Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

G20: Brexit Sebabkan Ekonomi Global Bergejolak

0
0
Pertemuan negara-negara G20 di Chengdu, China, news.cn

CHENGDU, DDTCNews -  G20 mendesak Inggris untuk tetap menjalin hubungan kerjasama dengan European Union (EU), pasalnya G20 memprediksikan brexit akan membuat ketidakpastian ekonomi global yang sedang terjadi saat ini semakin meningkat.

Menteri Keuangan Inggris Phillip Hammond tidak menampik risiko itu, menurutnya brexit memang telah menjadi suatu masalah besar. Di samping persoalan global lainnya seperti konflik geopolitik, teroris dan maraknya gelombang pengungsi dari negara berkonflik.

“Selama belum tercapai kesepakatan dalam negosiasi antara Inggris dengan EU, maka konsekuensi ekonomi dan keuangan global masih akan berlanjut,” ujarnya saat menghadiri pertemuan G20 di Chengdu, Cina.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Sementara itu, Managing Director IMF Christine Lagarde menyatakan pertemuan G20 diadakan di tengah ketidakpastian politik akibat pemungutan suara brexit yang mengakibatkan pasar keuangan tidak stabil.

Menurut data yang dirilis akuntan EY, tercatat 66 perusahaan di Inggris telah menerbitkan profit warning yang merupakan terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008 lalu.

Minggu lalu, seperti dilansir bbc.com, International Monetary Fund (IMF) mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris dari 1,9% menjadi 1,7%. Sementara, pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 juga dikoreksi lebih rendah, dari 3,2% menjadi 3,1%.

Baca Juga: Perlunya Standarisasi Laporan Transparansi Pajak

Para analis ekonomi berharap pada hari Rabu (27/7), ekonomi Inggris di kuartal kedua tahun 2016 akan tumbuh 0,5% lebih tinggi dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. (Amu)

“Selama belum tercapai kesepakatan dalam negosiasi antara Inggris dengan EU, maka konsekuensi ekonomi dan keuangan global masih akan berlanjut,” ujarnya saat menghadiri pertemuan G20 di Chengdu, Cina.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Sementara itu, Managing Director IMF Christine Lagarde menyatakan pertemuan G20 diadakan di tengah ketidakpastian politik akibat pemungutan suara brexit yang mengakibatkan pasar keuangan tidak stabil.

Menurut data yang dirilis akuntan EY, tercatat 66 perusahaan di Inggris telah menerbitkan profit warning yang merupakan terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008 lalu.

Minggu lalu, seperti dilansir bbc.com, International Monetary Fund (IMF) mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris dari 1,9% menjadi 1,7%. Sementara, pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 juga dikoreksi lebih rendah, dari 3,2% menjadi 3,1%.

Baca Juga: Perlunya Standarisasi Laporan Transparansi Pajak

Para analis ekonomi berharap pada hari Rabu (27/7), ekonomi Inggris di kuartal kedua tahun 2016 akan tumbuh 0,5% lebih tinggi dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, brexit, g20
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Selasa, 18 September 2018 | 10:43 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 02 Mei 2018 | 10:18 WIB
KEAMANAN DATA PAJAK
Senin, 27 November 2017 | 16:13 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN
Rabu, 12 Oktober 2016 | 10:53 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 17 November 2017 | 15:18 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK