Review
Rabu, 08 Desember 2021 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 08 Desember 2021 | 10:15 WIB
WAKIL MENTERI KEUANGAN SUAHASIL NAZARA:
Senin, 06 Desember 2021 | 15:43 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 08 Desember 2021 | 15:00 WIB
TIPS PERPAJAKAN
Rabu, 08 Desember 2021 | 10:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Data & Alat
Rabu, 08 Desember 2021 | 08:31 WIB
KURS PAJAK 8 DESEMBER - 14 DESEMBER 2021
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Tren Berlanjut, Neraca Dagang September 2021 Surplus US$4,37 Miliar

A+
A-
1
A+
A-
1
Tren Berlanjut, Neraca Dagang September 2021 Surplus US$4,37 Miliar

Kepala BPS Margo Yuwono

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 kembali mengalami surplus senilai US$4,37 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor tercatat US$20,60 miliar dan impor US$16,23 miliar. Meski demikian, surplus tersebut lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$4,74 miliar.

"Neraca perdagangan Indonesia ini selama 17 bulan secara beruntun membukukan surplus," katanya melalui konferensi video, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Belanja Online Barang Impor Melonjak, Aturan Kepabeanan Bakal Direvisi

Margo mengatakan surplus neraca perdagangan pada September 2021 yang senilai US$4,37 miliar tersebut terutama berasal dari sektor nonmigas yang mencapai US$5,30 miliar. Sementara pada sektor migas, terjadi defisit US$0,93 miliar.

Selama Januari hingga September 2021, secara total surplusnya mencapai US$25,07 miliar. Meski sektor migas mengalami defisit US$8,40 miliar, tetapi masih terjadi surplus pada sektor nonmigas US$33,47 miliar.

Margo memerinci ekspor pada September 2021 yang senilai US$20,60 miliar, turun 3,84% dibandingkan dengan ekspor Agustus 2021. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama 2020, masih tercatat kenaikan 47,64%.

Baca Juga: Realisasi Investasi Luar Jawa Ungguli Jawa, Ini Resep Jokowi

Ekspor nonmigas pada September 2021 mencapai US$19,67 miliar, atau turun 3,38% dari Agustus 2021. Meski demikian, angka itu naik 48,03% dari ekspor nonmigas September 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari hingga September 2021 mencapai US$164,29 miliar atau naik 40,38% dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian pula pada ekspor nonmigas yang mencapai US$155,46 miliar atau naik 39,84%.

Menurut Margo, peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada besi dan baja sebesar 16,24%. Sementara menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari hingga September 2021 naik 35,40% dibanding dengan periode yang sama tahun 2020. Ekspor hasil pertanian serta hasil tambang dan lainnya juga naik masing-masing 6,37% dan 76,29%.

Baca Juga: Prepopulated Dokumen CK-1 dan PEB Diimplementasikan Secara Nasional

"Ekspor kita di bulan September ini, yang paling tinggi kenaikannya itu ke Taiwan, kemudian diikuti Filipina, ke Amerika Serikat, Thailand, dan Spanyol," ujarnya.

Sementara dari sisi impor, Margo menjelaskan nilainya yang sebesar US$16,23 miliar mengalami penurunan 2,67% dari bulan sebelumnya, tetapi naik 40,31% dibandingkan dengan September 2020. Impor migas pada September 2021 senilai US$1,86 miliar turun 8,90% dari Agustus 2021 tetapi naik 59,15% dibandingkan dengan periode yang sama 2020.

Kemudian, impor nonmigas pada September 2021 senilai US$14,37 miliar, turun 1,80% dari Agustus 2021 atau naik 38,18% dibandingkan dengan September 2020. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar September 2021 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar 6,56%, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral mencapai 219,54%.

Baca Juga: Didorong Pajak dan Utang, Cadangan Devisa Kembali Naik di November

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga September 2021 yakni China 32,07%, Jepang 8,54%, dan Thailand 5,37%.

Adapun menurut golongan penggunaan barang, Margo menyebut nilai impor Januari hingga September 2021 terhadap periode yang sama 2020 terjadi peningkatan pada barang konsumsi sebesar 32,99%, bahan baku/penolong 37,97%, dan barang modal 18,42%.

"Kalau kita hitung share-nya, impor bahan baku/penolong terhadap total impor pada Januari-September mencapai 75,5%," katanya. (sap)

Baca Juga: Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Topik : BPS, ekspor, impor, neraca perdagangan, perekonomian nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 November 2021 | 11:09 WIB
PMK 149/2021

PMK 149/2021 Terbit, Ini Ketentuan Pembebasan PPh Pasal 22 Impor

Jum'at, 05 November 2021 | 16:31 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Tergerus Pembayaran Utang, Cadangan Devisa Turun Jadi US$145,5 Miliar

Rabu, 03 November 2021 | 10:00 WIB
KINERJA PERDAGANGAN

Perdagangan ke 4 Negara Eropa Dipermudah, Kinerja Ekspor Dipatok Naik

berita pilihan

Rabu, 08 Desember 2021 | 16:39 WIB
RUU HKPD

RUU HKPD Turunkan Tarif Maksimal Pajak Hiburan, Begini Detailnya

Rabu, 08 Desember 2021 | 16:30 WIB
APARATUR SIPIL NEGARA

Tjahjo Kumolo Ingatkan ASN Soal 8 Area Rawan Korupsi

Rabu, 08 Desember 2021 | 16:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Begini Tren Rasio Kepatuhan Laporan SPT Tahunan 2016-2021

Rabu, 08 Desember 2021 | 15:43 WIB
KPP PRATAMA MEDAN POLONIA

Sosialisasi UU HPP, Wajib Pajak Dapat Penjelasan Soal PPS dari DJP

Rabu, 08 Desember 2021 | 15:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Perusahaan Bisa Dijatuhi Hukuman Pidana Perpajakan, Simak Ketentuannya