Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Rabu, 21 November 2018 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 20 November 2018 | 18:16 WIB
IRLANDIA
Selasa, 20 November 2018 | 18:00 WIB
BELANDA
 
Review
Rabu, 21 November 2018 | 08:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 November 2018 | 11:27 WIB
ANALISIS PAJAK INTERNASIONAL
Senin, 19 November 2018 | 07:12 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
Senin, 12 November 2018 | 16:42 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (13)
Kamis, 08 November 2018 | 15:49 WIB
KAMUS PAJAK
 
Data & alat
Rabu, 21 November 2018 | 09:23 WIB
KURS PAJAK 21-27 NOVEMBER 2018
Rabu, 14 November 2018 | 09:28 WIB
KURS PAJAK 14-20 NOVEMBER 2018
Rabu, 07 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 7-13 NOVEMBER 2018
 
Komunitas
Kamis, 15 November 2018 | 14:45 WIB
KUNJUNGAN PENDIDIKAN
Rabu, 14 November 2018 | 18:51 WIB
SEMINAR UNIVERSITAS MARANATHA
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
 
Reportase

Obat Tidak Manjur

1

Ilustrasi. 

PADA suatu pagi, kegelisahan menerpa Joni. Pria 35 tahun ini bingung karena resep obat yang diberikan oleh dokter langganannya tidak kunjung memberikan hasil. Badannya masih lemas, meskipun karyawan salah satu perusahaan swasta ini tetap memaksakan untuk bekerja hari itu.

“Ah, bagaimana pula ini. Tumben sekali, resep yang diberikan Dokter Harto tidak manjur!” geretunya di dalam mobil, saat hendak menuju ke kantor.

Hingga sore hari, tidak tampak perubahan signifikan yang terjadi pada dirinya. Dia pun berpikir untuk kembali lagi ke Dokter Harto. Maklum, resep obat Dokter Harto terkenal mahal karena ada jaminan sembuh dengan cepat, apalagi untuk kasus keluhan Joni.

Baca Juga: Tiga Profesi

Sepulang dari kantor, dia pun langsung mengarahkan mobilnya, melaju ke klinik Dokter Harto. Sesampainya di depan klinik, Joni langsung bilang ke resepsionis, “Mbak, saya mau ketemu Dokter Harto. Cepat ya!” Resepsionis pun langsung menjawab, “Oh iya Pak Joni. Tunggu sebentar.”

Maklum, Joni termasuk pelanggan setia klinik tersebut. Sekecil apapun keluhan atau penyakit yang dirasakannya, dia langsung berkunjung ke Dokter Harto. Setelah lima menit menunggu, Joni dipersilakan masuk ke ruang praktik.

“Dokter Harto, bagaimana ini. Resep obat yang Anda beri kepada saya tiga hari lalu enggak ngefek. Ada obat atau hal lain yang bisa saya coba? Saya sudah bayar mahal,” protesnya secara langsung.

Baca Juga: Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

“Hitung dan isi formulir pajak ini,” saran dokter sembari menyodorkan selembar kertas.

Sontak, Joni pun kaget dan menyeletuk, “Bagaimana bisa ini dapat membantu saya kembali sehat?”

“Saya tidak yakin juga sebenarnya,” jawab Dokter Harto sembari menimpali, “Tapi, beberapa pasien saya yang lain mengaku itu telah memberi mereka bantuan.” Kemudian, suasana berubah menjadi hening beberapa menit. (kaw)

Baca Juga: Menunggu Main Golf

Hingga sore hari, tidak tampak perubahan signifikan yang terjadi pada dirinya. Dia pun berpikir untuk kembali lagi ke Dokter Harto. Maklum, resep obat Dokter Harto terkenal mahal karena ada jaminan sembuh dengan cepat, apalagi untuk kasus keluhan Joni.

Baca Juga: Tiga Profesi

Sepulang dari kantor, dia pun langsung mengarahkan mobilnya, melaju ke klinik Dokter Harto. Sesampainya di depan klinik, Joni langsung bilang ke resepsionis, “Mbak, saya mau ketemu Dokter Harto. Cepat ya!” Resepsionis pun langsung menjawab, “Oh iya Pak Joni. Tunggu sebentar.”

Maklum, Joni termasuk pelanggan setia klinik tersebut. Sekecil apapun keluhan atau penyakit yang dirasakannya, dia langsung berkunjung ke Dokter Harto. Setelah lima menit menunggu, Joni dipersilakan masuk ke ruang praktik.

“Dokter Harto, bagaimana ini. Resep obat yang Anda beri kepada saya tiga hari lalu enggak ngefek. Ada obat atau hal lain yang bisa saya coba? Saya sudah bayar mahal,” protesnya secara langsung.

Baca Juga: Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

“Hitung dan isi formulir pajak ini,” saran dokter sembari menyodorkan selembar kertas.

Sontak, Joni pun kaget dan menyeletuk, “Bagaimana bisa ini dapat membantu saya kembali sehat?”

“Saya tidak yakin juga sebenarnya,” jawab Dokter Harto sembari menimpali, “Tapi, beberapa pasien saya yang lain mengaku itu telah memberi mereka bantuan.” Kemudian, suasana berubah menjadi hening beberapa menit. (kaw)

Baca Juga: Menunggu Main Golf
Topik : obat, anekdot pajak, humor pajak, cerita lucu
artikel terkait
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
Jum'at, 11 Agustus 2017 | 16:31 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Jum'at, 11 Agustus 2017 | 16:31 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 19 Juni 2017 | 15:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 15 Maret 2017 | 14:23 WIB
ANEKDOT AUDITOR
Terpopuler
1