Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Selasa, 11 Desember 2018 | 20:38 WIB
ZAMBIA
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:52 WIB
KEPATUHAN PEGAWAI PAJAK
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:22 WIB
PENGEMBANGAN UMKM
 
Review
Senin, 10 Desember 2018 | 08:02 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:35 WIB
PROFESOR MIRANDA STEWART:
Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:22 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Fokus
Literasi
Selasa, 27 November 2018 | 10:52 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BULGARIA
Rabu, 21 November 2018 | 11:48 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (14)
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
 
Data & alat
Rabu, 05 Desember 2018 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 5-11 DESEMBER 2018
Rabu, 28 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 28 NOVEMBER-4 DESEMBER 2018
Rabu, 21 November 2018 | 09:23 WIB
KURS PAJAK 21-27 NOVEMBER 2018
 
Komunitas
Sabtu, 08 Desember 2018 | 09:23 WIB
SEMINAR DIGITALPRENEUR-STIAMI
Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:38 WIB
TRANSFER PRICING
Jum'at, 30 November 2018 | 18:04 WIB
SEMINAR TAXPLORE 2018-FIA UI
 
Reportase

Per November 2018, Target Pajak Daerah Sudah Tercapai 102%

1

Ilustrasi.

AIRMADIDI, DDTCNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) masih terus mendorong penerimaan pajak daerah walaupun realisasinya dari awal tahun hingga 2 November 2018 sudah melebihi target.

Kepala Badan Keuangan Minut Petrus Macarau menjelaskan realisasi penerimaan pajak daerah 2018 mencapai Rp41,89 miliar atau 102,3% dari target yang dipatok Rp40,16 miliar. Berdasarkan catatan tersebut, Pemkab  Minut berhasil mencatatkan surplus Rp932,96 juta.

“Kami masih berusaha agar semua sektor pajak daerah bisa dipungut secara maksimal sehingga pajak yang belum dibayarkan akan lunas sebelum tutup tahun,” ujarnya, melansir Manado Post Online, Senin (19/11).

Baca Juga: Lapak Bantul, Aplikasi yang Mudahkan Warga Bayar Pajak Daerah

Badan Keuangan Minut mencatat sejauh ini baru satu sektor pajak daerah yang telah menembus targetnya atau tercatat surplus dan berkontribusi tertinggi, yaitu bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

BPHTB berhasil mencatatkan penerimaan sebesar Rp17,25 miliar atau 128,63% dari target Rp13,41 miliar. Tertinggi kedua dari sektor pajak penerangan jalan yang mencapai Rp10,57 miliar atau 87,57% dari target Rp12,07 miliar.

Tertinggi ketiga dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) yang terealisasi Rp4,18 miliar atau 87,08% dari target Rp4,80 miliar. Lalu disusul oleh pajak restoran yang mencapai Rp3,78 miliar atau 95,69% dari target Rp3,95 miliar.

Baca Juga: Persaingan Ketat, Setoran Pajak Hotel Stagnan

Kemudian pajak mineral bukan logam dan batuan tercapai Rp1,85 miliar atau 97,36% dari target Rp1,90 miliar. Pajak perhotelan tercatat sudah terkumpul Rp1,73 miliar atau 96,11% dari target Rp1,80 miliar.

Adapun penerimaan pajak reklame tercatat Rp1,07 miliar atau 69,03% dari target Rp1,55 miliar. Pajak air tanah mencapai Rp510,02 juta atau 99,03% dari target Rp515 juta. Pajak hiburan terealisasi Rp105,39 juta atau 96,68% dari target Rp109 juta dan pajak sarang burung walet tercapai Rp25,61 juta atau 85,36% dari target Rp30 juta. (Amu)

Baca Juga: Sekda Klaim Kesadaran Pajak Meningkat

“Kami masih berusaha agar semua sektor pajak daerah bisa dipungut secara maksimal sehingga pajak yang belum dibayarkan akan lunas sebelum tutup tahun,” ujarnya, melansir Manado Post Online, Senin (19/11).

Baca Juga: Lapak Bantul, Aplikasi yang Mudahkan Warga Bayar Pajak Daerah

Badan Keuangan Minut mencatat sejauh ini baru satu sektor pajak daerah yang telah menembus targetnya atau tercatat surplus dan berkontribusi tertinggi, yaitu bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

BPHTB berhasil mencatatkan penerimaan sebesar Rp17,25 miliar atau 128,63% dari target Rp13,41 miliar. Tertinggi kedua dari sektor pajak penerangan jalan yang mencapai Rp10,57 miliar atau 87,57% dari target Rp12,07 miliar.

Tertinggi ketiga dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) yang terealisasi Rp4,18 miliar atau 87,08% dari target Rp4,80 miliar. Lalu disusul oleh pajak restoran yang mencapai Rp3,78 miliar atau 95,69% dari target Rp3,95 miliar.

Baca Juga: Persaingan Ketat, Setoran Pajak Hotel Stagnan

Kemudian pajak mineral bukan logam dan batuan tercapai Rp1,85 miliar atau 97,36% dari target Rp1,90 miliar. Pajak perhotelan tercatat sudah terkumpul Rp1,73 miliar atau 96,11% dari target Rp1,80 miliar.

Adapun penerimaan pajak reklame tercatat Rp1,07 miliar atau 69,03% dari target Rp1,55 miliar. Pajak air tanah mencapai Rp510,02 juta atau 99,03% dari target Rp515 juta. Pajak hiburan terealisasi Rp105,39 juta atau 96,68% dari target Rp109 juta dan pajak sarang burung walet tercapai Rp25,61 juta atau 85,36% dari target Rp30 juta. (Amu)

Baca Juga: Sekda Klaim Kesadaran Pajak Meningkat
Topik : pajak daerah, penerimaan pajak, kabupaten minahasa utara
artikel terkait
Senin, 24 Oktober 2016 | 09:59 WIB
YOGYAKARTA
Jum'at, 01 Juli 2016 | 14:42 WIB
YOGYAKARTA
Jum'at, 23 November 2018 | 14:32 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 15:03 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
berita pilihan
Selasa, 11 Desember 2018 | 10:10 WIB
KABUPATEN BANTUL
Selasa, 11 Desember 2018 | 08:49 WIB
KOTA BANDUNG
Senin, 10 Desember 2018 | 16:06 WIB
KABUPATEN TANGERANG
Senin, 10 Desember 2018 | 10:40 WIB
KABUPATEN GARUT
Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:43 WIB
PROVINSI BENGKULU
Rabu, 05 Desember 2018 | 11:42 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Rabu, 05 Desember 2018 | 08:52 WIB
PROVINSI RIAU
Selasa, 04 Desember 2018 | 10:21 WIB
KABUPATEN PANDEGLANG
Senin, 03 Desember 2018 | 10:51 WIB
KABUPATEN BOYOLALI
Rabu, 28 November 2018 | 11:50 WIB
KOTA MALANG
1