Ilustrasi. Seorang pegawai kasino MGM Cotai di Makau menunggu pelanggan (Foto:Â Reuters/asia.nikkei.com)
KIEV, DDTCNews – Komite Manajemen Ilmiah dan Ahli Parlemen Ukraina merekomendasikan pemerintah untuk meninjau ulang pengenaan pajak atas kegiatan perjudian, terutama terkait dengan tarif pajak.
Laporan komite menyebutkan tarif pajak final sebesar 10% terlalu kecil untuk sebagai bentuk pengendalian perjudian. Tarif pajak perlu ditetapkan dengan optimal sebagai kebijakan kontrol atas keputusan legalisasi perjudian yang berlaku mulai tahun fiskal 2020.
"[Perubahan pajak judi] untuk mengkompensasi defisit anggaran," tulis laporan komite dikutip pada Kamis (27/5/2021).
Komite Kebijakan Keuangan, Pajak dan Bea Cukai sebelumnya mengusulkan parlemen agar kegiatan perjudian dikenakan tarif final 10%. Usulan tersebut mendapat lampu hijau dari parlemen dengan menyetujui RUU pajak kegiatan perjudian pada Februari 2021.
Pada awalnya, proposal tarif pajak judi di Ukraina memiliki varian opsi mulai dari tarif 10% sampai dengan 30%. Namun pada akhirnya, tarif 10% yang mendapatkan persetujuan parlemen. Di sisi lain, komite berpendapat tarif pajak judi seharusnya lebih tinggi.
Beban pajak judi berlaku terhadap omzet usaha perjudian sebelum dikenakan PPh badan dengan tarif standar 18%. Komite Ilmiah parlemen menyatakan tarif pajak bagi kegiatan judi tidak bisa ditetapkan dengan tingkat yang rendah.
"Tarif pajak rendah tidak dapat dibenarkan, karena pajak [kegiatan judi] harus ditetapkan dengan tujuan membatasi konsumsi," sebut komite.
Selain itu, kenaikan tarif pajak judi juga menjadi alternatif kebijakan fiskal untuk menambah penerimaan negara. Dengan demikian, hasil pungutan pajak judi dapat meningkatkan kapasitas belanja pemerintah dalam bidang sosial.
"Pemerintah harus menetapkan tarif pajak sedemikian rupa sehingga pajak dari perjudian memberikan kontribusi keuangan yang cukup untuk proyek-proyek sosial," tulis komite dalam laporannya seperti dikutip dari europeangaming.eu. (rig)