PEREKONOMIAN NASIONAL

Suahasil Waspadai Inflasi Pangan, Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi?

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 03 November 2026 | 15.00 WIB
Suahasil Waspadai Inflasi Pangan, Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi?
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai tingkat inflasi sebesar 3,23% pada Oktober 2026 masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah dan Bank Indonesia sebesar 1% plus minus 2,5%.

Meski demikian, Suahasil mewaspadai tingginya inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) menjelang akhir tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga bergejolak mencapai 5,81% pada Oktober 2026 atau menyumbang 0,96 poin persentase terhadap inflasi tahunan.

"Kemudian yang perlu kita waspadai adalah volatile food karena sedang dalam masa kekeringan. Jadi, memang harus kita waspadai terus ke depannya seperti apa produksi barang-barang kita," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Suahasil mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan di berbagai daerah. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga pangan sehingga tidak terjadi lonjakan inflasi yang lebih tinggi.

Berdasarkan data BPS, komoditas pangan yang mengalami inflasi pada komponen harga bergejolak antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan cabai merah.

Sebagai informasi, inflasi harga bergejolak adalah inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun komoditas pangan internasional.

"Kita tingkatkan, kita koordinasi terus di pemerintah, untuk memastikan ketersediaan pangan atau volatile food itu ya. Pangan kita yang harganya itu memang mesti kita perhatikan terus-menerus," ucap Suahasil.

Ketika ditanya apakah inflasi yang masih tinggi pada Oktober 2026 akan memengaruhi angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2026 maupun semester II/2026, Suahasil tidak menjawabnya secara langsung.

Dia hanya menyampaikan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal III/2026 baru akan diumumkan lusa.

"Nanti kita lihat pertumbuhan ekonomi kan minggu ini diumumkan ya. Kita lihat angkanya," kata Suahasil. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.