Berita
Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:01 WIB
KOTA BOGOR
Sabtu, 04 Juli 2020 | 14:01 WIB
LAPORAN WHO
Sabtu, 04 Juli 2020 | 12:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Sabtu, 04 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN KUBU RAYA
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Minggu, 28 Juni 2020 | 15:12 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

A+
A-
0
A+
A-
0
Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

Ilustrasi. (agronews.com)

SEPULANGNYA dari kantor, seorang fiskus yang kalem ditanya oleh anaknya yang kebingungan menjawab PR sekolahnya tentang bentuk dan sistem ideologi politik di dunia. Setelah berpikir sejenak, fiskus itu pun mempersilakan anaknya bertanya.

+ Apa beda anarkisme, kapitalisme, environtalisme, totalitarianisme, diktatorianisme dan militerisme?

- Hah mudah sekali ini. Anarkisme: Kau punya dua sapi, entah kau jual murah atau mahal susunya, tetanggamu akan tetap mencoba membunuhmu dan merampas sapimu.

Baca Juga: Dua Ketentuan Tambahan yang Perlu Diketahui Fiskus Sebelum Kunjungi WP

- Kapitalisme: Kau punya dua sapi, kau jual satu, dan paksa yang satunya memproduksi susu sebanyak yang diproduksi 4 sapi. Dan kau kaget ketika sapimu meninggal.

- Environmentalisme: Kau punya dua sapi, pemerintah melarangmu mengambil susu sekaligus dagingnya.

- Totalitarianisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampasnya dan membantah bahwa sapi-sapi itu ada, lalu menyatakan susu sebagai barang terlarang.

Baca Juga: Apa Itu Fiskus?

- Diktatorianisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas keduanya dan menembakmu tanpa bertanya..

- Militerisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas keduanya dan kau harus ikut wajib militer

+ Waah... ayah cerdas sekali. Sekarang apa beda feodalisme, sosialisme, sosialisme murni, dan sosialisme birokratis?

Baca Juga: Masa WFH Fiskus Selesai Pekan Depan atau Diperpanjang? Ini Kata DJP

- Ini bahkan lebih mudah lagi. Feodalisme: Kau punya dua sapi, kau rawat, dan seorang keluarga ningrat merampas semua susunya.

- Sosialisme murni: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas dan memasukkannya ke kandang bersama sapi lainnya. Kau rawat semua sapi itu, dan pemerintah memberimu susu sebanyak yang kau butuhkan saja.

- Sosialisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas satu sapi dan memberikannya ke tetanggamu. Kau lalu mengajari tetanggamu cara merawat sapinya.

Baca Juga: Ujian Terakhir

- Sosialisme birokratis: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas dan memasukkannya ke kandang bersama sapi lainnya, lalu dirawat oleh peternak ayam. Kau sendiri merawat ayam yang ditinggalkan peternak tadi. Pemerintah memberimu susu dan telur sesuai peraturan yang berlaku.

+ Sungguh meyakinkan! Lalu apa beda fasisme, komunisme murni, komunisme Rusia, dan komunisme?

- Fasisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas keduanya, lalu mempekerjakanmu untuk merawat sapi itu, dan mewajibkanmu membeli susunya.

Baca Juga: Kembali ke Kantor

- Komunisme murni: Kau punya dua sapi, pemerintah mewajibkan tetanggamu untuk membantu merawat sapi itu, dan susunya kalian bagi dua.

- Komunisme Rusia: Kau punya dua sapi, kau rawat keduanya, tetapi pemerintah yang mengambil semua susunya.

- Komunisme: Kau punya dua sapi, pemerintah merampas dan merawatnya, lalu mempersilakanmu mengantre untuk mendapatkan susunya dalam antrean yang begitu panjang, sehingga begitu giliranmu tiba susunya sudah basi.

Baca Juga: DJP Minta Wajib Pajak Jangan Goda Fiskus Melanggar Aturan

+ Hmm. Coba ini, apa beda demokrasi murni, demokrasi perwakilan, dan demokrasi Amerika?

- Demokrasi murni: Kau punya dua sapi, tetanggamu yang memutuskan siapa yang berhak mendapatkan susunya.

- Demokrasi perwakilan: Kau punya dua sapi, tetanggamu memilih sembarang orang untuk mengatakan kepadamu, siapa yang berhak mendapatkan susunya.

Baca Juga: Terbaru, Ini Video Imbauan Integritas dari Dirjen Pajak

- Demokrasi Amerika: Pemerintah berjanji akan memberimu dua sapi jika kau memilih. Setelah Pemilu, Presiden dimakzulkan akibat berspekulasi tentang masa depan sapi. Pers lalu menyebutnya ‘Sapi-gate’, dan sapi-sapi itu lalu dilepaskan.

+ Bagaimana dengan demokrasi ala Partai Demokrat dan demokrasi ala Partai Republik?

- Wah ini agak sulit. Demokrasi ala Partai Demokrat: Kau punya dua sapi, tetanggamu tidak punya. Kau lalu merasa bersalah, dan memilih politisi yang akan memajaki sapimu hingga memaksamu menjual sapimu itu untuk melunasi pajak. Politisi itu lalu menggunakan uang pajakmu untuk membeli sapi dan memberikannya kepada tetanggamu. Kau merasa lega, dan Barbra Streisand menyanyi untukmu.

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

- Demokrasi ala Partai Republik: Kau punya dua sapi, tetanggamu tidak punya. Kau lalu pindah rumah mencari tetangga yang punya sapi.

+ Kalau demokrasi India, Inggris, Singapura dan Indonesia?

- Demokrasi India: Kau punya dua sapi, kau sembah mereka.

Baca Juga: Korupsi, 21 Petugas Pajak Dipecat

- Demokrasi Inggris: Kau punya dua sapi, kau beri makan otak kambing dan mereka jadi gila. Pemerintah lalu memberimu kompensasi untuk sapimu yang sakit, penghasilanmu yang hilang, dan hibah untuk tidak menggunakan lagi lahanmu, dan membuat konferensi pers bahwa semuanya baik-baik saja.

- Demokrasi Singapura: Kau punya dua sapi, dan pemerintah mendendamu karena menyimpan dua hewan ternak tak berizin di apartemen.

- Demokrasi Indonesia: Kau punya dua sapi, sapi yang satu kau jual untuk membeli pakan buat sapi yang lain. (Bsi)

Baca Juga: Hukuman Guillotine
Topik : anekdot pajak, humor pajak, cerita lucu, sapi, sosialisme, fiskus
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 11 Agustus 2017 | 16:31 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:01 WIB
KOTA BOGOR
Sabtu, 04 Juli 2020 | 14:01 WIB
LAPORAN WHO
Sabtu, 04 Juli 2020 | 13:01 WIB
ANDI BACHTIAR YUSUF:
Sabtu, 04 Juli 2020 | 12:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Sabtu, 04 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 04 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN KUBU RAYA
Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:12 WIB
PELAYANAN PAJAK
Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:01 WIB
PERPRES 72/2020
Sabtu, 04 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 04 Juli 2020 | 07:01 WIB
PROVINSI PAPUA BARAT