumber investasi asing terbesar di Thailand yang dengan menghasilkan US $ 86,6 miliar pada 2018 atau 37% dari total investasi.

Baca Juga: Simak, Restitusi atas Kelebihan Pajak Dalam Rangka Impor

Investasi dari China juga meningkat. Jumlah aplikasi dari bisnis China yang berharap untuk memindahkan fasilitas produksi ke Thailand meningkat tiga kali lipat. Hal ini terjadi karena kenaikan biaya di China.

Beberapa perusahaan teknologi termasuk Hewlett Packard (HP) dan Microsoft mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian produksi mereka dari China ke Thailand di tengah perang dagang Negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat.

Seperti dilansir aseantoday.com, Aat Pisanwanich, Director of the Centre for International Trade Studies at the University of the Thai Chamber of Commerce mengatakan perdagangan UE--Thailand akan menurun dalam beberapa bulan tanpa kesepakatan perdagangan untuk bersaing dengan perjanjian UE—Vietnam.

Baca Juga: Uni Eropa Akan Perketat Aturan Bisnis Digital

Perjanjian serupa dengan UE—Thailand akan memudahkan akses produsen Thailand untuk mengekspor barang-barang elektronik, makanan olahan, dan otomotif ke UE. Hal tersebut juga akan membuat Thailand lebih menarik bagi investor di industri teknologi dan perusahaan manufaktur. (MG-dnl/kaw)

Topik : Vietnam, Thailand, Uni Eropa, FTA, impor
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 04 September 2020 | 17:14 WIB
TIPS PAJAK
Selasa, 01 September 2020 | 14:04 WIB
KONSULTASI
Selasa, 01 September 2020 | 10:23 WIB
UNI EROPA
berita pilihan
Senin, 28 September 2020 | 13:10 WIB
PMK 134/2020
Senin, 28 September 2020 | 12:06 WIB
KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Senin, 28 September 2020 | 11:30 WIB
PMK 134/2020
Senin, 28 September 2020 | 11:15 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 10:35 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 09:58 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 09:45 WIB
BANTUAN SOSIAL
Senin, 28 September 2020 | 08:42 WIB
INSENTIF FISKAL
Senin, 28 September 2020 | 08:05 WIB
PENGADILAN PAJAK