Review
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Fokus
Literasi
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:09 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BELARUS
Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:00 WIB
PAJAK DAERAH (11)
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Reportase

Realisasi PNBP dari SDA Tembus 129%

A+
A-
1
A+
A-
1
Realisasi PNBP dari SDA Tembus 129%

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam (SDA) hingga 16 November 2018 mencapai Rp41,77 triliun atau 129% dari target yang dipatok sepanjang tahun sebesar Rp32,1 triliun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono menyebutkan realisasi PNBP tersebut terdiri dari penerimaan royalti Rp24,84 triliun, hasil penjualan Rp16,43 triliun dan iuran tetap yang berhubungan dengan lahan Rp490 miliar. Menurutnya penerimaan tersebut cukup fluktuatif dan mengikuti kondisi pasar.

"Realisasi PNBP dari sektor ini tergantung kondisi pasar, bisa meningkat maupun menurun penerimaannya. Kami tidak bisa mengontrol hal ini. Namun kami prediksi sektor mineral bisa menyumbang PNBP terbesar nantinya," katanya di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (21/11).

Baca Juga: Begini Strategi Pemerintah Kumpulkan PNBP Tahun Depan

Bambang memaparkan prediksi peningkatan realisasi penerimaan PNBP dari sektor mineral disebabkan karena adanya proses hilirisasi. Namun dari segi realisasi, PNBP sektor batu bara kini mendominasi sebanyak 70%-80% karena adanya kenaikan harga batu bara sejak awal tahun 2018.

Di samping tren harga batu bara yang meningkat, realisasi PNBP sektor minerba berhasil terdorong karena administrasi dan kebijakan dari pemerintah yang semakin membaik. Menurutnya pemerintah telah melakukan perbaikan tata kelola, kebijakan, regulasi dan penerbitan e-PNBP untuk menyetor melalui sistem berbasis online.

E-PNBP diterbitkan untuk mempercepat penyetoran, lebih transparan dan proses pendataan yang lebih terstruktur. Seluruh kewajiban pungutan dari perusahaan minerba sudah bisa dideteksi secara real time.

Baca Juga: Sengketa Pajak Interpretasi Objek PPN Kuasa Pertambangan Batu Bara

"Dengan e-PNBP, perusahaan yang mengemplang dan utang bisa dideteksi, bahkan proses administrasinya pun akan lebih tepat waktu," pungkasnya. (Amu)

Topik : pnbp, minerba, batu bara
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 01 Maret 2019 | 10:21 WIB
PERTAMBANGAN
Kamis, 28 Februari 2019 | 19:17 WIB
PERTAMBANGAN
Selasa, 26 Februari 2019 | 13:47 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 26 Februari 2019 | 11:25 WIB
BADAN LAYANAN UMUM
berita pilihan
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:53 WIB
UTANG LUAR NEGERI
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:01 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:38 WIB
KOTA SOLO
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:17 WIB
SIDANG BERSAMA DPR DAN DPD RI
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:05 WIB
KEP-368/PJ/2020
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:05 WIB
RUSIA
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:48 WIB
SIDANG BERSAMA DPR DAN DPD RI
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:39 WIB
PIDATO KENEGARAAN