Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Rupiah Terus Menguat Terhadap Mayoritas Negara Mitra

A+
A-
0
A+
A-
0
Rupiah Terus Menguat Terhadap Mayoritas Negara Mitra

Kurs Pajak 23-29 Maret 2022.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah melanjutkan tren penguatan untuk pelunasan pajak (kurs beli) terhadap mayoritas mata uang negara mitra dagang selama satu pekan ke depan.

Nilai kurs pajak untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp14.318. Angka kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi pekan lalu senilai Rp14.356 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dolar Australia ikut melemah pada pekan ini dengan patokan nilai kurs ditetapkan senilai Rp10.442,12 per dolar Australia. Nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Kanguru itu lebih rendah dari posisi pekan lalu pada level Rp10.496,82 per dolar Australia.

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

Sementara itu, nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Jiran ditetapkan senilai Rp3.408,74 per ringgit Malaysia. Nilai kurs pajak tersebut turun dari posisi minggu lalu yang bertengger pada level Rp3.429,30 per ringgit Malaysia.

Tren penurunan juga berlaku untuk dolar Singapura. Nilai kurs pajak untuk satu pekan ke depan ditetapkan senilai Rp10.525,31 per dolar Singapura atau turun dari posisi pekan lalu yang berada pada level Rp10.542,86 per dolar Singapura.

Mata uang zona eropa juga masih tertekan terhadap rupiah. Adapun nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp15.770,70 atau turun signifikan dibandingkan dengan posisi pekan lalu yang berada di level Rp15.713,22 per euro. Tren pelemahan euro terhadap mata uang Garuda ini telah berjalan sekitar 5 pekan terakhir.

Baca Juga: Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.15/KM.10/2022. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 23 Maret 2022 - 29 Maret 2022 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) Amerika Serikat 14.318,00 -51,00
2 Dolar Australia (AUD) Australia 10.442,12 -50,17
3 Dolar Kanada (CAD) Kanada 11.274,55 -46,31
4 Kroner Denmark (DKK) Denmark 2.119,27 -23,08
5 Dolar Hongkong (HKD) Hongkong 1.829,98 -8,78
6 Ringgit Malaysia (MYR) Malaysia 3.408,74 -20,08
7 Dolar Selandia Baru (NZD) Selandia Baru 9.777,76 14,25
8 Kroner Norwegia (NOK) Norwegia 1.609,26 -8,22
9 Poundsterling Inggris (GBP) Inggris 18.762,31 -413,83
10 Dolar Singapura (SGD) Singapura 10.525,31 -65,43
11 Kroner Swedia (SEK) Swedia 1.507,43 22,06
12 Franc Swiss (CHF) Swiss 15.266,35 -387,50
13 Yen Jepang (JPY) Jepang 12.072,72 -406,15
14 Kyat Myanmar (MMK) Myanmar 8,04 -0,06
15 Rupee India (INR) India 187,62 -1,99
16 Dinar Kuwait (KWD) Kuwait 47.093,11 -347,67
17 Rupee Pakistan (PKR) Pakistan 79,79 -0,99
18 Peso Philipina (PHP) Philipina 273,53 -5,82
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) Saudi Arabia 3.816,38 -13,26
20 Rupee Sri Lanka (LKR) Sri Lanka 53,87 -17,32
21 Bath Thailand (THB) Thailand 429,07 -11,31
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) Brunei Darussalam 10.528,83 -59,96
23 Euro Euro (EUR) Euro 15.770,70 -166,16
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) Renminbi Tiongkok 2.246,28 -26,96
25 Won Korea (KRW) Korea 11,65 -0,27

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)

Baca Juga: DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Topik : kurs pajak, pajak, valuta asing, PPN, PPnBM, rupiah, ringgit Malaysia, dolar AS, euro, dolar Australia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 06 Juli 2022 | 07:00 WIB
ANALISIS PAJAK

Urgensi Adanya Sistem Manajemen Kepatuhan Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan di Daerah Ini Tunggak Pajak Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:43 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juni 2022, Pemerintah Kumpulkan Rp7,1 Triliun dari PPN PMSE