PEREKONOMIAN NASIONAL

PMI Manufaktur RI Tembus Level 54, Tertinggi Sejak Maret 2024

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Selasa, 03 November 2026 | 17.30 WIB
PMI Manufaktur RI Tembus Level 54, Tertinggi Sejak Maret 2024
<p>Ilustrasi. Gedung Kementerian Keuangan.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat tingkat ekspansi aktivitas manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 merupakan yang tertinggi sejak Maret 2024.

Plt. Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Hidayat Amir mengatakan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai level 54 berkat pertumbuhan permintaan serta peningkatan ekspor.

"Ekspansi manufaktur memperkuat optimisme terhadap kinerja perekonomian di tengah ketidakpastian. Pemerintah terus memberikan dukungan dengan menjaga kesinambungan permintaan domestik, memperkuat daya saing industri, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif," ujar Amir, Selasa (3/11/2026).

Amir mengatakan permintaan baru pada sektor manufaktur telah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak Oktober 2021. Perkembangan ini mendorong akselerasi produksi dan pembelian bahan baku sekaligus memperkuat prospek industri pada kuartal IV/2026.

"Konsistensi ekspansi produksi diharapkan terus berlanjut dan semakin mendorong penyerapan tenaga kerja untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Amir.

Ekspansi manufaktur diketahui juga terjadi di sejumlah negara mitra dagang. Hal ini memberikan sinyal positif terhadap prospek permintaan ekspor dari Indonesia. Meski demikian, pemerintah perlu mewaspadai dinamika global dengan terus memperkuat fundamental ekonomi domestik dan daya saing produk nasional.

Tidak hanya itu, ke depan pemerintah akan terus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas industri, daya saing ekspor, dan penguatan investasi.

"Pemerintah terus mendorong penguatan sektor riil dan peningkatan nilai tambah industri agar pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas," ujar Amir.

Selain itu, pemerintah juga akan terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.