Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Rentang Kewajaran: Full Range Versus Interquatile

1
1

Pertanyaan

Perusahaan tempat saya bekerja merupakan perusahaan yang bergerak di industri komoditas yang menjual produk Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).  Dalam dokumentasi transfer pricing, kami menganalisis transaksi tersebut menggunakan rentang kewajaran interkuartil dengan mengacu kepada harga pasar Malaysia Palm Oil Board(MPOB). Hasil yang kami peroleh atas harga penjualan tersebut berada di bawah rentang kewajaran. Oleh karena itu, kami merasa bahwa transaksi tersebut berpotensi untuk diperiksa sehingga kami mencoba untuk menganalisis dengan menggunakan rentang penuh (full range). Pertanyaan saya, apakah kami bisa menganalisis dengan menggunakan rentang penuh (full range)? Apakah perbedaan rentang kewajaran interkuartil (interquartile range) dan rentang penuh (full range)?

Mohon untuk penjelasannya. Terima kasih.

Jajang, Jakarta.

Jawaban

Mengacu kepada peraturan domestik Indonesia, yaitu Pasal 13 ayat (2) dan (4) PER-43/PJ/2010 mengatur bahwa rentang harga wajar atau laba wajar (arm’s length range) adalah rentang harga atau laba dalam transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang merupakan hasil pengujian beberapa data pembanding dengan menggunakan metode penentuan harga transfer.

Konsep rentang harga atau laba wajar digunakan apabila terdapat beberapa data pembanding yang dipakai. Adapun rentang yang diterima sebagai rentang harga wajar atau laba wajar (arm’s length range) merupakan rentang antara kuartil pertama (Q1) dan ketiga (Q3) yang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  1. Transaksi atau data pembanding yang digunakan dapat diandalkan;
  2. Didukung dengan bukti-bukti dan penjelasan yang memadai bahwa penetapan harga atau laba tunggal tidak dapat dilakukan.

Mengacu kepada OECD TP Guidelines 2017 Paragraf 3.55 disebutkan bahwa penggunaan rentang kewajaran tidak dibatasi dalam pengujian prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. Lebih lanjut, berdasarkan OECD TP Guidelines 2017 Paragraf 3.57 disebutkan bahwa rentang kewajaran telah mengeliminasi faktor-faktor yang dianggap kurang sebanding, seperti pembanding yang tidak teridentifikasi dan kondisi yang tidak dapat dilakukan penyesuaian.

Dalam paragraf tersebut disebutkan untuk mengatasi adanya keterbatasan dalam pengambilan pembanding tersebut digunakan perhitungan statistik yang dapat mempertimbangkan ketidaksempurnaan pencarian pembanding. Adapun dalam OECD TP Guidelines 2017 Paragraf 3.57 disebutkan penggunaan rentang interkuartil ataupun rentang persentil lainnya yang disajikan dengan menggunakan ukuran pemusatan (tendensi sentral) dengan cara menyempitkan rentang sehingga diperoleh hasil yang lebih arm’s length. Dalam praktik, terdapat dua rentang kewajaran yang sering digunakan, yaitu.

Rentang Penuh (Full Range)

Rentang penuh merupakan jangkauan harga minimum hingga maksimum yang diperoleh dari satu atau lebih data pembanding, baik berupa harga maupun rasio keuangan. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat menggunakan full range dalam analisis transfer pricing, antara lain sebagai berikut:

  1. diutamakan menggunakan pembanding internal;
  2. tingkat kesebandingan yang sangat tinggi antara transaksi afiliasi dan independen.

Adanya syarat yang harus dipenuhi tersebut membuat rentang penuh (full range) sulit untuk diterapkan dalam analisis transfer pricing.

Rentang Interkuartil (Interquartile Range)

Rentang interkuartil merupakan jangkauan yang tersebar 50% ditengah-tengah jumlah sampel atau populasi data. Artinya, data tidak menyertakan 25% data terbawah dan 25% data teratas. Dalam rentang interkuartil unsur ketidaksempurnaan dari pembanding yang digunakan dianggap sudah dieliminasi. Namun, penggunaan rentang interkuartil ini membutuhkan jumlah data pembanding yang lebih besar.

Adapun perbandingan antara rentang penuh dan interkuartil dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Tabel Perbandingan Rentang Penuh dan Interkuartil

Berdasarkan pemaparan di atas, kami menyimpulkan bahwa rentang penuh dapat digunakan apabila tingkat kesebandingan antara transaksi afiliasi dan independen sangat tinggi dan mendekati sempurna.  Namun, adanya dua syarat utama untuk menggunakan rentang penuh dalam analisis transfer pricing mereduksi kemungkinan penggunaan rentang penuh dalam analisis transfer pricing. Dalam menggunakan rentang penuh diperlukan tingkat kesebandingan yang sempurna. Oleh karena itu, penggunaan rentang interkuartil umum dipakai dalam analisistransfer pricing.

Demikian jawaban kami. Semoga membantu. (Disclaimer)

Topik : konsultasi pajak, transfer pricing, rentang kewajaran
artikel terkait
Kamis, 05 April 2018 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 26 September 2016 | 10:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 November 2018 | 08:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 03 Desember 2018 | 08:10 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
berita pilihan
Rabu, 10 Oktober 2018 | 08:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 26 Februari 2019 | 17:03 WIB
KONSULTASI PAJAK
Sabtu, 16 Juni 2018 | 17:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 05 November 2018 | 06:58 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Jum'at, 05 Mei 2017 | 18:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 21 Agustus 2017 | 10:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 November 2018 | 07:08 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 14 Mei 2019 | 16:42 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 19 Desember 2016 | 16:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 22 Agustus 2016 | 11:47 WIB
KONSULTASI PAJAK
Terpopuler