Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Cukai Rokok Naik Lagi Tahun Depan? Begini Kata BKF

A+
A-
5
A+
A-
5

Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mencanangkan perubahan kebijakan terkait cukai untuk tahun depan. Penyesuaian tarif dan penambahan barang kena cukai menjadi salah satu agenda perpajakan di 2020.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan kebijakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) akan eksekusi pada 2020. Namun, dia belum mau menjelaskan lebih jauh terkait kebijakan penyesuaian tarif cukai untuk produk turunan tembakau itu.

"Pokoknya menurut di RAPBN, targetnya naik. Kalau tarif (CHT) nanti kita lihat termasuk soal simplifikasi layer cukai hasil tembakau,” katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Ini Jumlah Maksimal Rokok Kiriman dari Luar Negeri yang Bebas Cukai

Suahasil menambahkan rincian rencana kebijakan penyesuaian tarif CHT masih terlalu dini untuk dibuka kepada khalayak ramai. Pasalnya, proses penyusunan kebijakan masih dilakukan internal Kemenkeu.

Otoritas, sambung dia, masih memiliki waktu hingga dua bulan kedepan untuk menggodok penyesuaian tarif CHT. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembahasan anggaran negara tahun depan dengan DPR.

“Kalau soal penafsiran boleh saja dibilang tarif naik, tapi pokoknya targetnya naik. Pertama kita lihat targetnya dulu ditetapkan dan itu yang diusulkan pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Paketmu dari Luar Negeri Sudah Terbuka Sendiri? Kemenkeu: Jangan Panik

Selain itu, penambahan barang kena cukai (BKC) juga menjadi agenda kebijakan fiskal untuk tahun depan. Suahasil memastikan untuk BKC baru, pemrintah tengah mendorong impelmentasi penerapan cukai atas kantong plastik.

“Soal ekstensifikasi BKC itu juga sedang proses. Kita sudah mengusulkan bahwa ada ekstensifikasi barang kena cukai yang baru. Kita masukkan adalah plastik dan itu sedang dalam proses konsultasi dengan DPR,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penerimaan bea cukai pada 2020 dipatok senilai Rp221,9 triliun. Angka target tersebut naik dari outlook setoran tahun ini senilai Rp205,6 triliun. Target setoran cukai masih mendominasi dengan nilai Rp179,3 triliun untuk tahun depan. Target cukai 2020 itu naik dari outlook tahun ini senilai Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Amankan Penerimaan Perpajakan, Sri Mulyani Minta Dukungan Pemda

Kemudian, penerimaan bea masuk ditargetkan senilai Rp40 triliun atau naik dari outlook tahun ini senilai Rp37,5 triliun. Adapun target bea keluar pada 2020 senilai Rp2,6 triliun. Angka tersebut naik dari outlook tahun ini senilai Rp2,3 triliun. (kaw)

"Pokoknya menurut di RAPBN, targetnya naik. Kalau tarif (CHT) nanti kita lihat termasuk soal simplifikasi layer cukai hasil tembakau,” katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Ini Jumlah Maksimal Rokok Kiriman dari Luar Negeri yang Bebas Cukai

Suahasil menambahkan rincian rencana kebijakan penyesuaian tarif CHT masih terlalu dini untuk dibuka kepada khalayak ramai. Pasalnya, proses penyusunan kebijakan masih dilakukan internal Kemenkeu.

Otoritas, sambung dia, masih memiliki waktu hingga dua bulan kedepan untuk menggodok penyesuaian tarif CHT. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembahasan anggaran negara tahun depan dengan DPR.

“Kalau soal penafsiran boleh saja dibilang tarif naik, tapi pokoknya targetnya naik. Pertama kita lihat targetnya dulu ditetapkan dan itu yang diusulkan pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Paketmu dari Luar Negeri Sudah Terbuka Sendiri? Kemenkeu: Jangan Panik

Selain itu, penambahan barang kena cukai (BKC) juga menjadi agenda kebijakan fiskal untuk tahun depan. Suahasil memastikan untuk BKC baru, pemrintah tengah mendorong impelmentasi penerapan cukai atas kantong plastik.

“Soal ekstensifikasi BKC itu juga sedang proses. Kita sudah mengusulkan bahwa ada ekstensifikasi barang kena cukai yang baru. Kita masukkan adalah plastik dan itu sedang dalam proses konsultasi dengan DPR,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penerimaan bea cukai pada 2020 dipatok senilai Rp221,9 triliun. Angka target tersebut naik dari outlook setoran tahun ini senilai Rp205,6 triliun. Target setoran cukai masih mendominasi dengan nilai Rp179,3 triliun untuk tahun depan. Target cukai 2020 itu naik dari outlook tahun ini senilai Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Amankan Penerimaan Perpajakan, Sri Mulyani Minta Dukungan Pemda

Kemudian, penerimaan bea masuk ditargetkan senilai Rp40 triliun atau naik dari outlook tahun ini senilai Rp37,5 triliun. Adapun target bea keluar pada 2020 senilai Rp2,6 triliun. Angka tersebut naik dari outlook tahun ini senilai Rp2,3 triliun. (kaw)

Topik : RAPBN 2020, kebijakan fiskal, cukai hasil tembakau, CHT, BKF, bea cukai
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 13 Desember 2019 | 11:45 WIB
TATA KELOLA ORGANISASI
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
berita pilihan
Jum'at, 17 Januari 2020 | 15:59 WIB
TELKOMSEL
Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB
TARIF BEA BALIK NAMA KENDARAAN
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:31 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA