Berita
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Soal Insentif Pajak Penghasilan Terkait Buyback Saham, Ini Kata DJP

A+
A-
3
A+
A-
3
Soal Insentif Pajak Penghasilan Terkait Buyback Saham, Ini Kata DJP

Ilustrasi. Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) menyatakan insentif pajak penghasilan (PPh) terkait dengan buyback saham yang diberikan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 2020 bertujuan untuk mencegah tekanan yang lebih dalam pada pasar modal.

Direktur Peraturan Perpajakan II DJP Yunirwansyah mengatakan akibat pandemi Covid-19, pasar modal mengalami tekanan yang cukup serius. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari sisi kebijakan fiskal.

"Kalau tidak ada upaya tertentu, dan dalam hal ini termasuk fiskal, maka tekanannya bisa lebih dalam lagi," kata Yunirwansyah, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga: Pemutihan dan Diskon Pajak PBB Jilid II Berlaku Hingga September 2020

Melalui PP No. 29 Tahun 2020, wajib pajak perseroan terbuka yang melakukan buyback saham – sehingga membuat porsi saham yang ada di publik kurang dari 40% —tetap bisa menikmati tarif 3% lebih rendah dari tarif PPh badan umum.

Apabila fasilitas ini tidak diatur oleh otoritas fiskal, wajib pajak perseroan terbuka yang melakukan buyback saham untuk stabilisasi pasar modal secara otomatis melanggar syarat untuk mendapatkan tarif 3% lebih rendah dari tarif PPh badan umum.Simak artikel 'Resmi Terbit! PP Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Perseroan Terbuka'.

Selain ketentuan minimal 40% saham yang harus ada di publik, ada ketentuan lain yang seharusnya dipenuhi untuk mendapatkan tarif lebih rendah, seperti saham yang lepas ke bursa efek harus dimiliki oleh paling sedikit 300 pihak dan masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5%.

Baca Juga: Wah, Sri Mulyani Tambah Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadi 50%

“Kalau ada buyback dan jumlah pihak berkurang atau saham di publik berkurang lebih rendah dari syarat, wajib pajak tersebut tidak berhak mendapatkan tarif 3% lebih rendah. Dengan fasilitas buyback [PP No. 29 Tahun 2020], kalau jumlah pihaknya berkurang maka wajib pajak tetap mendapatkan pengurangan tarif PPh badan," jelas Yunirwansyah.

Sebagaimana diatur dalam PP No. 29 Tahun 2020, buyback saham harus dilakukan paling lambat pada 30 September 2020. Kemudian, saham tersebut harus dilepas kembali ke publik paling lambat 30 September 2022.

Bila hingga 30 September 2022 kepemilikan saham masih belum memenuhi syarat awal maka wajib pajak perseroan terbuka ini tidak berhak mendapatkan tarif PPh badan 3% lebih rendah dari tarif normal. Simak artikel ‘Buyback Saham Hingga 30 September 2020 Dapat Tarif Pajak Lebih Rendah’.

Baca Juga: Dukung Dunia Usaha, Tarif PPN dan Withholding Tax Dipangkas

"Saham yang telah di-hold hanya boleh hingga 30 September 2022. Sebelum tanggal tersebut harus dilepas. Kalau tidak [dilepas] maka dianggap tidak memenuhi syarat," imbuhnya. (kaw)

Topik : PP 29/2020, fasilitas, insentif pajak, pajak penghasilan, virus Corona, buyback saham
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 03 Agustus 2020 | 16:49 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 03 Agustus 2020 | 16:10 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Senin, 03 Agustus 2020 | 14:50 WIB
FASILITAS KEPABEANAN
Senin, 03 Agustus 2020 | 14:34 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
berita pilihan
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:24 WIB
PMK 89/2020