Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

A+
A-
1
A+
A-
1

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – CEO Tesco Dave Lewis berpendapat peritel online seharusnya membayar pajak penjualan baru untuk mendukung keberlangsungan toko jalanan di Inggris yang tengah mengalami kesulitan.

Dia mengingatkan sistem tarif bisnis yang berlaku saat ini tidak berkelanjutan. Hal ini dikarenakan banyak pemilik toko menghadapi tagihan pajak yang cukup besar atas properti mereka. Pada saat yang bersamaan, mereka berjuang melawan persaingan dengan peritel online.

“Miliaran pound sterling telah bergeser online, tetapi sistem tarif tidak pernah dirancang untuk menjelaskan hal ini. Karena tagihan itu terkait dengan properti – bukan laba – toko-toko yang berjuang untuk tetap membuka pintu, sementara bisnis online yang lebih besar hanya membayar sebagian kecil,” jelasnya, seperti dikutip pada Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Giliran Ceko yang Sodorkan Langkah Unilateral Pajak Digital

Dia meminta agar toko-toko di jalanan (high street) mendapat pengurangan 20% pada tarif pajak korporasi mereka. Di samping itu, peritel online diminta untuk membayar retribusi sebesar 2% atas penjualan mereka.

Jika langkah tersebut diambil, berdasarkan perhitungan mereka, akan dapat meningkatkan penerimaan hingga 1,5 miliar pound sterling tanpa biaya tambahan untuk Departemen Keuangan. Pada saat yang bersamaan, ada pengurangan tekanan keuangan pada toko-toko kecil.

Komentarnya muncul setelah sebuah laporan memaparkan tingkat kekosongan unit-unit toko di Inggris mencapai level tertinggi dalam empat tahun. Perusahaan riset ritel Springboard memaparkan tingkat kekosongan naik menjadi 10,2% dalam tiga bulan pertama 2019. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan 9,9% pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Dirjen Pajak Awasi Ketat Transaksi Digital

“Sistem harga bisnis kami hampir tidak berevolusi sejak 1988, tapi cara orang berbelanja telah berubah secara mendalam. Ritelonline telah tumbuh secara dramatis, sedangkan penjualan di toko-toko telah jatuh,” ujarnya Lewis, seperti dilansir telegraph.co.uk.

Amazon hanya membayar 63 juta pound sterling dalam pajak korporasi di Inggris tahun lalu, meskipun melaporkan penjualan 8,8 miliar pound sterling. Sebagai perbandingan, M&S membayar sekitar 184 juta pound sterling untuk penjualan tahunan sebesar 10,7 miliar pound sterling. Sementara, Tesco membayar 700 juta pound sterling terhadap penjualan sebesar 63,9 miliar pound sterling. (kaw)

Baca Juga: Wah, 1% Orang Berpenghasilan Tinggi Sumbang Sepertiga Penerimaan Pajak

“Miliaran pound sterling telah bergeser online, tetapi sistem tarif tidak pernah dirancang untuk menjelaskan hal ini. Karena tagihan itu terkait dengan properti – bukan laba – toko-toko yang berjuang untuk tetap membuka pintu, sementara bisnis online yang lebih besar hanya membayar sebagian kecil,” jelasnya, seperti dikutip pada Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Giliran Ceko yang Sodorkan Langkah Unilateral Pajak Digital

Dia meminta agar toko-toko di jalanan (high street) mendapat pengurangan 20% pada tarif pajak korporasi mereka. Di samping itu, peritel online diminta untuk membayar retribusi sebesar 2% atas penjualan mereka.

Jika langkah tersebut diambil, berdasarkan perhitungan mereka, akan dapat meningkatkan penerimaan hingga 1,5 miliar pound sterling tanpa biaya tambahan untuk Departemen Keuangan. Pada saat yang bersamaan, ada pengurangan tekanan keuangan pada toko-toko kecil.

Komentarnya muncul setelah sebuah laporan memaparkan tingkat kekosongan unit-unit toko di Inggris mencapai level tertinggi dalam empat tahun. Perusahaan riset ritel Springboard memaparkan tingkat kekosongan naik menjadi 10,2% dalam tiga bulan pertama 2019. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan 9,9% pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Dirjen Pajak Awasi Ketat Transaksi Digital

“Sistem harga bisnis kami hampir tidak berevolusi sejak 1988, tapi cara orang berbelanja telah berubah secara mendalam. Ritelonline telah tumbuh secara dramatis, sedangkan penjualan di toko-toko telah jatuh,” ujarnya Lewis, seperti dilansir telegraph.co.uk.

Amazon hanya membayar 63 juta pound sterling dalam pajak korporasi di Inggris tahun lalu, meskipun melaporkan penjualan 8,8 miliar pound sterling. Sebagai perbandingan, M&S membayar sekitar 184 juta pound sterling untuk penjualan tahunan sebesar 10,7 miliar pound sterling. Sementara, Tesco membayar 700 juta pound sterling terhadap penjualan sebesar 63,9 miliar pound sterling. (kaw)

Baca Juga: Wah, 1% Orang Berpenghasilan Tinggi Sumbang Sepertiga Penerimaan Pajak
Topik : ekonomi digital, e-commerce, Inggris, ritel
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:24 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA