JAKARTA, DDTCNews - Pada 2025, DDTC Academy telah menggelar 41 program pelatihan yang diikuti sebanyak 1.583 orang peserta. Program pelatihan telah mengusung sejumlah topik yang relevan dengan lanskap perpajakan terkini.
Data tersebut menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat kepada DDTC Academy sebagai tempat belajar pajak. Terlebih, DDTC Academy merupakan bagian dari DDTC, yakni institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. DDTC Academy senantiasa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif untuk mengasah keterampilan, memperdalam wawasan, dan membangun profesionalisme di dunia perpajakan,” ujar Founder DDTC Darussalam.
Pada 2025, program yang digelar terdiri atas 10 program kelompok personalised training dan 31 program kelompok regular training. Untuk personalised training, DDTC Academy telah menggelar skema in-house training (IHT) dan IHT-Advisory untuk berbagai perusahaan serta pemerintah.
Seperti diketahui, topik personalised training disesuaikan dengan kebutuhan institusi terkait. Topik yang diusung beragam, mulai dari pajak internasional dan global minimum tax, transfer pricing, pengawasan dan pemeriksaan pajak, SPT Tahunan, pemanfaatan insentif pajak, hingga pajak daerah.
Kemudian, regular training yang berhasil diselenggarakan terdiri atas 3 program intensive course, 10 program exclusive seminar/webinar, 9 program practical course, 1 program tax update webinar, 5 ADIT exam preparation course, serta 3 program persiapan USKP (untuk internal).
Topik yang diusung dalam regular training juga cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah strategi baru menghadapi pemeriksaan pascaterbitnya PMK 15/2025 serta implementasi global minimum tax sesuai PMK 136/2024.
Kemudian, ada pula topik tentang PPN karena bertepatan dengan momentum 40 tahun penerapan di Indonesia. Pelatihan dengan topik yang berkaitan dengan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) juga digelar. Tidak terlewat juga ada topik tentang pengawasan pajak, termasuk SP2DK.
Selain itu, pada tahun lalu, DDTC Academy juga menggelar program pelatihan dengan topik komunikasi dan negosiasi pajak dengan humor, penyusunan memorandum pajak, serta pemahaman Microsoft Excel bagi profesional pajak.
Tentu saja program topik pajak internasional dan transfer pricing tetap hadir, terutama dalam skema program intensive course dan ADIT exam preparation course. Beberapa topik spesifik terkait dengan jenis transaksi dan transfer pricing juga digelar dalam skema exclusive seminar dan practical course.
Sebagai informasi kembali, DDTC Academy adalah satu-satunya lembaga di Indonesia yang diakui oleh Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris, sebagai penyelenggara kelas persiapan ujian Advanced Diploma in International Taxation (ADIT).
Selain konsisten berinvestasi pada pengembangan profesional, DDTC juga akan terus berinovasi untuk mempermudah akses belajar perpajakan yang komprehensif. Untuk itu, pada 2025, DDTC telah memperbarui situs web DDTC Academy yang turut menyediakan dashboard peserta.
Inovasi lainnya yang sudah dilakukan adalah penyelenggaraan 2 kali skema hybrid (online dan offline secara bersamaan). Untuk beberapa program, DDTC Academy juga mulai menyediakan skema rekaman video pelatihan yang dapat diakses melalui dashboard peserta dalam periode tertentu.
DDTC Academy Lead Nehemia Daniel Sohilait mengatakan inovasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari alumni program pelatihan. Harapannya, manajemen penyelenggaraan pelatihan dapat sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan peserta pelatihan.
“Oleh karena itu, feedback yang disampaikan pada form survei kepuasan alumni sangat berarti bagi kami sebagai bahan pertimbangan untuk mengoptimalkan sejumlah aspek yang perlu untuk dipertahankan atau ditingkatkan. Terima kasih atas masukan yang sudah disampaikan,” ujarnya.
Sesuai dengan survei pada 2025, secara garis besar, penilaian untuk pengajar dan materi pelatihan sudah mendekati excellent. Selain itu, rata-rata alumnus mengaku ada peningkatan kemampuan terkait dengan topik pelatihan setelah mengikuti program DDTC Academy.
Sebagai informasi, hingga akhir 2025, sudah lebih dari 16.500 orang telah menjadi bagian dari alumni program DDTC Academy. Alumni berasal dari 35 provinsi di Indonesia serta 7 negara lain (Inggris, Belanda, Polandia, India, Australia, Malaysia, dan Singapura).
Alumni tidak hanya wajib pajak, tetapi juga pemangku kebijakan (pemerintah dan DPR). Para konsultan pun kerap belajar dan mengikuti pelatihan DDTC Academy. Ada pula dosen, mahasiswa, perwakilan LSM, awak media, dan perwakilan institusi lainnya.
Pada 2026, DDTC Academy akan melanjutkan berbagai program pelatihan yang dibutuhkan masyarakat perpajakan. Tidak hanya membekali individu, program DDTC Academy diharapkan berperan memperkuat fungsi pajak perusahaan secara end-to-end.
Dalam waktu dekat, DDTC Academy akan merilis booklet yang dapat digunakan sebagai panduan bagi Anda dan perusahaan atau institusi untuk belajar pajak. Dalam booklet tersebut juga terdapat perincian rencana program yang akan diselenggarakan pada 2026. Tunggu informasi selanjutnya!
