Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Jutaan Dolar Hilang Akibat Keringanan Pajak Ini

0
0

NEW YORK, DDTCNews – Sejak 2011, Departemen Keuangan Kota New York telah memberikan keringanan pajak bagi orang lanjut usia (lansia) berpenghasilan rendah dan pemilik properti yang sudah meninggal dunia.

Pengawas Kota Scott Stringer mengatakan lebih dari 3.200 pemilik properti warisan ini telah menikmati fasilitas tersebut. Akibatnya, ada potensi puluhan juta dolar penerimaan pajak yang hilang.

“Kota ini kehilangan potensi penerimaan pajak sekitar US$59,2 juta sejak pemberian keringanan pajak properti pada orang yang meninggal dunia sejak 2011,” ujar Stringer.

Baca Juga: Serang Balik, Uni Eropa Ancam Terapkan Pajak Pada Barang AS

Stringer menambahkan, para penerima fasilitas yang telah berusia lanjut ini seharusnya melakukan daftar ulang setiap dua tahun. Akan tetapi, Departemen Keuangan  hanya memperpanjang fasilitas keringanan pajak ini tanpa mengetahui apakah pemiliknya sudah meninggal dunia atau belum.

“Padahal pendapatan pajak yang hilang ini bisa jadi modal untuk pembangunan perumahan murah untuk rakyat, yang saat ini sangat dibutuhkan atau bisa juga untuk biaya pendidikan bagi anak-anak,” kata Stringer.

Para auditor Stringer menemukan pemeriksaan kepemilikan properti ini sudah lama tidak dilaksanakan, sejak sekitar 10 tahun yang lalu. Para pemilik properti baru, yang terkadang berasal dari perusahaan maupun orang pribadi kerap kali mendapatkan keringan pajak atas besaran pajak properti yang seharusnya terutang.

Baca Juga: Untung Besar, 60 Perusahaan AS Ini Justru Tidak Bayar Pajak

Keringanan ini harusnya hanya diberikan untuk satu sampai 3 rumah, kondominium atau kepemilikan rumah bagi warga yang telah berumur lebih dari 65 tahun dan memiliki penghasilan kurang dari US$37 ribu dalam setahun.

Para pejabat Departemen Keuangan, dilansir Daily News New York,  saat ini tengah berusaha mengidentifikasi para penerima keringanan pajak yang tidak memiliki kualifikasi dan memastikan semua penerima fasilitas keringanan ini untuk melakukan daftar ulang setiap dua tahun.  (Amu)

Baca Juga: Sindir Trump, Calon Presiden AS Ini Beberkan SPT ke Publik

“Kota ini kehilangan potensi penerimaan pajak sekitar US$59,2 juta sejak pemberian keringanan pajak properti pada orang yang meninggal dunia sejak 2011,” ujar Stringer.

Baca Juga: Serang Balik, Uni Eropa Ancam Terapkan Pajak Pada Barang AS

Stringer menambahkan, para penerima fasilitas yang telah berusia lanjut ini seharusnya melakukan daftar ulang setiap dua tahun. Akan tetapi, Departemen Keuangan  hanya memperpanjang fasilitas keringanan pajak ini tanpa mengetahui apakah pemiliknya sudah meninggal dunia atau belum.

“Padahal pendapatan pajak yang hilang ini bisa jadi modal untuk pembangunan perumahan murah untuk rakyat, yang saat ini sangat dibutuhkan atau bisa juga untuk biaya pendidikan bagi anak-anak,” kata Stringer.

Para auditor Stringer menemukan pemeriksaan kepemilikan properti ini sudah lama tidak dilaksanakan, sejak sekitar 10 tahun yang lalu. Para pemilik properti baru, yang terkadang berasal dari perusahaan maupun orang pribadi kerap kali mendapatkan keringan pajak atas besaran pajak properti yang seharusnya terutang.

Baca Juga: Untung Besar, 60 Perusahaan AS Ini Justru Tidak Bayar Pajak

Keringanan ini harusnya hanya diberikan untuk satu sampai 3 rumah, kondominium atau kepemilikan rumah bagi warga yang telah berumur lebih dari 65 tahun dan memiliki penghasilan kurang dari US$37 ribu dalam setahun.

Para pejabat Departemen Keuangan, dilansir Daily News New York,  saat ini tengah berusaha mengidentifikasi para penerima keringanan pajak yang tidak memiliki kualifikasi dan memastikan semua penerima fasilitas keringanan ini untuk melakukan daftar ulang setiap dua tahun.  (Amu)

Baca Juga: Sindir Trump, Calon Presiden AS Ini Beberkan SPT ke Publik
Topik : berita pajak internasional, amerika serikat, keringanan pajak
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
berita pilihan
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG
Senin, 03 September 2018 | 15:12 WIB
INDIA
Senin, 11 Juni 2018 | 15:50 WIB
VIETNAM