Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING
Selasa, 21 September 2021 | 12:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Defisit Anggaran Melebar, Ini Realisasi Final APBN 2019

A+
A-
2
A+
A-
2
Defisit Anggaran Melebar, Ini Realisasi Final APBN 2019

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Selasa (7/1/2020). 

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja penerimaan yang kembali lesu di tengah masih cukup besarnya belanja negara membuat realisasi defisit anggaran pada 2019 tercatat kembali lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat dari paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menggelar konferensi pers terkait realisasi APBN 2019 pada hari ini, Selasa (7/1/2020). Kendati demikian, pelaksanaan APBN 2019 dinilai berjalan cukup baik sebagai salah satu instrumen untuk menstimulus perekonomian.

“Tekanan pendapat negara menghalami tekanan, belanja negara relatif terjaga, maka defisit keseimbangan primer mengalami kenaikan. Defisit anggaran APBN 2019 sebesar Rp353 triliun, lebih besar dari target,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Terima DIM RUU HKPD dari DPR dan DPD

Kendati tercatat mengalami pertumbuhan bila dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi penerimaan dan belanja negara pada 2019 tercatat memiliki persentase terhadap target yang lebih rendah. Khusus untuk perpajakan, realisasinya mencapai Rp1.545,3 triliun atau 86,5% dari target. Berikut perincian realisasi APBN 2019.

POS 2018 (audited) 2019 (unaudited)
Nilai (Rp Triliun) Persentase Terhadap Target (%) Nilai (Rp Triliun) Persentase Terhadap Target (%)
PENDAPATAN NEGARA 1.943,67 102,58 1.957,2 90,4
Perpajakan 1.518,78 93,86 1.545,3 86,5
PNBP 403,32 148,61 405,0 107,1
Hibah 15,56 1.300,47 6,8 1.560,7
BELANJA NEGARA 2.213,11 99,66 2.310,2 93,9
Pemerintah Pusat 1.455,32 100,06 1.498,9 91,7
Transfer ke Daerah & Dana Desa 757,79 98,91 811,3 98,1
(DEFISIT)/SURPLUS (269,44) 82,67 (353,0) 119,3
% TERHADAP PDB 1,81 2,2
PEMBIAYAAN NETO 305 93,79 399,5 134,9

Sementara itu, realisasi asumsi dasar makro ekonomi juga tidak ada yang presisi dari patokan dalam APBN 2019. Pertumbuhan ekonomi diestimasi lebih rendah dari asumsi 5,3%. Hal yang sama juga terjadi pada inflasi yang realisasinya juga tercatat lebih rendah.

Nilai tukar rupiah tercatat lebih kuat dibandingkan dengan asumsi dalam APBN 2019. Sementara, harga minyak tercatat lebih rendah dari patokan. Berikut perinciannya:

Baca Juga: DPR dan DPD Serahkan DIM RUU HKPD, Pembahasan Lanjut Ke Panja
Asumsi Dasar APBN 2019 Realisasi
Pertumbuhan Ekonomi (%) (estimasi pemerintah) 5,3 5,05
Inflasi (%, yoy) 3,5 2,72
Nilai Tukar (Rp/US$) 15.000 14.146
Suku Bunga SPN (%) 5,3 5,6
Harga Minyak (US$/barrel) 70 62
Lifting Minyak (ribu barrel/hari) (realisasi sementara hingga November) 775 741
Lifting Gas (ribu barrel/hari) (realisasi sementara hingga November) 1.250 1.050

Topik : kinerja fiskal, APBN 2019, defisit anggaran, penerimaan negara, Sri Mulyani

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 08 September 2021 | 09:30 WIB
PMK 117/2021

PMK Baru! Sri Mulyani Persempit Ruang Defisit APBD 2022

Selasa, 07 September 2021 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Reformasi Regulasi Pajak, Sri Mulyani Minta Dukungan DPR

Selasa, 07 September 2021 | 16:24 WIB
LEGISLASI

Pengesahan RUU P2 APBN 2020

Minggu, 05 September 2021 | 11:30 WIB
PMK 113/2021

Kemenkeu Rilis PMK Baru Soal Penyusunan Usulan Tarif dan Jenis PNBP

berita pilihan

Selasa, 21 September 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Peroleh Insentif Fiskal Beragam, Industri Furnitur Sanggup Tumbuh 8%

Selasa, 21 September 2021 | 18:49 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Begini Ketentuan PPN Penjualan Motor atau Mobil Bekas

Selasa, 21 September 2021 | 18:30 WIB
THAILAND

Tingkatkan Sektor Litbang, Thailand Rilis Aturan Baru Soal Tax Holiday

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Minta Wajib Pajak Lapor Jika Temui Ini Saat Manfaatkan Layanan

Selasa, 21 September 2021 | 17:30 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7% Tahun Ini

Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Transparansi dan Upaya Mendapat Kepercayaan Wajib Pajak

Selasa, 21 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Turun ke Lapangan, Begini Cara Ditjen Pajak Olah Data yang Dikumpulkan

Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING

Tak Cuma Pajak, Isu Transfer Pricing Juga Sentuh Aspek Bisnis & Hukum

Selasa, 21 September 2021 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dinilai Diskriminatif, Usulan Insentif Pajak Ditentang Toyata & Honda

Selasa, 21 September 2021 | 16:21 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Punya Utang Pajak, Aset 5 Perusahaan Ini Disita DJP