TIPS PAJAK

Cara Buat Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif

Redaksi DDTCNews | Kamis, 18 April 2024 | 15:00 WIB
Cara Buat Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif

KEPALA kantor pelayanan pajak (KPP) atau pejabat yang ditunjuk oleh dirjen pajak bisa menetapkan wajib pajak non-efektif berdasarkan permohonan wajib pajak. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No. PER-4/PJ/2020.

Untuk wajib pajak badan, permohonan dapat diajukan secara tertulis ke KPP terdaftar serta dilampiri dengan surat pernyataan wajib pajak non-efektif dan dokumen pendukung yang menunjukkan wajib pajak memenuhi kriteria untuk ditetapkan non-efektif.

Kemudian, berkas permohonan tersebut disampaikan secara langsung ke KPP terdaftar atau dikirim ke alamat KPP terdaftar melalui pos/jasa kurir/jasa pengiriman lain dengan bukti pengiriman surat. Adapun formulir penetapan non-efektif bisa diunduh di sini.

Baca Juga:
Termasuk Pajak, 6 Kebijakan UU HKPD Ini Mulai Implementasi pada 2025

Untuk diperhatikan, format Formulir Penetapan Wajib Pajak Non-Efektif dan Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif harus dibuat sesuai dengan format yang berlaku. Nah, DDTCNews kali ini akan mengulas cara membuat dan mengisi Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif.

Mula-mula, silakan membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif dengan format berdasarkan PER-4/PJ/2020. Format Surat Pernyataan Wajib Pajak Non-Efektif dapat dilihat pada lampiran huruf K PER-4/PJ/2020. Berikut contoh formatnya:

Setelah itu, isi data atau informasi yang diperlukan dalam surat pernyataan tersebut. Angka 1 diisi dengan nama wajib pajak atau pihak yang mengajukan permohonan. Angka 2 diisi dengan NPWP wajib pajak atau pihak yang mengajukan permohonan.

Selanjutnya, angka 3 diisi dengan alamat wajib pajak atau pihak yang mengajukan permohonan. Lalu, pada angka 4, silakan pilih dan centang salah satu. Untuk angka 4 diisi dengan nama wajib pajak yang diajukan permohonan penetapan sebagai wajib pajak non-efektif.

Baca Juga:
Apa Itu Formulir 1721-B1?

Kemudian, angka 5 diisi dengan NPWP wajib pajak yang diajukan permohonan penetapan sebagai wajib pajak non-efektif. Angka 6 diisi dengan alamat wajib pajak yang diajukan permohonan penetapan sebagai wajib pajak non-efektif.

Lalu, pada angka 8, pilih dan centang alasan yang menjadi pertimbangan pengajuan penetapan wajib pajak non-efektif. Angka 9 diisi dengan kota tempat, tanggal, bulan dan tahun Surat Pernyataan dibuat.

Setelah itu, angka 10 diisi dengan pilihan yang sesuai dan angka 11 diisi dengan nama dan tanda tangan pembuat pernyataan. Tambahan informasi, Apabila terdapat utang pajak silakan untuk dilunasi terlebih dahulu sebelum mengajukan non-efektif. Selesai. Semoga bermanfaat. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

BERITA PILIHAN
Rabu, 29 Mei 2024 | 19:30 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Sebut Pencairan Dana JETP Berpotensi Terkendala, Ini Sebabnya

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:45 WIB PERDAGANGAN KARBON

BKF Catat Nilai Transaksi Bursa Karbon Masih Minim, Apa Tantangannya?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Relaksasi Lartas, Pengusaha Tekstil Khawatir Gempuran Produk Impor

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:32 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Coretax DJP, Potensi Pajak dari Tiap WP Bisa Diprediksi Lebih Akurat

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:15 WIB PERTUMBUHAN EKONOMI

Kadin Siapkan Whitepaper untuk Dukung Pelaksanaan Visi Misi Prabowo

Rabu, 29 Mei 2024 | 15:00 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

DJP Sebut UMKM Lebih Untung Buka Usaha di IKN, Ternyata Ini Alasannya