Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Lockdown Lagi, Insentif Pajak Produsen Oksigen Medis Disiapkan

A+
A-
3
A+
A-
3
Lockdown Lagi, Insentif Pajak Produsen Oksigen Medis Disiapkan

Ilustrasi. Foto udara menunjukkan lalu lintas minimal di bundaran Kota Quezon, selama berlangsungnya penguncian dua minggu menyusul tingginya kasus positif virus corona (Covid-19), di Metro Manila, Filipina, Senin (9/8/2021). Gambari diambil menggunakan drone. ANTARA FOTO/REUTERS/Adrian Portugal/WSJ/djo

MANILA, DDTCNews - Presiden Filipina Rodrigo Duterte berencana memberi keringanan pajak kepada produsen oksigen medis yang sangat dibutuhkan ketika ada lonjakan kasus Covid-19 seperti saat ini.

Duterte mengatakan insentif pajak tersebut akan menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada para produsen karena permintaan oksigen medis diproyeksi masih akan terus meningkat beberapa waktu mendatang. Namin, dia tetap perlu bicara kepada Kongres sebelum memberikan insentif pajak.

"Mungkin saya akan berbicara dengan Kongres untuk memberi Anda keringanan pajak karena Anda memproduksi komponen yang sangat vital dalam perang melawan Covid-19 dan varian Delta," katanya, dikutip pada Kamis (11/8/2021).

Baca Juga: Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Duterte mengatakan semua rumah sakit di Filipina harus bersiap menyediakan stok oksigen tambahan karena lonjakan kasus Covid-19. Sebelumnya, World Health Organization (WHO) juga telah mendesak Filipina agar meningkatkan pasokan oksigen di tengah ancaman varian Delta.

Menurut Duterte, oksigen menjadi barang yang paling dibutuhkan masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Dia menegaskan pemerintah akan berupaya pasokan oksigen tersebut selalu tersedia.

Dirjen Administrasi Obat dan Makanan Eric Domingo menyebut pada saat ini, ada 81 produsen oksigen medis yang berlisensi di Filipina. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya baru memperoleh lisensi dalam sebulan terakhir sebagai upaya peningkatan produksi.

Baca Juga: Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

"Kami belum melihat kekurangan pasokan oksigen sejauh ini," ujarnya.

Menteri Perdagangan Ramon Lopez meyakinkan masyarakat mengenai pasokan oksigen medis yang tersedia tiga kali lebih banyak dari permintaan saat ini. Menurutnya, pabrik oksigen terus dibangun agar stok makin bertambah untuk mencegah kelangkaan.

"Surplus kapasitas saat ini mencakup kapasitas oksigen medis dan industri. Adapun yang terakhir juga dapat dialokasikan untuk menghasilkan oksigen medis jika dan bila diperlukan," katanya, seperti dilansir manilatimes.net.

Baca Juga: PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Saat ini, pemerintah menetapkan Filipina dalam status ‘berisiko tinggi’ Covid-19 sebagai akibat dari lonjakan kasus dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah juga kembali menerapkan lockdown pada 6-20 Agustus 2021 setelah varian Delta Covid-19 telah terdeteksi di 17 kota. (kaw)

Topik : Filipina, Rodrigo Duterte, lockdown, Covid-19, insentif pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 30 November 2021 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekonomi Kuartal IV, Sri Mulyani Tegaskan Akselerasi Dana PEN

Selasa, 30 November 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Awasi Pemakaian Insentif Pajak, DJP Distribusikan Data Lewat Aplikasi

Senin, 29 November 2021 | 18:00 WIB
VIETNAM

Insentif Penundaan Pembayaran Pajak Industri Otomotif Diperpanjang

Senin, 29 November 2021 | 15:23 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Serahkan DIPA & TKDD 2022, Jokowi Ingatkan Soal Risiko Ketidakpastian

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK