Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Disrupsi Sistem Kerja Kantor Akuntan dan Pajak Akibat Covid-19

A+
A-
7
A+
A-
7
Disrupsi Sistem Kerja Kantor Akuntan dan Pajak Akibat Covid-19

MEREBAKNYA pandemi Covid-19 menyebabkan krisis perekonomian yang mungkin saja lebih besar dari yang pernah terjadi sebelumnya. Krisis ekonomi ini tidak hanya berdampak bagi negara, profesi, ataupun populasi tertentu saja, tetapi juga berdampak ke semua negara di seluruh penjuru dunia.

Adanya imbauan social distancing mampu mengubah pola kerja dan pola interaksi di berbagai perusahaan. Saat ini, tuntutan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Persoalan dan tantangan tersebut menjadi bahasan menarik dalam jurnal yang berjudul ‘How CPA Firms Are Responding to the Coronavirus Crisis’. Jurnal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh empat akademisi yang ahli di bidang akuntansi. Adapun keempat akademisi tersebut ialah Matthew J. Hayes, Nicholas C. Hunt, Sonja E. Pippin, dan Jeffrey A. Wong. Tidak hanya memberikan informasi terkait seriusnya krisis yang saat ini terjadi, penulis turut memberi gambaran menarik atas adanya sistem kerja jarak jauh.

Baca Juga: Jokowi Sebut Pandemi Segera Berakhir, Tetapi Ekonomi Belum Normal

Pada bagian awal, penulis menjelaskan bahwa telah melakukan survei kepada akuntan publik di Amerika Serikat yang memberikan layanan untuk berbagai industri. Perlu dipahami bahwa di tengah pandemi dan banyaknya perubahan kebijakan, perusahaan masih membutuhkan peran akuntan. Secara garis besar, jurnal ini membahas terkait kapan perusahaan menyadari saat terjadinya krisis, bagaimana mengatasi dampaknya, dan pembelajaran atas situasi yang tidak terduga ini,

Para akuntan mulai menyadari adanya krisis yang harus diwaspadai ketika tiga hal ini terjadi. Pertama, penundaan pengajuan pengembalian dan batas waktu pembayaran pajak. Kedua, adanya kebijakan meliburkan kegiatan operasional sekolah dan kegiatan usaha tertentu. Ketiga, permintaan klien untuk menjadwal ulang atau menunda pertemuan yang sudah disepakati.

Terjadinya ketiga hal di atas mampu meningkatkan kewaspadaan perusahaan untuk menciptakan sistem kerja baru untuk menghindari penyebaran pandemi. Beberapa perusahaan mulai menerapkan aturan physical distancing di lingkungan kantornya. Salah satunya adalah antara karyawan satu dengan lainnya harus berjarak setidaknya 6 kaki untuk menghindari adanya penyebaran virus.

Baca Juga: Realisasi Insentif Impor Vaksin dan Alkes Hanya Terserap Rp1,5 Triliun

Sementara itu, ada juga perusahaan yang memutuskan memberlakukan kerja dari rumah. Berbagai pihak mulai mencoba memanfaatkan teknologi dan membentuk sistem yang jelas agar kegiatan bekerja tetap berjalan seperti biasanya.

Pandemi Covid-19 telah mendorong berbagai pihak mulai menggunakan sistem kerja jarak jauh dan online. Adanya perubahan pola kerja ini ternyata berimplikasi dengan interaksi yang terjadi antara akuntan dengan suatu perusahaan (klien) serta karyawannya. Terdapat dua situasi berbeda yang terjadi.

Bagi perusahaan yang tidak mengikuti kemajuan teknologi, ternyata mengalami kesulitan dengan sistem kerja jarak jauh. Penggunaan teknologi menjadi tantangan berat bagi mereka. Oleh karena itu, perusahaan tersebut mengandalkan beberapa layanan pos dan kurir untuk saling berkirim dokumen dan melakukan persetujuan atas beberapa dokumen.

Baca Juga: Insentif Pajak Terealisasi Rp11,9 T Hingga September, Ini Perinciannya

Di sisi lain, ada juga perusahaan yang lebih mudah untuk beradaptasi dengan kerja jarak jauh ini. Mereka telah mempunyai sistem untuk mengantisipasi dan menunjang kegiatan kerja dari rumah. Pemanfaatan cloud dan e-mail mulai dioptimalkan. Selain itu, perusahaan juga mulai menerapkan pertemuan secara virtual menggunakan beberapa aplikasi video call. Ketika sistem sudah dibentuk dengan baik, transisi dan adaptasi pun lebih mudah untuk dilakukan.

Dalam jurnal ini penulis menyampaikan bahwa dalam jangka pendek memang terjadi penurunan produktivitas kerja karyawan. Namun, setelah melalui berbagai penyesuaian dan adaptasi, ternyata pola kerja dari rumah tidak jauh berbeda dengan kerja di kantor. Bekerja dari rumah memerlukan fleksibilitas yang tinggi karena harus menyesuaikan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah.

Dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, setiap orang harus melakukan penyesuaian. Mengikuti perkembangan teknologi dan aktif menggunakannya menjadi kunci untuk bisa bertahan di tengah situasi yang tidak terduga ini. Komunikasi yang baik menjadi unsur penting keberhasilan sistem kerja jarak jauh ini.

Baca Juga: Banyak Lapkeu Pemerintah Pusat-Daerah Raih WTP, Sri Mulyani Bilang Ini

Secara keseluruhan, jurnal ini disusun secara kronologis dan sistematis. Penulis mampu menjelaskan permasalahan serta solusi untuk mengatasinya dengan baik sehingga pembaca mudah untuk memahaminya.

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan ialah sejauh mana sistem kerja jarak jauh akan digunakan setelah semua krisis ini berakhir? Apakah perusahaan akan kembali ke lingkungan kantor yang seperti semula? Mungkin saja beberapa perusahaan memanfaatkan fenomena disrupsi ini sebagai peluang untuk mengubah model bisnis mereka. Nantinya pun sistem kerja jarak jauh semakin memungkinkan untuk digunakan di masa mendatang. Jurnal ini sangat menarik untuk dibaca oleh praktisi, akademisi, dan tentunya para pengusaha.


Baca Juga: DPR Sahkan RUU P2-APBN 2021 Menjadi Undang-Undang, Begini Kata Menkeu

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Resensi Jurnal, Kantor Akuntan, Kantor Konsultan Pajak, Covid-19, Corona

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 25 Juli 2022 | 11:30 WIB
PMK 114/2022

Manfaatkan Insentif PPh Pasal 25, WP Perlu Ajukan Pemberitahuan Lagi

Selasa, 19 Juli 2022 | 12:17 WIB
PENANGANAN COVID-19

Pemerintah Waspadai Subvarian Covid-19, Vaksin Booster Terus Dikebut

Senin, 11 Juli 2022 | 13:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Berlaku 17 Juli 2022, Simak Aturan Terbaru Perjalanan Dalam Negeri

berita pilihan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:27 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Realisasi Restitusi PPN Dipercepat Tembus Rp8 Triliun

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LAYANAN PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Bakal Bisa Online, DJP Siapkan Layanan e-Pbk

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:30 WIB
PMK 197/2013

Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Tunggak Pajak, Saldo Rp348 Juta Milik WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:41 WIB
KP2KP SIAK SRI INDRAPURA

Beri Efek Kejut, Kantor Pajak Gelar Penyisiran Lapangan Selama 2 Pekan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KP2KP PELABUHAN RATU

Usaha WP Tidak Aktif, DJP: Tetap Lapor SPT Masa PPN Selama Masih PKP

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:03 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Titip Pesan untuk Pimpinan Parlemen Anggota G-20, Ini Isinya