Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Jadi Orang Pertama

0
0

SUASANA unit gawat darurat rumah sakit swasta yang terkenal mahal itu tiba-tiba heboh. Satu dua perawat berlarian. Beberapa orang masuk. Ada yang menangis. Rupanya ada korban kecelakaan masuk. Seorang lelaki baru saja tertabrak truk gandeng.

Dua perawat dan dua dokter bergegas membaringkan lelaki malang itu di ranjang. Ia pingsan dengan wajah bersimbah darah. Rupanya kepalanya bocor. Dokter pun langsung menjahitnya. Infus dan alat napas dipasang, juga detektor jantung. Semua dilakukan dengan cepat.

Dua jam berselang, lelaki itu siuman, tapi masih belum sepenuhnya sadar. Hampir seluruh badannya dibalut perban. Masa kritisnya memang sudah lewat. Tapi sakit di sekujur badannya baru ia rasakan, terutama sakit pada bagian belakang kepalanya.

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

Hanya beberapa tindak dari pembaringan lelaki malang itu, di ruangan dokter yang sengaja dikunci, dua dokter yang tadi memeriksa lelaki malang tersebut sedang berdebat keras. Keduanya sama-sama ngotot dan tidak mau mengalah.

“Ada apa ini!” kata dokter pertama dengan suara meninggi. “Tidak seperti ini prosedurnya. Aku tidak mau tanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu. Kita musti profesional. Kita jalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku!”

“Tentu ini sesuai prosedur,” kata dokter kedua. “Pasien yang tertabrak truk gandeng itu pemeriksa pajak yang kemarin memeriksa seluruh dokter di rumah sakit ini. Gegar otaknya sangat parah. Dia hanya punya dua hari untuk hidup. Nah, dia sekarang sadar.”

Baca Juga: Transplantasi Hati

“Jadi apa maumu?” sahut dokter pertama.

“Simpel saja. Aku mau jadi orang pertama yang mengabarkan itu kepadanya.” (Bsi)

Baca Juga: Kisah Gembala dan Anjingnya

Dua jam berselang, lelaki itu siuman, tapi masih belum sepenuhnya sadar. Hampir seluruh badannya dibalut perban. Masa kritisnya memang sudah lewat. Tapi sakit di sekujur badannya baru ia rasakan, terutama sakit pada bagian belakang kepalanya.

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

Hanya beberapa tindak dari pembaringan lelaki malang itu, di ruangan dokter yang sengaja dikunci, dua dokter yang tadi memeriksa lelaki malang tersebut sedang berdebat keras. Keduanya sama-sama ngotot dan tidak mau mengalah.

“Ada apa ini!” kata dokter pertama dengan suara meninggi. “Tidak seperti ini prosedurnya. Aku tidak mau tanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu. Kita musti profesional. Kita jalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku!”

“Tentu ini sesuai prosedur,” kata dokter kedua. “Pasien yang tertabrak truk gandeng itu pemeriksa pajak yang kemarin memeriksa seluruh dokter di rumah sakit ini. Gegar otaknya sangat parah. Dia hanya punya dua hari untuk hidup. Nah, dia sekarang sadar.”

Baca Juga: Transplantasi Hati

“Jadi apa maumu?” sahut dokter pertama.

“Simpel saja. Aku mau jadi orang pertama yang mengabarkan itu kepadanya.” (Bsi)

Baca Juga: Kisah Gembala dan Anjingnya
Topik : anekdot pajak, humor pajak, humor pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 18 Juni 2016 | 13:03 WIB
KARTUN PAJAK
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 21 April 2017 | 20:29 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 26 Februari 2019 | 16:00 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:33 WIB
ANEKDOT EKONOM
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 06 Agustus 2019 | 19:01 WIB
ANEKDOT AUDITOR