Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Cukai Rokok Naik Lagi Tahun Depan? Begini Kata BKF

5
5

Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mencanangkan perubahan kebijakan terkait cukai untuk tahun depan. Penyesuaian tarif dan penambahan barang kena cukai menjadi salah satu agenda perpajakan di 2020.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan kebijakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan eksekusi pada 2020. Namun, dia belum mau menjelaskan lebih jauh terkait kebijakan penyesuaian tarif cukai untuk produk turunan tembakau itu.

"Pokoknya menurut di RAPBN, targetnya naik. Kalau tarif (CHT) nanti kita lihat termasuk soal simplifikasi layer cukai hasil tembakau,” katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Pengumuman! Cukai Rokok Naik 23% Mulai 1 Januari 2020

Suahasil menambahkan rincian rencana kebijakan penyesuaian tarif CHT masih terlalu dini untuk dibuka kepada khalayak ramai. Pasalnya, proses penyusunan kebijakan masih dilakukan internal Kemenkeu.

Otoritas, sambung dia, masih memiliki waktu hingga dua bulan kedepan untuk menggodok penyesuaian tarif CHT. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembahasan anggaran negara tahun depan dengan DPR.

“Kalau soal penafsiran boleh saja dibilang tarif naik, tapi pokoknya targetnya naik. Pertama kita lihat targetnya dulu ditetapkan dan itu yang diusulkan pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

Selain itu, penambahan barang kena cukai (BKC) juga menjadi agenda kebijakan fiskal untuk tahun depan. Suahasil memastikan untuk BKC baru, pemrintah tengah mendorong impelmentasi penerapan cukai atas kantong plastik.

“Soal ekstensifikasi BKC itu juga sedang proses. Kita sudah mengusulkan bahwa ada ekstensifikasi barang kena cukai yang baru. Kita masukkan adalah plastik dan itu sedang dalam proses konsultasi dengan DPR,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penerimaan bea cukai pada 2020 dipatok senilai Rp221,9 triliun. Angka target tersebut naik dari outlook setoran tahun ini senilai Rp205,6 triliun. Target setoran cukai masih mendominasi dengan nilai Rp179,3 triliun untuk tahun depan. Target cukai 2020 itu naik dari outlook tahun ini senilai Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Insentif Rp1,1 Triliun untuk Perangkat Desa

Kemudian, penerimaan bea masuk ditargetkan senilai Rp40 triliun atau naik dari outlook tahun ini senilai Rp37,5 triliun. Adapun target bea keluar pada 2020 senilai Rp2,6 triliun. Angka tersebut naik dari outlook tahun ini senilai Rp2,3 triliun. (kaw)

"Pokoknya menurut di RAPBN, targetnya naik. Kalau tarif (CHT) nanti kita lihat termasuk soal simplifikasi layer cukai hasil tembakau,” katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Pengumuman! Cukai Rokok Naik 23% Mulai 1 Januari 2020

Suahasil menambahkan rincian rencana kebijakan penyesuaian tarif CHT masih terlalu dini untuk dibuka kepada khalayak ramai. Pasalnya, proses penyusunan kebijakan masih dilakukan internal Kemenkeu.

Otoritas, sambung dia, masih memiliki waktu hingga dua bulan kedepan untuk menggodok penyesuaian tarif CHT. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembahasan anggaran negara tahun depan dengan DPR.

“Kalau soal penafsiran boleh saja dibilang tarif naik, tapi pokoknya targetnya naik. Pertama kita lihat targetnya dulu ditetapkan dan itu yang diusulkan pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

Selain itu, penambahan barang kena cukai (BKC) juga menjadi agenda kebijakan fiskal untuk tahun depan. Suahasil memastikan untuk BKC baru, pemrintah tengah mendorong impelmentasi penerapan cukai atas kantong plastik.

“Soal ekstensifikasi BKC itu juga sedang proses. Kita sudah mengusulkan bahwa ada ekstensifikasi barang kena cukai yang baru. Kita masukkan adalah plastik dan itu sedang dalam proses konsultasi dengan DPR,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penerimaan bea cukai pada 2020 dipatok senilai Rp221,9 triliun. Angka target tersebut naik dari outlook setoran tahun ini senilai Rp205,6 triliun. Target setoran cukai masih mendominasi dengan nilai Rp179,3 triliun untuk tahun depan. Target cukai 2020 itu naik dari outlook tahun ini senilai Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Insentif Rp1,1 Triliun untuk Perangkat Desa

Kemudian, penerimaan bea masuk ditargetkan senilai Rp40 triliun atau naik dari outlook tahun ini senilai Rp37,5 triliun. Adapun target bea keluar pada 2020 senilai Rp2,6 triliun. Angka tersebut naik dari outlook tahun ini senilai Rp2,3 triliun. (kaw)

Topik : RAPBN 2020, kebijakan fiskal, cukai hasil tembakau, CHT, BKF, bea cukai
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI