Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Rupiah Berbalik Loyo Terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

A+
A-
0
A+
A-
0
Rupiah Berbalik Loyo Terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

Kurs Pajak 27 Juli - 2 Agustus 2022.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah berbalik melemah terhadap mayoritas mata uang negara mitra dagang untuk patokan pelunasan pajak (kurs beli) sepekan ke depan.

Pelemahan rupiah dibuka oleh dolar Amerika Serikat (AS), dengan nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp15.001 per dolar AS. Kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut tercatat naik dibandingkan posisi pekan lalu yang berada di angka Rp14.989 per dolar AS.

Kemudian, nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Kanguru ditetapkan senilai Rp10.338,41 per dolar Australia. Angka kurs pajak tersebut tercatat naik signifikan dibandingkan dengan posisi pada pekan lalu yang sejumlah Rp10.131,07 per dolar Australia.

Baca Juga: Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Kondisi berbeda terjadi terhadap ringgit Malaysia. Mata uang negeri Jiran ini terus melemah terhadap rupiah. Nilai kurs pajak pekan ini dipatok senilai Rp3.368,68 per ringgit Malaysia. Kurs pajak tersebut turun dari posisi pekan lalu yang berada pada angka Rp3.373,56 per ringgit Malaysia.

Sementara itu, dolar Singapura justru berbalik menguat terhadap rupiah. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp10.775,83 per dolar Singapura. Kurs pajak terhadap mata uang negara Merlion naik dibandingkan posisi minggu lalu yang berada di angka Rp10.673,19 per dolar Singapura.

Adapun nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp15.298,51. Kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan posisi minggu lalu yang berada pada angka Rp15.059,15 per euro.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.38/KM.10/2022. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 27 Juli 2022 - 02 Agustus 2022 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 15.001,00 12,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.338,41 207,34
3 Dolar Kanada (CAD) 11.625,67 122,75
4 Kroner Denmark (DKK) 2.055,03 31,27
5 Dolar Hongkong (HKD) 1.911,03 1,58
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.368,68 -4,88
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.341,17 148,42
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.504,20 36,69
9 Poundsterling Inggris (GBP) 17.975,22 183,58
10 Dolar Singapura (SGD) 10.775,83 102,64
11 Kroner Swedia (SEK) 1.462,01 43,80
12 Franc Swiss (CHF) 15.472,83 192,90
13 Yen Jepang (JPY) 10.901,28 27,55
14 Kyat Myanmar (MMK) 8,21 0,03
15 Rupee India (INR) 187,64 -0,46
16 Dinar Kuwait (KWD) 48.755,43 44,55
17 Rupee Pakistan (PKR) 67,06 -4,32
18 Peso Philipina (PHP) 266,33 -0,18
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 3.993,45 1,05
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 41,45 0,02
21 Bath Thailand (THB) 408,73 -2,61
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 10.770,94 75,07
23 Euro Euro (EUR) 15.298,51 239,36
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.217,88 -5,41
25 Won Korea (KRW) 11,43 0,01

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)

Baca Juga: Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Topik : kurs pajak, pajak, valuta asing, PPN, PPnBM, rupiah, ringgit Malaysia, dolar AS, euro, dolar Australia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA LAMONGAN

Petugas KPP Datangi Desa Gelap, Jaring Data Calon Wajib Pajak Baru

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:21 WIB
PER-30/PJ/2009

Hibah Bapak ke Anak Kandung Bukan Objek PPh, tapi Perlu Permohonan SKB

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PER-03/PJ/2022

Ingat! NIK Pembeli Sudah Bisa Dicantumkan dalam Faktur Pajak

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:37 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat di KPP yang Berbeda? Wajib Pajak Perlu Tahu Ini

berita pilihan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tak Sesuai Standar, Kemendag Amankan Produk Baja Impor Rp41,6 Miliar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Suami Meninggal, Bagaimana NPWP & Tunggakan Pajaknya? Begini Kata DJP

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Ingin Isu Pajak Masuk dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BLORA

Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengumuman! 3 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Sementara Sore Ini