Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Wamenkeu Beberkan Syarat agar Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% Tahun Ini

A+
A-
0
A+
A-
0
Wamenkeu Beberkan Syarat agar Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% Tahun Ini

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai tetap diperlukan upaya keras untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi sehingga pertumbuhannya dapat mencapai target 5,2% pada tahun ini.

Suahasil mengatakan ekonomi pada kuartal II/2022 yang tumbuh 5,44% telah menunjukkan kinerja positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV masing-masing harus dijaga di atas 5% agar target yang dipatok pemerintah dapat tercapai.

"Moga-moga di kuartal III dan kuartal IV relatively steady, artinya di atas 5%, kita punya keyakinan di akhir tahun [pertumbuhan ekonominya] di 5%-5,2%," katanya, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Direktorat PDRD Kementerian Keuangan Ditarget Terbentuk Tahun Ini

Suahasil mengatakan perekonomian Indonesia telah menunjukkan pemulihan, bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi Covid-19. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022 yang ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi juga menandakan pemulihan itu terjadi dengan kuat.

Dia menjelaskan sekitar 85% produk domestik bruto Indonesia dibentuk oleh konsumsi dan investasi. Ketika kedua komponen tersebut telah tumbuh positif, dapat diartikan ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat.

Mengenai konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi pada kuartal II/2022, Suahasil menilai kondisi itu terjadi karena ada penurunan pada belanja pegawai serta barang dan jasa. Meski demikian, pemerintah akan terus mendorong agar realisasi belanja semakin terakselerasi pada kuartal III dan IV.

Baca Juga: Perbaiki Keseimbangan Primer, Kemenkeu: Setoran Pajak Harus Meningkat

"Kita tetap membayangkan tahun ini APBN tetap defisit. Artinya, secara nominal belanja akan tumbuh," ujarnya.

Suahasil menyebut APBN akan tetap menjalankan anggaran yang sifatnya defisit. Dalam hal ini, akan ada sejumlah pos belanja yang bakal direalisasikan pada paruh kedua 2022 sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Hingga Juli 2022, pemerintah mencatat realisasi APBN masih mengalami surplus senilai Rp 106,1 triliun atau 0,57% dari PDB. Surplus itu terjadi karena pendapatan negara tercatat senilai Rp1.551 triliun, sedangkan belanja negara Rp1.444,8 triliun.

Baca Juga: Kemenkeu Beberkan Alasan Dibentuknya Direktorat PDRD pada DJPK

Berdasarkan outlook pemerintah, realisasi APBN 2022 hingga akhir tahun akan mengalami defisit Rp732,2 triliun atau 3,92% PDB. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pertumbuhan ekonomi, perekonomian nasional, kinerja fiskal, PDB, inflasi, makroekonomi, Kemenkeu

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 23 September 2022 | 10:00 WIB
ORI022

Siap-Siap, ORI022 Bakal Terbit Pekan Depan dengan Kupon 5,95%

Jum'at, 23 September 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Imbas BBM Naik, BI Sebut Lonjakan Harga Barang akan Terasa 3 Bulan

Kamis, 22 September 2022 | 16:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

ADB Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5%, Tapi Inflasi Bakal Tinggi

Rabu, 21 September 2022 | 18:00 WIB
PMK 137/2022

Sri Mulyani Terbitkan PMK Baru Soal Pengurusan Piutang Daerah Macet

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Kapan Faktur Pajak Dibuat? Simak Lagi Aturannya di Sini

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:30 WIB
PROVINSI PAPUA

Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:00 WIB
KPP PRATAMA PAMEKASAN

One on One dengan Wajib Pajak, Fiskus Datangi Pabrik Rokok

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Risiko Gejolak Harga Komoditas Bayangi Prospek Pendapatan Negara 2023

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:35 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Penuh Tantangan, Presidensi G-20 Bisa Percepat Implementasi 2 Pilar

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:25 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penghitungan PPN Atas Penyediaan Jasa Pembayaran

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:30 WIB
SKOTLANDIA

Skotlandia Ogah Ikuti Langkah Inggris Pangkas Tarif PPh OP