Review
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 07 DESEMBER - 13 DESEMBER 2022
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Komunitas
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:10 WIB
BENDAHARA II PERTAPSI AMELIA SANDRA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:00 WIB
UMN AL-WASHLIYAH MEDAN
Rabu, 07 Desember 2022 | 15:42 WIB
BENDAHARA I PERTAPSI AULIA HIDAYATI:
Reportase
Perpajakan ID
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
PERPAJAKAN ID
Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Skema PPh Final Berisiko Memperlebar Tax Gap

A+
A-
8
A+
A-
8
Skema PPh Final Berisiko Memperlebar Tax Gap

Pemaparan pembicara dalam Webinar dengan tema ‘Meninjau Konsep dan Relevansi PPh Final di Indonesia’ yang digelar oleh DDTC Academy, Senin (04/05/2020).

JAKARTA, DDTCNews—Kontribusi penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) bersifat final cenderung stabil tiap tahunnya. Meski begitu, pengenaan PPh final dalam beberapa kasus justru berisiko menimbulkan tax gap.

Partner Tax Research & Services DDTC B. Bawono Kristiaji mengatakan kesenjangan antara potensi basis pajak dengan realisasi penerimaan yang didapat atau umum disebut tax gap bisa tercipta dari skema PPh final tersebut.

“Argumen bahwa PPh final pro penerimaan bisa diperdebatkan karena dengan pengenaan dengan basis penghasilan bruto juga menciptakan risiko tax gap,” katanya dalam Webinar DDTC Academy dikutip Senin (4/5/2020).

Baca Juga: Beri Edukasi, DJP Sebut WP Bisa Undang Penyuluh Pajak Jadi Pembicara

Pengenaan PPh final atas penghasilan bruto, lanjut Bawono dapat saja menjadi salah satu komponen dari policy gap. Secara khusus, policy gap adalah jumlah pajak yang tidak dapat dikumpulkan pemerintah sebagai akibat dari keputusan pemerintah yang memilih untuk tidak memajaki basis pajak tersebut.

Namun demikian, PPh final awalnya seringkali didesain untuk mengurangi compliance gap, yaitu untuk mengurangi tax gap yang berasal dari ketidakpatuhan. Oleh karena itu, melihat kedua sisi secara berimbang juga perlu dilakukan.

Di Indonesia, penerapan PPh final atas pendapatan bruto dapat dijumpai pada sejumlah kebijakan. Misal, pengenaan PPh final UMKM sebesar 0,5% didasarkan atas peredaran bruto atau omzet.

Baca Juga: Irlandia Berikan Insentif Kredit Pajak untuk Perusahaan Video Game

Ada juga usaha jasa konstruksi yang mendapatkan skema pajak penghasilan final. Kondisi itu pada akhirnya membuat kontribusi jasa konstruksi terhadap PDB dan pajak terbilang timpang.

Berdasarkan data Kemenkeu pada 2019, kontribusi usaha jasa konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10,7%. Di lain pihak, kontribusi setoran pajak ke kas negara hanya sekitar 7,2%.

Dengan demikian, penerapan skema PPh final diperkirakan menjadi salah satu faktor yang membuat penerimaan dari sektor jasa konstruksi tidak merefleksikan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Baca Juga: Pemerintah Ingin UMKM Makin Maju Biar Bayar Pajaknya Lebih Besar

Hal serupa juga terjadi pada PPh final Pasal 4 ayat (2) atas tanah dan bangunan. Selama ini, PPh final tersebut baru dikenakan pajak apabila dialihkan atau dijual dari satu pihak kepada pihak lainnya.

Artinya, tidak ada pemasukan pajak kepada negara selama aset tersebut belum dialihkan, meskipun nilai asetnya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jika dialihkan, PPh final dikenakan atas nilai jualnya saja, tidak dihitung berdasarkan selisih nilai perolehan aset dan nilai jualnya.

Dengan kata lain, sistem pemajakan final ini tidak merefleksikan keuntungan atas modal atau capital gains yang diperoleh wajib pajak. Padahal, kekayaan bisa jadi adalah akumulasi dari penghasilan yang tidak dikonsumsi.

Baca Juga: RUU Pajak Pendapatan Pasif Disetujui, Filipina Bakal Makin Kompetitif

“Kalau kita bicara PPh final ini kebanyakan luput dan menutup mata tentang persoalan-persoalan keadilan horizontal dan vertikal. Jika terus begini, progresivitas sistem PPh ini bisa saja tidak tercapai,” jelas Bawono.

Untuk melihat sejauh mana relevansi PPh Final pada saat ini. Anda bisa mengunduh working paper berjudul 'Meninjau Konsep dan Relevansi PPh Final di Indonesia’. Silahkan unduh di sini. (rig)

Baca Juga: UNS dan DDTC Bakal Teken Kerja Sama Pendidikan Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pph final, webinar, ddtc fiscal research, working paper, pajak penghasilan, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 07 Desember 2022 | 16:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Lanjutkan Reformasi, DJP Tegaskan Komitmen Perkuat Basis Pajak

Rabu, 07 Desember 2022 | 16:11 WIB
PEMBIAYAAN SYARIAH

Indonesia Perlu Suarakan Ketentuan Pajak Atas Pembiayaan Syariah

Rabu, 07 Desember 2022 | 14:30 WIB
BELANJA PEMERINTAH

Sri Mulyani Minta K/L dan Pemda Segera Lakukan Lelang Pengadaan 2023

berita pilihan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:30 WIB
KP2KP BENTENG

Salah Input SPT Unifikasi, Bendaharawan Masih Bisa Ubah Bukti Potong

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:00 WIB
UU 29/2022

Pemerintah Undangkan UU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Beri Edukasi, DJP Sebut WP Bisa Undang Penyuluh Pajak Jadi Pembicara

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TENGAH I

Diduga Menilap Pajak, Direktur Perusahaan ini Terancam Masuk Bui

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Hari Terakhir! Langganan Perpajakan ID, Gratis Buku Transfer Pricing

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Irlandia Berikan Insentif Kredit Pajak untuk Perusahaan Video Game

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Ingin UMKM Makin Maju Biar Bayar Pajaknya Lebih Besar

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

RUU Pajak Pendapatan Pasif Disetujui, Filipina Bakal Makin Kompetitif

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

PP 44/2022, Apa Saja Substansi Baru Soal Ketentuan PPN? Ini Kata DJP

Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK

UNS dan DDTC Bakal Teken Kerja Sama Pendidikan Pajak