PENGECUALIAN objek pajak penghasilan (PPh) tidak hanya diberikan untuk natura dan/atau kenikmatan berupa makanan dan/atau minuman bagi seluruh pegawai serta natura dan/atau kenikmatan yang disediakan di daerah tertentu.
Pemerintah juga mengecualikan natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan/atau batasan tertentu dari objek pajak penghasilan (PPh). Selain itu, natura dan/atau kenikmatan yang harus disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan serta yang dibiayai APBN, APBD, dan/atau APBDes juga dikecualikan dari objek PPh.
Perincian ketentuan setiap jenis natura dan/atau kenikmatan yang dikecualikan dari objek PPh tersebut pun telah diuraikan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 55/2022 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 66/2023. Mengacu pada PP 55/2022 dan PMK 66/2023.
Seri kelas pajak kali ini akan membahas sekilas perihal ketentuan pengecualian dari objek PPh atas natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan batasan tertentu, yang diberikan untuk pelaksanaan pekerjaan, serta yang dibiayai APBN, APBD, dan/atau APBDes.
Penentuan natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan/atau batasan tertentu didasarkan pada: (i) jenis natura dan batasan tertentu dari natura berupa kriteria penerima dan/atau nilai dari natura; dan (ii) jenis kenikmatan dan batasan tertentu dari kenikmatan berupa kriteria penerima, nilai, dan/atau fungsi dari kenikmatan.
Perincian batasan tersebut tercantum dalam lampiran huruf A PMK 66/2023. Berdasarkan lampiran tersebut, ada 11 kelompok natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan batasan tertentu yang dikecualian dari objek PPh. Berikut perinciannya:
Adapun selisih lebih dari nilai natura atau kenikmatan yang diterima atau diperoleh penerima setelah dikurangi dengan batasan tertentu merupakan objek PPh. Misal, selama tahun 2024, PT Pule memberikan bingkisan kepada Tuan Rizal selaku pegawainya dengan perincian pemberian sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan tabel tersebut, perlakuan pengenaan PPh atas natura berupa bingkisan yang diterima Tuan Rizal adalah sebagai berikut:
Natura dan/atau kenikmatan yang harus disediakan pemberi kerja sehubungan dengan persyaratan mengenai keamanan, kesehatan, dan/atau keselamatan pegawai yang diwajibkan oleh kementerian atau lembaga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Natura dan/atau kenikmatan tersebut meliputi: (i) pakaian seragam; (ii) peralatan untuk keselamatan kerja; (iii) sarana antar jemput Pegawai; (iv) penginapan untuk awak kapal dan sejenisnya; dan/atau (v) natura dan/atau kenikmatan yang diterima dalam rangka penanganan endemi, pandemi, atau bencana nasional.
Penggantian atau imbalan berupa natura dan kenikmatan yang bersumber dari APBN, APBD, atau APBDes dikecualikan dari objek PPh. Namun, ketentuan pengecualian natura dan/atau kenikmatan yang bersumber atau dibiayai APBN, APBD, dan/atau APBDes dari objek PPh tidak diatur lebih lanjut dalam PMK 66/2023. Simak Natura dari APBN Bukan Objek Pajak Penghasilan, Ini Sebabnya. (sap)