Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Sri Mulyani: Target Tax Amnesty Cukup Ambisius

0
0
Menkeu Sri Mulyani (Setkab)

JAKARTA, DDTCNews — Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai target penerimaan yang dipatok dari program tax amnesty cukup ambisius, sebagai konsekuensi seluruh jajaran petugas dan pejabat Ditjen Pajak dituntut untuk benar-benar siap dan sigap.

Sri Mulyani mengatakan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta petugas pajak untuk proaktif dalam tax amnesty adalah bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan pelaku usaha guna mengamankan penerimaan negara.

“Jadi ini adalah suatu pesan yang sangat penting dan itu akan dilakukan melalui beberapa tindakan,” ujarnya, Kamis (28/7) seperti dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet.

Baca Juga: PPN Avtur Bakal Dihapus?

Sedikitnya ada 3 poin penting yang menjadi perhatian Sri Mulyani dalam menyukseskan tax amnesty. Pertama, personel harus paham mengenai peraturan, paham bagaimana menjelaskan, dan mempunyai jiwa untuk melayani.

Kedua, Sri Mulyani meminta semua instrumen dan peraturan segera diselesaikan dan dilengkapi agar. “Jangan sampai Kementerian Keuangan sudah menjelaskan tapi ada peraturan yang belum selesai atau belum disiapkan, akibatnya timbul keterdugaan,” imbuhnya.

Ketiga, Sri Mulyani akan meninjau kembali apakah target penerimaan negara hanya dititikberatkan pada tax amnesty, karena menurutnya saat ini APBN lebih penting, terutama dari sisi penerimaan pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak.

Baca Juga: Soal Kajian PPN Avtur, Ini Kata Darmin

Sri Mulyani juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan sejumlah instansi lainnya seperti, Kemenko Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia.

“Itu adalah 3 hal yang akan terus kita lakukan. Tentu tidak hanya evaluasi tapi karena tahun 2016 ini tersisa sekitar 5 bulan, maka yang paling penting kita akan coba melaksanakan dan mengkomunikasikannya dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga: Ini Keuntungan Penyederhanaan Prosedur Ekspor CBU Menurut Sri Mulyani

“Jadi ini adalah suatu pesan yang sangat penting dan itu akan dilakukan melalui beberapa tindakan,” ujarnya, Kamis (28/7) seperti dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet.

Baca Juga: PPN Avtur Bakal Dihapus?

Sedikitnya ada 3 poin penting yang menjadi perhatian Sri Mulyani dalam menyukseskan tax amnesty. Pertama, personel harus paham mengenai peraturan, paham bagaimana menjelaskan, dan mempunyai jiwa untuk melayani.

Kedua, Sri Mulyani meminta semua instrumen dan peraturan segera diselesaikan dan dilengkapi agar. “Jangan sampai Kementerian Keuangan sudah menjelaskan tapi ada peraturan yang belum selesai atau belum disiapkan, akibatnya timbul keterdugaan,” imbuhnya.

Ketiga, Sri Mulyani akan meninjau kembali apakah target penerimaan negara hanya dititikberatkan pada tax amnesty, karena menurutnya saat ini APBN lebih penting, terutama dari sisi penerimaan pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak.

Baca Juga: Soal Kajian PPN Avtur, Ini Kata Darmin

Sri Mulyani juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan sejumlah instansi lainnya seperti, Kemenko Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia.

“Itu adalah 3 hal yang akan terus kita lakukan. Tentu tidak hanya evaluasi tapi karena tahun 2016 ini tersisa sekitar 5 bulan, maka yang paling penting kita akan coba melaksanakan dan mengkomunikasikannya dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga: Ini Keuntungan Penyederhanaan Prosedur Ekspor CBU Menurut Sri Mulyani
Topik : pengampunan pajak, tax amnesty, sri mulyani
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 02 Agustus 2016 | 20:02 WIB
WIEF KE-12
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Senin, 05 Juni 2017 | 13:52 WIB
VIETNAM
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:40 WIB
VAT REFUND
Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:11 WIB
VAT REFUND
Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:59 WIB
UU PNBP