Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Penerimaan Pajak Diprediksi Tumbuh, Defisit Bisa Ditekan

A+
A-
0
A+
A-
0
Penerimaan Pajak Diprediksi Tumbuh, Defisit Bisa Ditekan

Penumpang memakai masker pelindung untuk mencegah terkena penyakit virus korona (COVID-19) duduk di dalam sebuah bus di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/hp/cfo

SEOUL, DDTCNews – Pemerintah Korea Selatan memprediksi penerimaan pajak di tahun ini akan tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini diyakini dapat menekan defisit fiskal.

Menteri Keuangan Korea Selatan Hong Nam-ki menargetkan defisit fiskal diperkirakan mencapai KRW68,1 triliun tahun ini. Angka tersebut setara dengan 3,2% dari produk domestik bruto (PDB).

“Kesehatan fiskal yang membaik terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan pajak dan peningkatan keuntungan dari pengoperasian dana pensiun nasional,” kata Hong Nam-ki dikutip, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

Dia menyampaikan proyeksi penerimaan pajak di tahun ini karena realisasi tahun lalu yang di atas ekspektasi pemerintah yang mencapai KRW344,1 triliun, atau naik KRW85,6 triliun dari realisasi tahun sebelumnya.

Bahkan, pemerintah Korea Selatan melaporkan kinerja penerimaan pajak tahun lalu surplus hingga KRW61,4 triliun.

“Penerimaan pajak meningkat tahun lalu setelah tahun kedua berturut-turut mengalami penurunan. Pada tahun 2020, penerimaan pajak turun KRW7,9 triliun akibat dampak dari pandemi Covid-19,” ujar Hing Nam-ki

Baca Juga: Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Kendati penerimaan pajak tahun ini diprediksi meningkat, jumlah utang juga diperkirakan ikut meningkat karena pengeluaran fiskal pemerintah yang ekspansif.

Terlebih lagi, Kementerian Keuangan mengusulkan tambahan anggaran belanja senilai KRW14 triliun pada bulan lalu sebagai insentif bagi pedagang yang dilanda pandemi. Untuk membiayainya, KRW11,3 triliun di antaranya berasal dari penerbitan utang pemerintah.

Dengan anggaran tambahan yang diusulkan, utang Korea Selatan diperkirakan mencapai KRW1.075,7 triliun pada 2022 dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 50,1%. (sap)

Baca Juga: Anggota Partai Ini Dukung Penolakan Hungaria atas Pajak Minimum Global

Topik : pajak internasional, APBN, Korea Selatan, defisit, kinerja fiskal

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:43 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juni 2022, Pemerintah Kumpulkan Rp7,1 Triliun dari PPN PMSE