Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Senin, 24 Januari 2022 | 19:00 WIB
KAMUS CUKAI
Senin, 24 Januari 2022 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Komunitas
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Senin, 24 Januari 2022 | 15:31 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022 | 13:38 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Perpajakan.id

Dunia Usaha Pulih Tahun Depan, Target Setoran Pajak Bakal Lebih Tinggi

A+
A-
0
A+
A-
0
Dunia Usaha Pulih Tahun Depan, Target Setoran Pajak Bakal Lebih Tinggi

Ilustrasi. 

KUALA LUMPUR, DDTCNews - Otoritas pajak dari Malaysia, Inland Revenue Board (IRB) menargetkan penerimaan pajak langsung pada 2022 sejumlah RM139,3 miliar atau sekitar Rp473,1 triliun.

Kepala IRB Mohd Nizom Sairi menilai target tersebut sangat realistis pada periode pemulihan dari pandemi Covid-19. Menurutnya, kinerja dunia usaha pada 2022 akan pulih sehingga setoran pajak penghasilan (PPh) badan bakal lebih tinggi.

"Proyeksi penerimaan PPh badan pada 2022 sedikit lebih banyak dari pemungutan pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19," katanya, dikutip pada Minggu (25/11/2021).

Baca Juga: Pembetulan Bukti Pot/Put Unifikasi, Wajib Pajak Perlu Syarat Ini

Nizom menuturkan target penerimaan tersebut berasal dari pengumpulan bruto pajak langsung secara keseluruhan, termasuk PPh orang pribadi, PPh badan, pajak minyak bumi, dan pajak lainnya, sebelum klaim restitusi.

Menurutnya, penetapan target tersebut juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,9% pada tahun depan.

Saat ini, lanjutnya, otoritas telah mengumpulkan dan mempelajari data historis penerimaan pajak pada periode-periode sebelumnya. Meski masih dibayangi pandemi Covid-19, ia optimistis ekonomi akan membaik sehingga berdampak positif pada penerimaan pajak.

Baca Juga: Ingat, Wajib Lapor Berkala di DJP Online Agar Dividen Bebas Pajak

Mengenai rasio pajak langsung terhadap PDB Malaysia, ia memperkirakan angkanya hanya akan sebesar 7,9%. Rasio tersebut masih akan melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak 2019 menjadi sebesar 9,5% atau 1,7 poin lebih rendah dari rata-rata OECD.

"Memang trennya menurun dari 2020 yang mencapai 8,4% dan diperkirakan rasionya akan berada di 7,9% untuk tahun 2022," ujar Nizom.

Untuk rasio pajak tidak langsung terhadap PDB, sambungnya, angkanya hanya 3,2% atau di bawah rata-rata OECD sebesar 10,9%. Dia menilai secara statistik struktur pajak Malaysia masih bergantung pada pajak langsung dibandingkan dengan pajak tidak langsung.

Baca Juga: Ingat, Pelayanan Pajak Gratis! Laporkan Kalau Temui Pelanggaran

Proporsi pajak langsung dan tidak langsung berdasarkan rata-rata OECD adalah sekitar 50:50. Namun di Malaysia, rasionya sekitar 75:25.

Melihat tren tersebut, Mohd Nizom berpendapat sistem perpajakan Malaysia perlu diubah dengan memperluas basis pajak, seperti pengenaan pajak konsumsi. Meski demikian, ia mengakui kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan.

"Tidak hanya akan memperlebar penerimaan pajak, tetapi kami juga sepakat bahwa ini adalah cara pengumpulan pajak yang lebih efisien dan memperkecil ruang kebocoran," tuturnya seperti dilansir malaymail.com. (rig)

Baca Juga: Terapkan Pajak Karbon, Indonesia Amankan 'Leadership' di Level Global

Topik : malaysia, penerimaan pajak, pph badan, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:00 WIB
SE-52/PJ/2021

Ditjen Pajak Terbitkan Surat Edaran Soal Tafsir dan Penerapan P3B

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Biar Restitusi Lancar, IRS Minta SPT Disampaikan Secara Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani & Menkeu Singapura Tanda Tangani MoU, Termasuk Soal Pajak

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:30 WIB
SELEBRITAS

Ghozali Kreator NFT Akhirnya Datangi Kantor Pajak, Ada Apa?

berita pilihan

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:24 WIB
PER-24/PJ/2021

Pembetulan Bukti Pot/Put Unifikasi, Wajib Pajak Perlu Syarat Ini

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:26 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Ingat, Wajib Lapor Berkala di DJP Online Agar Dividen Bebas Pajak

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ingat, Pelayanan Pajak Gratis! Laporkan Kalau Temui Pelanggaran

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:30 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN

Insentif dari Kawasan Berikat dan KITE Sudah Terserap Rp47 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:00 WIB
PP 3/2022

Konfirmasi Transaksi Saham Hingga Rp10 Juta Kini Bebas Bea Meterai

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE

Pembuktian Data di Sidang Online Pengadilan Pajak, Ini Hasil Surveinya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:30 WIB
SELEBRITAS

Setelah Kunjungi Kantor Pajak, Ghozali 'NFT' Pamer Kartu NPWP Barunya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:00 WIB
INDIA

Pengusaha Minta Kredit Pajak Masukan Segera Dipulihkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:53 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wamenkeu Ungkap Alasan Diskon PPnBM Mobil & PPN Rumah DTP Diperpanjang