Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Berbalik Arah, Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS

A+
A-
2
A+
A-
2
Berbalik Arah, Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Setelah sempat menguat selama 3 pekan, rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk patokan pelunasan pajak (kurs beli) yang berlaku satu pekan ke depan.

Kurs pajak untuk setiap US$1 kini ditetapkan senilai Rp14.744. Nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi pekan lalu yang berada di angka Rp14.506 per dolar AS.

Rupiah juga mengalami tekanan terhadap ringgit Malaysia. Nilai kurs pajak satu pekan ke depan ditetapkan senilai Rp3.342,08 per ringgit Malaysia. Nilai tersebut naik dari posisi pekan lalu senilai Rp3.298,41 per ringgit Malaysia.

Baca Juga: Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Pelemahan rupiah juga terjadi terhadap dolar Singapura. Kurs pajak terhadap mata uang Negeri Merlion ditetapkan senilai Rp10.608,76 per dolar Singapura. Nilai kurs tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi minggu lalu di level Rp10.515,73 per dolar Singapura.

Di sisi lain, rupiah terus mengalami penguatan terhadap mata uang Negeri Kanguru. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp10.254,19 per dolar Australia atau turun dibandingkan posisi minggu lalu yang berada di angka Rp10.378,61 per dolar Australia.

Penguatan mata uang Garuda juga terus terjadi terhadap euro. Kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut ditetapkan senilai Rp15.426,40 per euro atau turun dibandingkan dengan posisi minggu lalu yang berada pada level Rp15.448,54 per euro.

Baca Juga: Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.31/KM.10/2022. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 22 Juni 2022 - 28 Juni 2022 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 14.744,00 238,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.254,19 -124,42
3 Dolar Kanada (CAD) 11.389,99 -95,43
4 Kroner Denmark (DKK) 2.073,62 -3,02
5 Dolar Hongkong (HKD) 1.878,15 29,77
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.342,08 43,67
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.269,93 -68,07
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.479,30 -42,66
9 Poundsterling Inggris (GBP) 17.958,40 -164,36
10 Dolar Singapura (SGD) 10.608,76 93,03
11 Kroner Swedia (SEK) 1.448,55 -20,96
12 Franc Swiss (CHF) 14.952,84 122,36
13 Yen Jepang (JPY) 10.986,65 121,02
14 Kyat Myanmar (MMK) 7,95 0,12
15 Rupee India (INR) 188,89 2,29
16 Dinar Kuwait (KWD) 48.000,85 661,52
17 Rupee Pakistan (PKR) 71,26 -0,81
18 Peso Philipina (PHP) 275,87 1,87
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 3.929,19 62,53
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 40,82 0,63
21 Bath Thailand (THB) 421,32 0,96
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 10.607,26 61,26
23 Euro Euro (EUR) 15.426,40 -22,14
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.193,95 26,44
25 Won Korea (KRW) 11,45 -0,02

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)

Baca Juga: Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Topik : kurs pajak, pajak, valuta asing, PPN, PPnBM, rupiah, ringgit Malaysia, dolar AS, euro, dolar Australia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:01 WIB
LAPORAN DARI BELANDA

Lagi, Profesional DDTC Lulus S-2 di Tilburg University Belanda

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:45 WIB
PENERIMAAN PERPAJAKAN

Tarif Bea Keluar Atas CPO Naik, Penerimaan Diyakini Ikut Melesat

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Pengawasan akan Makin Kencang Pasca-PPS! WP Badan UMKM Perlu Ingat Ini

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD