Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020-2021

A+
A-
1
A+
A-
1
ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020-2021

Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa (kiri) saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (Foto: setkab.go.id)

MANILA, DDTCNews - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan perekonomian Indonesia akan terkontraksi hingga -2,2% pada 2020 dan tumbuh lambat sebesar 4,5% pada tahun depan.

Proyeksi ADB kali ini merevisi turun proyeksi ADB sebelumnya pada September 2020 yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan terkontraksi sebesar -1.1% pada 2020 dan mampu tumbuh hingga 5,3% pada 2021.

"Ekonomi Indonesia terkontraksi hingga -3,5% pada kuartal III/2020. Konsumsi rumah tangga dan investasi menurun lebih dalam sejak proyeksi yang dirilis oleh ADB sebelumnya [September]," tulis ADB dalam Asian Development Outlook Supplement: December 2020, Kamis (10/12/2020).

ADB mencatat pandemi Covid-19 menyebabkan lebih dari 30 juta penduduk Indonesia mengalami pengurangan jumlah jam kerja, dirumahkan, dan bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Per Agustus 2020, tingkat pengangguran meningkat ke angka 7,1%, tertinggi sejak Agustus 2011.

Meski proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dikoreksi turun oleh ADB, lembaga tersebut berpandangan peningkatan keyakinan konsumen dan aktivitas belanja yang didukung oleh program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan mendukung pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut, kegiatan investasi diperkirakan akan mendapatkan momentum seiring dengan terus berlanjutnya reformasi iklim bisnis melalui UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan beleid lainnya serta berkat ditandatanganinya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Apabila dibandingkan dengan negara-negara lain, koreksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh ADB atas perekonomian Indonesia termasuk koreksi turun yang paling tinggi.

Secara umum, proyeksi kontraksi ekonomi Asia Tenggara pada 2020 dikoreksi dari -3,8% menjadi 4,4%, sedangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara tahun depan dikoreksi dari 5,5% menjadi 5,2%.

Kontraksi ekonomi Malaysia pada 2020 dikoreksi dari -5% menjadi -6% dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 dikoreksi dari tumbuh 6,5% menjadi tumbuh 7%.

Kontraksi perekonomian Singapura pada 2020 diperkirakan mencapai -6,2%, tidak berbeda bila dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya. Tahun depan, perekonomian Singapura diperkirakan mampu tumbuh hingga 5,1%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 4,5%.

Dari seluruh negara Asia Tenggara yang dicatat ADB, hanya Vietnam yang diproyeksikan tidak mengalami kontraksi ekonomi pada 2020 dan masih tumbuh pada 2021. ADB memperkirakan ekonomi Vietnam masih mampu tumbuh 2,3% pada 2020 dan bisa tumbuh 6,1% pada 2021. (Bsi)

Topik : perekonomian Indonesia 2020-2021, proyeksi ADB

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Muhammad Faiz Nur Abshar

Kamis, 10 Desember 2020 | 16:50 WIB
Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
1

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak