Berita
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 15:01 WIB
IMPOR BARANG
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:01 WIB
RAPBN 2021
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:01 WIB
BANTUAN SOSIAL
Review
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:26 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:17 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Komunitas
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 14:01 WIB
MICHAEL BUERK:
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:08 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:42 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Pendeta Sekarat & Pencuri

A+
A-
0
A+
A-
0
Pendeta Sekarat & Pencuri

Ilustrasi. (theodysseyonline.com)

SEORANG pendeta tua tengah sekarat di rumahnya. Ia lalu mengirim pesan ke dua anggota jamaah gerejanya, seorang petugas pemeriksa pajak dan seorang pengacara, untuk menemani saat-saat terakhirnya.

Tak lama berselang, petugas pemeriksa pajak dan pengacara itu pun tiba di rumahnya, masuk ke dalam kamar sang pendeta, diantar oleh pembantu rumah tangganya.

“Kemari, masuk. Mendekatlah,” kata sang pendeta yang berbaring lemah di ranjangnya, begitu melihat petugas pemeriksa pajak dan pengacara itu memasuki kamar.

Baca Juga: Ujian Terakhir

Sejurus kemudian ia meminta si pengacara duduk di sisi kiri ranjangnya, sementara si petugas pemeriksa pajak duduk di sisi kanannya.

Sembari berbaring, sang pendeta lalu memegang tangan mereka, memejamkan mata, menarik napas panjang, dan tersenyum sambil melihat ke atas. Suasana hening. Tak seorang pun bicara.

Baik si petugas pemeriksa pajak maupun pengacara sama-sama terharu demi menyaksikan sang pendeta memilih mereka untuk menemani saat-saat terakhirnya.

Baca Juga: Kembali ke Kantor

Tapi mereka juga penasaran, kenapa sang pendeta memilih mereka berdua, karena selama ini mereka toh tidak cukup dekat, bahkan tidak terlalu saling mengenal.

Akhirnya, si pengacara pun akhirnya bertanya, “Wahai pendeta, kenapa kamu meminta kami menemanimu?”

Sang pendeta tua lalu menggeliat mencoba mengumpulkan sisa tenaganya, dan berkata lirih, “Yesus meninggal di antara dua pencuri. Aku juga ingin pergi dengan cara begitu.” (Bsi)

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

Topik : kartun pajak, anekdot pajak, humor pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 09 Januari 2017 | 10:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 15:01 WIB
IMPOR BARANG
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 14:01 WIB
MICHAEL BUERK:
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:01 WIB
RAPBN 2021
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:01 WIB
BANTUAN SOSIAL
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 11:15 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 10:01 WIB
PROVINSI BENGKULU
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 07:01 WIB
INSENTIF PAJAK