Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 14:00 WIB
DISKUSI PERPAJAKAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Reportase

2020 Jadi Tahun Inisiatif, Ini Rencana Dirjen Pajak

A+
A-
4
A+
A-
4
2020 Jadi Tahun Inisiatif, Ini Rencana Dirjen Pajak

Dirjen Pajak Suryo Utomo. 

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) menjadikan 2020 sebagai tahun Inisiatif. Otoritas menyebut ada sejumlah rencana kerja yang diestimasi mampu menurunkan ongkos kepatuhan (cost of compliance) wajib pajak.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan tahun inisiatif pada 2020 ditetapkan sebagai bagian dari upaya otoritas untuk mengubah proses bisnis. Layanan berbasis 3C akan mulai dijalankan secara bertahap untuk meningkatkan kemudahan bagi wajib pajak.

“Untuk 2020, kita hendak coba kegiatan dalam pelayanan perpajakan tidak perlu datang ke kantor, cukup click, call, dan counter untuk beberapa hal yang spesifik,” kata Suryo.

Baca Juga: Reformasi Perpajakan, Kontribusi PPN dalam Penerimaan Bakal Dinaikkan

Adapun 3C merupakan saluran interaksi berbasis click, call, dan counter. Untuk click, otoritas mengandalkan internet dalam berinteraksi dengan wajib pajak. Pada tahun depan, terdapat 7 layanan berbasis internet yang akan dijalankan oleh DJP.

Kemudian, terkait call, DJP akan menambah layanan telepon dan melakukan penambahan saluran telepon kepada wajib pajak. Untuk counter pada kantor pajak, otoritas akan memfokuskan hanya untuk melayani proses bisnis yang bersifat spesifik.

Ketiga layanan tersebut, sambung Suryo, akan mengarah kepada automasi proses bisnis. Hal ini akan berjalan beriringan dengan reformasi perpajakan yang dijalankan DJP.

Baca Juga: Wajib Pajak Harus Berikan Tanda Tangan Elektronik pada Surat Keberatan

Oleh karena itu, inisiatif mulai dilakukan pada tahun depan untuk mempromosikan pelayanan berbasis elektronik. Selain 3C tadi, simplifikasi juga dijanjikan melalui unifikasi SPT pada beberapa jenis pajak.

“Inti dari reformasi adalah mengautomasi proses bisnis DJP. Kalau input data sudah digital dan prosesnya terdigitalisasi maka perkerjaan akan lebih mudah dan mengurangi kesalahan,” imbuh Suryo. (kaw)

Baca Juga: Soal PMK 89/2020, Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pajak Diharap Naik
Topik : pelayanan pajak, teknologi, digitalisasi, Ditjen Pajak, DJP, Suryo Utomo
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:50 WIB
TAX CENTER
Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:05 WIB
KONSULTASI
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:59 WIB
PMK 96/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:38 WIB
PMK 96/2020
berita pilihan
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 07:00 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 23:04 WIB
PIDANA PERPAJAKAN
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN JEMBRANA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:28 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:31 WIB
PENANAMAN MODAL
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:30 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:03 WIB
PENANAMAN MODAL