Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Apa Itu Pajak Jendela?

A+
A-
2
A+
A-
2
Apa Itu Pajak Jendela?

PAJAK merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan penerimaan negara. Adapun penerimaan yang terhimpun dari pajak itu dimanfaatkan untuk membiayai beragam hal, di antaranya penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, fasilitas umum, dan lain-lain.

Jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah di berbagai negara pun sangat beragam. Jenis pajak itu tidak sebatas pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). Lebih luas, ada pula jenis-jenis pajak yang unik dan jarang terdengar. Misalnya, pajak jendela.

PAJAK jendela (window tax) adalah pajak yang dikenakan terhadap tempat tinggal yang penghitungan kewajiban pajaknya didasarkan pada jumlah jendela. Pajak ini dikenakan sejak 1696 dan menjadi semacam pendahulu dari pajak properti modern (Oates dan Schwab, 2015).

Baca Juga: Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Menurut Oates dan Schwab, pajak jendela diperkenalkan di Inggris pada 1696 oleh Raja William III. Pada awalnya, pajak jendela dimaksudkan sebagai pungutan sementara. Namun, dalam perkembangannya, pajak jendela justru sempat direstrukturisasi dan tarifnya ditingkatkan beberapa kali.

Pajak jendela dipungut dari penghuni, bukan pemilik tempat tinggalnya. Dengan demikian, penyewa yang bukan pemilik harus membayar pajak jendela. Sementara itu, untuk bangunan rumah petak besar di kota dianggap sebagai tempat tinggal tunggal dengan kewajiban pajak bertumpu pada pemiliknya.

Selain itu, terdapat pengecualian yang diberikan terhadap sejumlah bangunan, seperti kantor publik, rumah pertanian dengan biaya kurang dari 200 pounds per tahun, perusahaan susu, cheese rooms, malt houses, dan lumbung.

Baca Juga: Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Pada saat awal diperkenalkan, pajak jendela terdiri atas 2 tingkatan tarif. Pertama, tarif tetap senilai 2 shilling untuk setiap rumah. Kedua, pungutan tambahan senilai 4 shilling untuk rumah dengan 10 hingga 20 jendela serta 8 shilling untuk rumah dengan lebih dari 20 jendela. Selanjutnya, struktur tarif pajak jendela mengalami revisi berkali-kali.

Pajak jendela sebenarnya merupakan pengganti dan penyederhana dari penerapan pajak perapian (hearth tax). Hearth tax diganti karena kurang popular akibat proses penilaian objek pajaknya yang dianggap mengganggu.

Sebab, penerapan hearth tax mengharuskan penilai pajak memasuki setiap ruangan rumah untuk menghitung jumlah perapian dan tungku sebagai objek pajak. Sebaliknya, pajak jendela tidak memerlukan akses ke dalam tempat tinggal karena penilai dapat menghitung jendela –sebagai objek pajak—dari luar.

Baca Juga: Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Kendati demikian, penerapan pajak jendela ini memiliki kelemahan dalam mendefinisikan “jendela”. Individu mungkin harus membayar pajak jika ada batu bata yang jatuh dari dinding rumahnya apabila lubang tersebut memancarkan cahaya dan udara ke dalam rumah.

Selain itu, penerapan pajak jendela menimbulkan 2 efek buruk, yaitu pada kesehatan dan estetika. Efek buruk itu merupakan buntut dari upaya pembayar pajak mengurangi tagihan pajaknya dengan berbagai tindakan.

Tindakan itu seperti menaikkan jendela agar tidak nampak oleh penilai pajak atau membangun rumah dengan jendela yang sangat sedikit. Terkadang seluruh lantai rumah tidak berjendela.Hal itu membuat ratusan warga menderita, bahkan meninggal karena ruangan yang pengap, bau, dan gelap.

Baca Juga: Impor Barang Bantuan untuk Ukraina Dibebaskan dari Bea Masuk dan PPN

Hal ini lantaran sedikitnya ventilasi dan udara segar yang baik memicu berbagai penyakit, seperti disentri, gangren, dan tifus. Oleh karena itu, banyak pihak yang melayangkan protes dan petisi kepada parlemen atas penerapan pajak jendela.

Petugas medis menjadi salah satu pihak yang mengajukan petisi pada 1845. Setelah proses yang panjang, parlemen mengakui penerapan pajak jendela menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Puncaknya, pajak jendela dicabut pada 1851 setelah berlangsung lebih dari 150 tahun. (kaw)

Baca Juga: Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya
Topik : kamus, kamus pajak, kebijakan pajak, pajak jendela, window tax, pajak

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 05 Juli 2022 | 07:00 WIB
ANALISIS PAJAK

Beban Pembuktian dalam Kasus Abuse of Law

Senin, 04 Juli 2022 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Izin Pertambangan Rakyat dan Wilayah Pertambangan Rakyat?

Senin, 04 Juli 2022 | 18:07 WIB
PER-03/PJ/2022

Aturan e-Faktur Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 Tak Berlaku untuk Ini

Senin, 04 Juli 2022 | 18:00 WIB
KOTA SEMARANG

Ratusan Ribu WP Nunggak PBB, Kejari Diminta Ikut Lakukan Penagihan

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet