Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Fasilitas Pengurangan Tarif PPh 50% Bakal Dihapus, Ini Kata Akademisi

A+
A-
9
A+
A-
9
Fasilitas Pengurangan Tarif PPh 50% Bakal Dihapus, Ini Kata Akademisi

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Santoso Tri Hananto memaparkan materi dalam webinar bertajuk Penyesuaian Insentif Wajib Pajak UKM, Rabu (4/8/2021). (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews - Rencana penghapusan fasilitas pengurangan tarif sebesar 50% dalam Pasal 31E UU Pajak Penghasilan (PPh) harus dibarengi dengan pemberian edukasi akuntansi dan perpajakan, termasuk untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Santoso Tri Hananto mengatakan edukasi akuntansi dan perpajakan diperlukan untuk membentuk kesadaran pajak sampai level masyarakat awam. Sistem serta aplikasi akuntansi dan perpajakan yang sederhana untuk UMKM juga diperlukan.

“Penghapusan Pasal 31E UU PPh tidak akan menimbulkan ‘tsunami yang besar’ pada UMKM tetapi tetap berpengaruh bagi wajib pajak yang sudah lama memanfaatkan fasilitas PPh Pasal 31E UU PPh. Pemerintah tetap perlu memberikan keberpihakan pada UMKM,” ujarnya dalam webinar bertajuk Penyesuaian Insentif Wajib Pajak UKM, Rabu (4/8/2021)

Baca Juga: BKPM Jamin Insentif Pajak Bisa Diurus Lewat OSS Kurang dari Sebulan

Dalam Pasal 31E UU PPh disebutkan wajib pajak dalam negeri beromzet sampai dengan Rp50 miliar mendapat fasilitas pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif umum (Pasal 17) yang dikenakan atas penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar.

Fasilitas tersebut membuat tarif PPh badan sebesar 22% pada 2021 akan didiskon menjadi 11% bagi wajib pajak dengan penghasilan kurang dari Rp50 miliar. Rencana penghapusan fasilitas ini sudah masuk dalam RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Menurut Santoso, setidaknya ada 3 landasan yang mendorong dihapusnya Pasal 31E UU PPh. Pertama, PPh Pasal 31E dirancang sebagai insentif pada waktu penerapan tarif tunggal PPh badan 28%. Kedua, wajib pajak UMKM dengan omzet dibawah 4,8M telah dikenakan PPh Final 0,5%.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Perluas Cakupan Tax Allowance, Begini Skemanya

Ketiga, pada 2022, tarif PPh badan akan turun menjadi 20% sehingga PPh Pasal 31E tidak relevan. Namun, Santoso menekankan penghapusan Pasal 31E UU PPh masih berupa rencana yang tercantum dalam RUU KUP sehingga masih dimungkinkan adanya perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, Santoso menyatakan meskipun penghapusan fasilitas Pasal 31E UU PPh memberikan kemudahan bagi wajib pajak karena dikenakan 1 jenis tarif, PPh yang akan dibayarkan akan lebih tinggi.

Di sisi lain, sambungnya, tarif PPh badan akan kembali turun menjadi 20% mulai 2022 sehingga beban pajak akan lebih rendah dari sebelumnya. Selain itu, meskipun ada pembatasan waktu, UMKM juga masih bisa memanfaatkan fasilitas PPh final sesuai dengan PP 23/2018.

Baca Juga: Fitur Permohonan Insentif PPh Pasal 25 Sudah Tersedia di DJP Online

“Insentif PPh [PP 23/2018] perlu jangka waktu agar UMKM berusaha naik peringkat dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Namun, harus ada antisipasi terhadap RUU KUP yang memberi rambu-rambu dihapusnya Pasal 31E UU PPh,” jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah pendaftar webinar ini mencapai 1.083 orang. Webinar yang digelar DDTC Academy ini merupakan salah satu seri dari Webinar Series: University Roadshow. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan HUT ke-14 DDTC. (kaw)

Baca Juga: Pacu Industri Cip, Korea Selatan Makin Jorjoran Beri Insentif Pajak
Topik : Webinar Series University Roadshow, DDTC Academy, UMKM, insentif pajak, UU PPh, RUU KUP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 31 Juli 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI BENGKULU

Dimulai Besok! Pemprov Adakan Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Minggu, 31 Juli 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet UMKM Lampaui Rp4,8 M, PPh Final Berlaku Sampai Akhir Tahun Pajak

Minggu, 31 Juli 2022 | 13:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ingin Bangun 11 Pabrik Cip di AS, Samsung Minta Keringanan Pajak

Minggu, 31 Juli 2022 | 09:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Insentif Pajak atas Hasil Litbang yang Memperoleh HaKI

berita pilihan

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Audit Kepabeanan?

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

BKPM Jamin Insentif Pajak Bisa Diurus Lewat OSS Kurang dari Sebulan

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Buka Opsi Perluas Cakupan Tax Allowance, Begini Skemanya

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA LAMONGAN

Petugas KPP Datangi Desa Gelap, Jaring Data Calon Wajib Pajak Baru

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:21 WIB
PER-30/PJ/2009

Hibah Bapak ke Anak Kandung Bukan Objek PPh, Tapi Perlu Permohonan SKB

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PER-03/PJ/2022

Ingat! NIK Pembeli Sudah Bisa Dicantumkan dalam Faktur Pajak

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:37 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat di KPP yang Berbeda? Wajib Pajak Perlu Tahu Ini

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Susun RAPBN 2023, Begini Proyeksi Sri Mulyani Soal Penerimaan Negara

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II

Dilakukan Serentak! Kantor Pajak Sita Mobil, Tanah Hingga Rekening WP

Senin, 08 Agustus 2022 | 15:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Masuki Kuartal III/2022, Kemenkeu Prediksi Kinerja Ekonomi Makin Kuat