Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Apa Itu Penagihan Seketika dan Sekaligus?

A+
A-
2
A+
A-
2
Apa Itu Penagihan Seketika dan Sekaligus?

PELAKSANAAN penagihan pajak yang tegas dan konsisten diharapkan dapat menjamin pemenuhan kewajiban pajak dari wajib pajak. Adapun bentuk penagihan pajak di Indonesia dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu penagihan pasif dan penagihan aktif.

Pada penagihan pasif, otoritas pajak hanya memberitahukan adanya utang pajak melalui penerbitan surat ketetapan pajak (SKP) atau surat tagihan pajak (STP). Sementara itu, upaya penagihan aktif dilakukan melalui surat paksa. Simak Kamus “Apa itu Penagihan Pajak dengan Surat Paksa”

Namun, dalam kondisi tertentu penagihan tidak harus melalui surat paksa melainkan dapat dilakukan dengan penagihan seketika dan sekaligus. Lantas, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan penagihan seketika dan sekaligus?

Baca Juga: Apa Itu E-Objection?

Definisi
MERUJUK Pasal 1 angka 11 UU PPSP juncto Pasal 1 angka 4 PMK 24/2008 penagihan seketika dan sekaligus adalah tindakan penagihan pajak yang dilaksanakan oleh jurusita pajak kepada penanggung pajak tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran.

Tunggakan pajak yang dapat ditagih melalui penagihan seketika dan sekaligus meliputi seluruh utang pajak dari semua jenis pajak, masa pajak, dan tahun pajak. Istilah tunggakan merujuk pada jumlah utang pajak yang belum dilunasi sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Sementara itu, yang dimaksud dengan utang pajak adalah pajak yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa bunga, denda atau kenaikan yang tercantum dalam SKP atau surat sejenisnya berdasarkan ketentuan peraturan perpajakan.

Baca Juga: Beda Pajak Air Permukaan dan Pajak Air Tanah

Hal ini berbeda dengan penagihan pajak dengan surat paksa yang baru dapat dilakukan setelah 21 hari sejak disampaikannya surat teguran. Adapun surat teguran diterbitkan apabila dalam waktu 7 hari setelah tanggal jatuh tempo pembayaran penanggung pajak belum melunasi utang pajaknya.

Secara umum, tanggal jatuh tempo itu adalah 1 bulan sejak surat yang menjadi dasar penagihan diterbitkan. Surat yang dapat jadi dasar penagihan di antaranya STP, SKP kurang bayar (SKPKB), SKPKB tambahan (SKPKBT), surat keputusan keberatan, dan putusan banding/peninjauan kembali.

Dengan demikian, penagihan seketika dan sekaligus dapat dilakukan meski tanggal jatuh tempo pembayaran pada surat yang menjadi dasar penagihan belum terlampaui. Penagihan seketika dan sekaligus juga dapat dilaksanakan tanpa melalui surat teguran ataupun surat paksa.

Baca Juga: Apa Itu Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh?

Pelaksanaan penagihan seketika dan sekaligus ditujukan untuk mencegah adanya utang pajak yang tidak dapat ditagih. Namun, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara sewenang-wenang melainkan harus memenuhi kondisi tertentu.

Pelaksanaan
BERDASARKAN Pasal 20 ayat (2) UU KUP juncto Pasal 6 ayat (1) UU PPSP terdapat 5 kondisi tertentu yang membuat penagihan seketika dan sekaligus dapat dilakukan. Ketentuan tersebut juga dipertegas dalam PMK 24/2008 s.t.d.t.d PMK 85/2010.

Pertama, penanggung pajak akan meninggalkan Indonesia selama-lamanya atau berniat untuk itu. Kedua, penanggung pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau dikuasai dalam rangka menghentikan/mengecilkan kegiatan perusahaan/pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Penagihan Pajak dengan Surat Paksa?

Ketiga, terdapat tanda-tanda penanggung pajak akan membubarkan badan usahanya/menggabungkan/memekarkan usaha, atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau yang dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk lainnya.

Adapun yang dimaksud dengan ‘terdapat tanda-tanda’ adalah petunjuk kuat yang mengindikasikan penanggung pajak mengurangi/menjual/memindahtangankan barangnya sehingga tidak ada barang yang dapat disita.

Keempat, badan usaha akan dibubarkan oleh negara. Kelima, terjadi penyitaan atas barang penanggung pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan. Adapun jurusita melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus berdasarkan surat perintah yang diterbitkan oleh pejabat.

Baca Juga: Apa Itu PAD?

Secara lebih terperinci, surat perintah penagihan seketika dan sekaligus sekurang-kurangnya memuat nama wajib pajak dan penanggung pajak, besarnya utang pajak, perintah untuk membayar, dan saat pelunasan pajak.

Penerbitan surat perintah penagihan seketika dan sekaligus oleh pejabat dapat dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran, tanpa didahului surat teguran, sebelum jangka waktu 21 hari sejak surat teguran diterbitkan, atau sebelum penerbitan surat paksa.

Simpulan
PENAGIHAN seketika dan sekaligus merupakan upaya penagihan yang dapat dilakukan sebelum jatuh tempo. Upaya ini dilakukan jika ada kondisi tertentu yang membuat penanggung pajak dikhawatirkan tidak memiliki barang yang dapat disita sebagai jaminan pelunasan utang pajaknya. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu E-Registration?

Topik : penagihan seketika dan sekaligus, definisi, kamus pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 17 Juni 2020 | 19:20 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 15 Juni 2020 | 19:15 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 12 Juni 2020 | 20:09 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 10 Juni 2020 | 18:31 WIB
KAMUS PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:01 WIB
ARAB SAUDI
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:01 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:19 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:53 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:01 WIB
PMK 89/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI RIAU